Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini120
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini120
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31876
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327892
Kami Memiliki: 82 guests online

Home Catatan Kaki Kepedulian...
13
Feb
2014
Kepedulian...

Kikie Nurcholik – Sekjen Komunitas Printing Indonesia

Alkisah,  seorang ratu yang bijak hidup bersama dengan  raja yang terkenal lalim dan kejam. Saat sang raja terbaring sakit  menanti ajal, tetapi aura kekejiannya tidak juga memudar,  sang ratu menulis kitab kebijaksanaan (Book of Wisdom) yang diharapkan menjadi tuntunan hidup seluruh penduduk kerajaan. Sang ratu mengumumkan bahwa buku  tersebut  ditulis oleh suaminya. Bagi sang ratu, tidak penting siapa yang menulis, yang penting kitab ini dibaca dan diamalkan oleh seluruh rakyat di negerinya. Sikap yang sangat luhur  telah diperlihatkan oleh sang ratu, yang memiliki kepedulian begitu tinggi terhadap eksistensi negerinya.

Pada dasarnya ketulusan, keluhuran dan kepedulian selalu ada dalam diri setiap manusia. Jika ketulusan telah menyentuh nurani, maka tanpa berpikir dua kali seseorang akan mengulurkan tangannya untuk memberikan pertolongan. Uniknya, seringkali sang penolong adalah orang yang tidak disangka-sangka. Mereka adalah orang-orang yang secara ekonomi pas-pas-an atau bahkan  kekurangan,  baik secara fisik / jasmani maupun ekonomi.

PEDULI adalah sebuah kata yang sering kita dengar dan kita ucapkan, untuk meyakinkan orang lain akan sikap atau perbuatan kita. Para pemimpin di negeri ini  seringkali  mengungkapkan  kata tersebut untuk meraih  simpati rakyat.  Tetapi, apakah kita benar-benar memahami arti kepedulian?  Sudahkah kepedulian menjadi karakter setiap diri  yang mewarnai kehidupan kita sehari-hari?

Peduli atau kepedulian memiliki spectrum yang luas yang bisa hadir di mana saja kapan saja dan kepada siapa saja. Namun karena luasnya menjadi makna peduli menjadi kabur. Hal ini menjadikan  kepedulian sesuatu yang langka dan mungkin saja punah dari hati nurani. Sebelum hal itu benar-benar terjadi,  kita perlu melakukan upaya-upaya untuk melestarikan kepedulian. Salah satunya dengan menggali kembali prinsip-prinsip yang memperlihatkan sikap peduli, seperti berikut ini:

1.     Peduli berarti memberi perhatian kepada hal-hal  kecil yang berdampak besar.

2.     Peduli berarti berkomunikasi dengan mereka yang disayangi, meskipun dialog yang dilakukan tampak tidak berjalan baik.

3.     Peduli berarti mengerti situasi siapapun yang disayangi, meskipun orang tersebut tidak menyadari situasi yang sedang dihadapinya.

4.     Peduli berarti melakukan tindakan dengan segera pada kesempatan pertama dan bukan sekedar berkhotbah.

5.     Peduli berarti memberi kenyamanan terhadap mereka yang disayangi, bahkan pada saat yang paling sulit.

6.     Peduli berarti kasih sayang dan sabar serta memberikan bimbingan kepada orang yang disayangi untuk menemukan dan mencapai tujuannya.

7.     Peduli berarti berbagi, termasuk untuk ha-hal yang paling berharga sesuai kebutuhan orang yang disayangi.

8.     Peduli berarti komitmen jangka panjang, bahkan ketika orang yang disayangi sudah tidak ada lagi.

9.     Peduli berarti memaafkan, bahkan untuk hal yang paling menyakitkan demi tujuan yang lebih mulia.

10.   Peduli berarti  percaya terhadap orang yang disayangi, terhadap diri sendiri, dan terhadap visi bersama.

11.   Peduli berarti menyucikan diri dari kepentingan pribadi.

12.   Peduli berarti mencintai. Cinta harus memilih,  sekali keputusan dibuat tidak ada dalih untuk berhenti mencintai.

Bayangkan bila kita dapat  menerapkan prinsip-prinsip ke-PEDULI-an tersebut dalam kehidupan kita, kemudian menginspirasi orang-orang di sekitar kita untuk melakukannya. Tidak mustahil, bangsa ini akan menjadi bangsa yang tangguh dalam menerapkan prinsip kepedulian. Mari kita song-song tahun 2014 ini dengan bertambah peduli...! Aamiin . . .

 

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!