Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini130
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini130
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31886
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327902
Kami Memiliki: 92 guests online

Home Catatan Kaki AFTA VS The Art Of War VS Manajemen Strategi
15
Jan
2015
AFTA VS The Art Of War VS Manajemen Strategi

Kikie Nurcholik – Sekjen Komunitas Printing Indonesia (KOPI)

Print Media Indonesia, Seminar, simposium dan talkshow yang bertajuk  tentang Masyrakat Ekonomi Asia (AEC) yang membahas arus pasar bebas Asean yang akan diberlakukan pemerintah secara resmi pada tahun 2015, seakan menjadi pembicaraan esensial oleh banyak kalangan, arus bebas Barang, bebas Jasa, bebas Modal, bebas Investasi, dan bebas Tenaga Kerja Ahli seperti menjadi polemik apakah ini merupakan ‘Ancaman’ ataukah sebagai ‘Peluang’...?

Pemerintah dalam hal ini telah mempertimbangkannya dengan sangat cermat, hal ini terbukti dari penandatangan buku  Cetak Biru Komunitas MEAoleh 10 kepala negara ASEAN, sejak  tahun 2007. Kebijakan strategis dari masing-masing negara ASEAN tersebut telah tertuang secara kongkrit dalam buku Cetak Biru dimaksud.

Saya teringat akan sebuah buku The Art Of War,  karya Sun Tzu yang  membahas kondisi yang berlaku kurang lebih 2500 tahun yang lalu, dalam buku itu terdapatbanyak kebijaksanaan dalam mengatur strategi untuk memenangkan pertempuran. Hal ini tidak berarti bahwa kebijaksanaan itu hanya dapat dipakai dalam memenangkan suatu pertempuran fisik semata seperti kehidupan jaman Sun Tzu, tetapi sangat baik bila diterapkan pada situasi masa kini, yang secara metode dapat diaplikasikan pada setiap lini kehidupan, baik untuk institusi ataupun personal.Inti ajaran Sun Tzu dalam “The Art of War”- nya adalah bagaimana menyiasati kemenangan dengan bijak tanpa kekerasan, dan hal inilah yang merupakan suatu langkah strategis yang didasarkan atas pemikiran tertinggi.

Karena Sun Tzu tidak mengajarkan untuk melakukan kekerasan dalam pertempuran melainkan menggunakan seni untuk mengalahkan lawan dengan merebutnya secara utuh.

Dalam pengertian, menanamkan nilai kebijaksanaan bahwa pertempuran fisik itu sebenarnya hanya membuang-buang energi dan sumber daya. Oleh karena itu, Sun Tzu mengajarkan untuk menaklukkan lawan atau pesaing menggunakan seni ber-“pura-pura” dan mengambil keseluruhan tanpa ada yang mengalami kerusakan.

Sedangkan dalam studi-studi manajemen, kita menemukan bahwa Manajemen Strategi  beresensikan bagaimana mengatur strategi dan taktik yang disesuaikan dengan visi perusahaan/organisasi. bahwa esensi dari manajemen strategi adalah mengkaji tentang sifat-sifat cerdas dalam “mengecoh” pesaing. Hal ini memberi arti bahwa guna memenangkan persaingan bisnis yang begitu dahsyat, semua pihak harus mampu menyiasati atau mengeluarkan kecerdasannya guna mengatasi lawan/pesaing.

Dalam tindakan “mengecoh” itulah, para pelaku institusi/organisasi, dan bahkan kita sekalian,  tidak harus melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan standar etika melainkan hanya bagaimana menggunakan kecerdasan dan kelihaiannya dalam memenangkan  persaingan, dalam hal ini juga secara implisit berarti bagaimana seni menjaga integritas organisasi/perusahaan melalui tindakan yang terpuji dan bukan melakukan aktivitas-aktivitas reputasi dari organisasi sehingga menimbulkan persepsi negatif yang apabila diperbaiki akan menguras sumber daya perusahaan yang sangat besar.

Selanjutnya bahwa guna mengoperasionalisasi upaya “mengecoh” pesaing dapat dilakukan dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau biasa kita sebut sebagai S.W.O.T.Artinyabagaimana seseorang bersikap, atau sebuah institusi mengambil kebijakan, atau suatu organisasi membuat keputusan, sangatlah penting memahami SWOTnya masing masing.

Dan tidak hanya itu saja, setelah kita fahami SWOT kita,  setiap kita akan mengetahui bagaimana cara-cara cerdas atau strategi apa untuk menyiasati agar terhindar jadi “korban” penerapan pasar bebas Asean atau AFTA ini, dan semua itu dilandasi oleh spirit kerja yang tetap terpelihara.Bahwa karya Sun Tzu menitikberatkan pada menggunakan kecerdikan untuk menghindarkan diri dari kekerasan, sedangkan Manajemen Strategi menggunakan trik mengecoh dan tetap menjaga strandar moral dan etika dalam memenangkan persaingan (kompetisi yang sehat).

Tetap Sukses... dan Selalu Berjaya...........

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!