Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini106
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini106
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31862
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327878
Kami Memiliki: 68 guests online

Home Catatan Kaki Menanggapi Kritikan... Oleh : Kikie Nurcholik (Sekjen Komunitas Printing Indonesia)
01
Feb
2016
Menanggapi Kritikan... Oleh : Kikie Nurcholik (Sekjen Komunitas Printing Indonesia)

 

Kritik memiliki banyak bentuk.Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.Wajar saja jika setiap orang tidak suka dikritik.Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita, sebagai manusia dengan segala keterbatasannya,bisa aman dari kritik? Nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik daripada dikritik.

Saat menonton tayangan sepak bola di televisi,  kita mendengar para komentator mengkritik  strategi permainan kedua kesebelasan yang dianggap salah. Padahal mereka belum tentu dapat menjalankan strategi yang lebih baik jika mereka sendiri yang tampil sebagai pemain. Kepandaian mereka menganalisa permainan sepakbola  tidak berbanding lurus dengan kemampuan mereka bermain bola.Demikian pula denganparakritikussertapengamat politik, ekonomi, maupun sosial, dalam memberikan kritikterhadap suatu kebijakan atau permasalahan yang timbul di masyarakat. Mereka ramai-ramai berkomentar seolah pernyataan merekalah yang paling benar. Pertanyaannyaadalah...seandainya kita mendapatkan  kritik yang sangat keras, apa yang akan kita  lakukan?

 

Manusia umumnya   tidak siap mendapatkan  kritik atas perilakunya karena beranggapan bahwaperilaku adalah bagian pentingdari identitas diri.Kritikan   secara alami akan membuat pribadi kita seperti mendapat serangan besar,meski disampaikan secara baik atau hanya berupa saran kecil.

 

Tidak semua kritik bersifatmembangun, namun diperlukan  sikapbijaksana dalam memproses informasi dengan cara yang logis dan sehat. Ada beberapa hal yangharus kita lakukan agar dapatmenyikapi  kritikan sekeras apapundengan tetap  tenang dan  bijaksana.


1. Tidak Defensive

Kritik bukan berarti serangan  terhadappribadi kita.Bahkan, kita dapat menganggap kritik sebagai suatu hal yang  baik karena ada orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan penilaian terhadap pribadi kita.Berdebathanya akan membuat kita terlihat menutup diri  dan membuktikan bahwa memang benar banyak hal dari diri kita  yang perlu diperbaiki. Sebaliknya, mengajukan pertanyaan terbuka membuat kita tampak kooperatif, fleksibel dan berpikiran terbuka. Bahkan jika kita  tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat mereka, hal ini akan menunjukkan  kematangan sikap kita dalam menanggapi kritikan,  dan  lebih terhormat daripada menerima kritik  secara langsung.

 

2. Tidak berkata "saya tahu"
Jangan pernah berkata "saya tahu" dalam menanggapi kritik. Kalimat tersebut  akan langsung menempatkan kritikus kita  dalam posisidefensif dan mengubah arah komunikasi  yang seharusnya berjalan  produktifmenjadi sebuah argumen. Jika kita  tahumasalah yang dipersoalkan, ungkapkan dengan  kalimat yang lebih positif seperti "saya mengerti", sehingga  pendapat  kedua belah pihak  terakomodasi.

3. Tidak Paranoid

Merasatidak nyaman saat sedang dikritik adalah sangat normal. Meskipun  kritikan itu disampaikan  secara emosional maupunprofesional, namun kita harus menyikapi kritik tersebut  sebagai upaya orang-orang di sekitar kita    menawarkan pendapatnya  agarkitamampu  bertahan dan meningkatkan kualitas diri.


4.Tidak mengatakan“minta maaf”

Tidak perlu meminta maaf,  kecuali pada situasi yang benar-benar mengharuskan kita meminta maaf.  Kata “Maaf”  membuat kita tampak ragu-ragu dan tidak percaya diri.Gantilah kata  "Maaf" dengan respon yang lebih kuat,seperti "Tentu saja, saya akan melakukan perubahan itu." Sebuah janji proaktif akan membantu kita tampaklebih   akuntabel dan terdengar sopan.

 

5.Tidak terlalu keras pada diri sendiri


Kritik adalah bagian dari kehidupankarena ketidaksempurnaan manusia.Kita akan mendapatkannya di setiap bagian kehidupan, baik di rumah maupun di tempat kerja. Jadikan kritikan sebagai investasi atau wujud kepedulian orang  terhadapdiri kita.  Meskipun sulitditerima, sebenarnyapara kritikus memiliki tujuan baik untuk kita.

Salam Semangat...

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!