Home Catatan Kaki PRODUKTIF VS SIBUK
10
Sep
2019
PRODUKTIF VS SIBUK

Oleh : Kikie Nurcholik – Waketum III – Komunitas Printing Indonesia (KOPI)

Kata banyak orang, “kalau mau sukses, harus produktif,” dan “kalau mau produktif, harus kerja keras.”.  Kerja keras hampir selalu identik dengan kesibukan yang super padat, telepon genggam yang selalu berdering setiap saat, dan mengerjakan setumpuk dokumen yang tak kunjung selesai. Benarkah demikian?

Saya melihat bahwa ada perbedaan antara sibuk dengan produktif. Seseorang yang sibuk biasanya dianggap sebagai pekerja yang produktif. Padahal, kalau kita jeli melihat, seseorang bisa saja sangat sibuk, namun tidak produktif. di mana bedanya? Bagi saya, produktif adalah ketika kita mengerjakan sesuatu yang menciptakan nilai (value). Nilai di sini bisa berupa manfaat, uang, makna, dan hasil positif lainnya. Sementara sibuk akan selalu menghabiskan waktu, tenaga, dan upaya, namun tidak selalu menciptakan nilai, makna, manfaat, ataupun uang.

Sumber daya yang nilainya tak sama.

Sebutlah kita miliki tiga sumber daya yang berharga untuk menunjang hidup kita: (1) uang, (2) waktu luang, dan (3) kebebasan.

Saat ini kita cenderung hidup dalam masa di mana uang dianggap sebagai sumber daya yang paling utama dan paling diperhatikan sebagai pusat motivasi untuk kita bekerja.

Pada saat yang sama, kita cenderung tidak menghargai waktu luang dan kebebasan dengan nilai yang sama, utamanya dengan uang. Ketika seseorang meminta waktu kita, misalnya, tentu kita jauh lebih mudah mengabulkan permintaan tersebut dibanding seandainya seseorang meminta uang kita.

Kalau kita memulai kesadaran tentang berharganya ketiga sumber daya ini, maka kita bisa juga merintis pola hidup dan bekerja dengan cara yang baru.

Dan yang lebih menyenangkan adalah saat kita  merasakan sebagai: “produktif tanpa sibuk”.

Sistem Produktivitas Pribadi

Tony Buzan, seorang pakar tentang otak, kecerdasan, dan kreativitas, pernah mengajukan pertanyaan yang menarik:

“Seandainya anda adalah seorang ahli pendidikan, yang berkuasa atas sekolah-sekolah yang menyusun kurikulum, mana yang akan diajarkan terlebih dahulu?

(A)Berbagai pelajaran sekolah yang penting, seperti matematika, ekonomi, dll, atau (B)Bagaimana cara belajar dan menggunakan pikiran kita agar mampu menyerap berbagai proses belajar”

Menurut saya secara logis, jawaban yang benar adalah B dahulu baru A. Saya setuju dengan pendekatan bahwa kita perlu belajar bagaimana cara mempelajari dahulu, sebelum kita belajar tentang berbagai mata pelajaran.

Demikian pula dalam bekerja, bila yang dituju adalah efektivitas, efisiensi dan produktivitas, maka penting untuk mempelajari dahulu bagaimana cara dan sistem bekerja yang baik, sebelum mempelajari bidang pekerjaan kita sesuai deskripsi kerjanya.

Untuk itu, saya pun kemudian mengumpulkan berbagai tips dan pengalaman dari berbagai pakar produktivitas, dan saya bereksperimen dengan berbagai sistem bekerja.

Terus terang, saya suka sistem yang sederhana tapi ampuh, dan dari pengalaman tersebut, saya praktekan, beberapa hal yang saya jalankan, ternyata mampu melesatkan produktivitas saya. tanpa saya menjadi super sibuk.

Dalam kehidupan, kita menemukan berbagai pola perilaku kerja yang dekat sekali dengan kepribadian manusia yang bersangkutan. Mereka yang hidup serba terencana, detail, dan menuliskan segalanya, biasanya sangat produktif, tetapi juga sangat sibuk, di satu sisi mereka menghasilkan banyak uang, tetapi di sisi lain sangat kekurangan waktu luang dan kebebasan. Sedangkan mereka yang hidup serba “mengalir”, tanpa rencana, dan tak menulis tugas terpentingnya, biasanya sangat menikmati hidup. Mereka tidak sibuk karena punya banyak waktu luang dan kebebasan, tetapi tidak jarang, ini menjadi kurang produktif dalam menciptakan nilai, nafkah, dan makna hidup.

Tentunya saran-saran di sini tidak selalu sesuai dengan setiap profesi dan bidang pekerjaan, dan saya bukanlah termasuk penganut perubahan besar dan ekstrem.

Menemukan cinta terhadap pekerjaan adalah bahan bakar yang esensial untuk bergerak menuju “Produktif tanpa Sibuk” bagaimana menurut anda……?

Tak ada salahnya bila kita mulai mencoba, dan ambil yang paling bernilai bagi anda…..

Selengkapnya terdapat pada majalah cetak dan on line INDONESIA PRINT MEDIA edisi 90 Sept-Okt 2019.

Info : WA 0811808282

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!