Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini447
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4057
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26491
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322507
Kami Memiliki: 62 guests online

Home Cetak Mencetak
Cetak Mencetak
Tips Cetak Offset Dengan Mesin Cetak Ukuran Folio / Toko

Terjun pertama kali di dunia percetakan, anda harus belajar banyak mengenai berbagai trik  agar dengan mesin yang tersedia dapat menghasilkan kualitas produk cetak yang maksimal. Karena kualitas  produk maksimal akan  berpengaruh pada kepuasan pelanggan yang pada akhirnya akan menjadikan kita sebagai pilihan dalam berbagai solusi kebutuhan cetak mereka.

Ada berbagai jenis order percetakan, di antaranya cetak kartu  undangan, buku tulis, kop surat, kartu nama, brosur, nota, majalah, karcis dll. Setiap jenis order berbeda-beda proses  pengerjaannya, mulai dari pengerjaan setting atau desain hingga proses pencetakannya di mesin offset. Mari kita bahas satu persatu jenis pekerjaan cetak tersebut.

 
Bagaimana kita melihat Warna

Colorimeter vs Spectrophotometer

Pada edisi yang lalu, kita berbicara tentang tiga elemen persepsi warna seperti obyek, cahaya dan pengamatan. Warna dari suatu obyek memiliki sidik jari (fingerprint) dalam arti kurva spectral yang mewakili jenis dye dan pigmen yang digunakan pada proses produksi. Kurva spectral dapat diketahui dengan menggunakan spectrophotometer untuk mengukur benda tersebut.Tergantung dari jenis bendanya kami memiliki paling tidak tiga jenis utama untuk spectrophotometer yang dapat dijadikan pilihan.

Dalam mengukur warna ada juga alat yang dapat mengukur warna yang disebut colorimeter. Spectrophotometer dan colorimeter terlihat sama karena keduanya dapat mengukur warna dari suatu obyek dengan bantuan cahaya dan foto detector tetapi cara perhitungan dan konversi cahaya pantul dari obyek dan data warna final tidaklah sama.

 
Usaha Menuju Standarisasi Proses Produksi Cetak

Standardisasi disegala proses produksi amat penting dan perlu dilakukan bahkan segera dibakukan agar dapat memperlancar proses produksinya dan bahkan menghasilkan produk yang mutunya standard pula.

Dalam dunia cetak mencetak yang berdemensi sangat tinggi ini, ada dua aspek yang sangat penting saat memproduksi, yaitu bahwa seseorang atau kelompok atau asosiasi yang berkecimpung di industri cetak mencetak, bagaikan ia berdiri tegak dengan satu kaki berdiri di industri grafika/industri jasa yang melayani keinginan pemesan demi mencapai kepuasan pelanggan, sedangkan satu kaki lainnya berdiri di industri pabrikan/manufacturing yang harus memproduksi massal sesuai dengan besarnya pesanan.

 
RAGAM TEKNIK CETAK

Industri percetakan telah berkembang selama dua dekade terakhir, dan sejarah mencatat berbagai  jenis teknik cetak bermunculan pada masanya. Di antara berbagai jenis teknik cetak tersebut, jenis cetak relief oleh sekelompok pengamat dianggap sebagai salah satu jenis teknik cetak tertua. Selanjutnya berkembang teknik cetak offset, dan belakang ini muncul jenis teknik cetak digital yang mampu memproduksi cetakan berkualitas tinggi dalam waktu relatif singkat.

 
VARIABEL KONTRUKSI MESIN CETAK OFFSET

B. Kualitas hasil cetakan (print quality)

Kualitas merupakan hal yang sangat penting dan dominan untuk diwujudkan  oleh sebuah mesin cetak.Meningkatnyakecenderungan  tuntutan pelanggan akan kualitas (quality minded), mengharuskan perusahaan percetakan menghasilkan produk dengan kualitas baik dan konsisten. Oleh karena itu, percetakan harus dilengkapi  mesin cetak yang memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut:

a.     Mampu mencetak blok yang padat / solid dan tanpa cacat(clean  solid printing), artinya mesin cetak harus mampu mencetak bidang penuh/blok yang padat /solid dan  rata tanpa ada bintik-bintik dan kotoran yang terlihat di cetakan blok tersebut. Untuk mampu mencetak blok yang sempurna, maka mesin harus : (1) dilengkapi dengan system penintaan  berikut rol-rol tinta yang memenuhi standar, yaitu luas permukaan rol harus delapan kali dibanding luas bidang cetak mesin cetak; (2) system pembasah yang mampu memberikan  pembasahan rata,  tipis dan berkesinambungan (continuous dampening system), agar keseimbangan tinta dan air dapat dijaga selama proses produksi; (3) tekanan cetak yang stabil (stable impression pressure) yang menjamin kesempurnaan dan kestabilan pengalihan lapisan tinta dari pelat ke blanket dan dari blanket ke kertas.

 
LAMINASI DENGAN SISTEM PANAS (THERMAL)

Laminasi merupakan proses purna cetak. Penggunaan laminasi bertujuan untuk melindungi produk cetak  dari pengaruh cuaca, air atau terpaan panas matahari sehingga lebih awet. Selain itu, laminasi juga berfungsi untuk memberi  kesan artistik (glossy atau dob) pada produk cetak.

 Proses laminasi dapat dilakukan dengan 2  bentuk lapisan plastik, yaitu : (1) dengan lapisan plastik  berbentuk sudut /envelop / pouch dan (2) dengan lapisan plastik  berbentuk gulungan (roll).  Demikian juga dengan metode pengerjaannya dapat dilakukan dengan dua sistem, yaitu (1) sistem panas (thermal) dan sistem dingin (cold). Sedangkan jenis laminasi  dibedakan menjadi dua, yaitu (1) gloss dan (2) dob. Laminasi gloss memberikan kesan mengkilap, sedangkan laminasi dob memberi kesan redup/teduh.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 2 of 5

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!