Visitor

 

Sosial Media

Home Cetak Mencetak Kebutuhan Fotografi pada Kemasan Produk
14
Apr
2022
Kebutuhan Fotografi pada Kemasan Produk

Oleh: Yulius Widi Nugroho, S.Sn, M.Si.

Kemasan dan Foto Poduk saat ini sudah semakin dibutuhkan karena semakin banyak pemilik usaha yang semakin bersaing dan mengeluarkan berbagai macam produk di pasaran. Kebutuhan fotografi produk untuk kemasan ini biasanya untuk kebutuhan tampilan pada website atau katalog. Dalam pembuatannya juga membutuhkan proses yang baik supaya produk tersebut tetap terlihat bagus saat difoto dan harus ada kreativitas agar bisa tampil beda dan menarik dibandingkan produk kompetitor.

Selain kebutuhan untuk foto kemasan, fotografi juga banyak digunakan sebagai elemen grafis pada desain kemasan. Foto sebagai elemen desain kemasan ini penting untuk merepresentasikan isi kemasan, bagaimana tampilan visual terbaiknya agar calon pembeli bisa mengetahui bagaimana wujud produknya.

Untuk kebutuhan-kebutuhan di atas, jasa fotografi ...

 

untuk produk semakin banyak di Indonesia, mulai dari fotografi kemasan produk, foto sebagai elemen desain promosinya hingga event penting yang biasanya dilakukan untuk kegiatan pemasaran. Pemilihan jasa fotografi yang tepat akan memaksimalkan hasil foto yang diinginkan. Fotografer yang terbiasa memotret wedding/pernikahan, akan sedikit kesulitan apabila mengerjakan proyek fotografi untuk produk, karena pendekatan teknisnya berbeda, dan apalagi maksud serta tujuan pengambilan fotonya berbeda.

Foto Pada Tampilan Kemasan

Bagi pebisnis produk makanan atau produk lainnya, kemasan tentunya hal yang sangat penting. Desain gambar kemasan menjadi salah satu hal wajib untuk diperhatikan oleh pelaku bisnis. Desain kemasan punya andil yang sangat kuat untuk membantu menarik perhatian konsumen. Hanya dari pandangan pertama konsumen bisa jatuh hati pada produk dengan kemasan cantik.

Kemasan yang baik tidak hanya sebatas pada fungsinya untuk menjaga sebuah produk agar tetap berkualitas, namun bisa juga membantu meningkatkan penjualan dan nilai jual produk. Desain Kemasan produk ada standar kualitas produk, bahkan diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan, label produk sekurang-kurangnya memuat nama produk, berat bersih atau isi bersih, serta nama dan alamat pihak yang memproduksi atau importir pangan ke dalam wilayah Indonesia.

Desain Kemasan mempunyai tujuan utama untuk menunjang keberhasilan suatu produk, dan kualitas produk dan desain kemasan produk adalah dua hal yang harus sama-sama diperhatikan dan dipersiapkan dengan baik. Mengenai tampilan gambar pada kemasan dapat diungkapkan melalui gambar ilustrasi manual/digital ataupun melalui fotografi atau keduanya. Fungsi utama dari gambar ini adalah untuk informasi visual tentang produk, sebagai pendukung teks tentang sebagai penangkap mata calon pembeli untuk bisa tertarik dan membaca teks. Ilustrasi dengan gambar/foto pada kemasan dapat ditampilkan berupa barang produknya secara penuh atau detailnya.

Gambar dengan media fotografi sering digunakan untuk meyakinkan kualitas isi barang karena lebih menampilkan kenyataan produk tersebut. Hal ini sering dipakai pada kemasan makanan karena fotografi bisa menampilkan realitas makanannya hingga mampu membangkitkan selera calon konsumen. Fotografi juga lebih mampu menggambarkan bahan dasar alami dari isi produk tersebut, misalnya sayur, buah-buahan, daging, ikan, dan lainnya.

Tampilan Foto pada kemasan untuk produk-produk makanan instan, olahan, bumbu, atau sejenisnya digunakan untuk sekaligus memberikan gambaran pada calon konsumen. Sajian foto makanan menunjukkan bagaimana makanan tersebut disajikan, misalnya pada kemasan mie instan produk yang dijual berbebtuk mie kering dengan bumbu kering, tetapi pada foto kemasan menunjukkan mie tersebut ada kuah yang disajikan dalam mangkuk. Produk mie instan kuah tersebut butuh foto untuk meyakinkan pembeli bahwa produk yang dibeli tidak salah dengan mie instan yang model mie goreng.

Menggunakan foto pada desain kemasan bertujuan untuk menimbulkan kepercayaan konsumen terhadap bentuk isi produk, karena foto menggambarkan produk sesuai bentuk aslinya. Seperti tampak pada contoh kemasan bumbu rendang, ditampilkan foto masakan rendang yang sudah jadi. Hal ini diharapkan pembeli lebih yakin akan produk yang dijual, dibandingkan tampilan kemasan yang hanya tulisan saja tanpa adanya foto ilustrasinya.

Pada contoh foto pada kemasan bumbu, kemasan ada foto masakan yang sudah jadi berupa daging rendang. Selain meyakinkan calon pembeli, juga memudahkan pembeli memilih produknya dan gambaran masakan setelah jadi.

Untuk jenis produk kosmetik juga membutuhkan foto yang menampilkan wajah cantik, paras ayu dengan kulit halus yang lembut untuk merepresentasikan hasil dari penggunaan kosmetik tersebut. Sehingga foto pada kemasan mempunyai peranan sangat penting dalam menjelaskan produk, tentang apa isinya, bagaimana hasil akhirnya, ataupun hanya kepentingan artistik tampilan kemasan produk.

 

Foto Produk Kemasan Untuk Pemasaran

Media Fotografi untuk mengenalkan produk yang paling umum dipahami adalah foto katalog atau foto produk untuk kebutuhan toko online atau brosur cetak. Cara-cara untuk membuat produk dalam kemasan tetap terlihat bagus ketika difoto, tentunya harus diimbangi dengan kreativitas fotografer. Foto produk yang menarik sangat penting dalam meningkatkan penjualan, dan foto produk yang baik bertujuan untuk mewakili visual sebuah brand.

Foto produk yang baik dapat menambah kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual. Pada saat yang sama foto produk kemasan bisa digunakan untuk membangun brand image yang diharapkan dapat menarik lebih banyak konsumen. Untuk membuat foto produk yang baik  perlu menyusun konsep yang jelas, memiliki cerita atau story telling yang mencerminkan produk yang dijual. Dalam membuat foto produk perlu point of interest pada foto agar produk dapat tampil maksimal dengan mempertimbangkan target konsumen yang diinginkan agar dapat menarik konsumen secara tepat.

Secara teknis fotografi produk perlu memperhatikan pencahayaan yang pas, dan disarankan sumber cahaya tidak ditempatkan di depan kamera yang dapat menyebabkan hasil foto kurang bagus. Pencahayaan yang pas bisa menampilkan detail kemasan produk, mengetahui produk itu dikemas menggunakan plastik, kaca, atau yang lain. Penggunaaan background dan properti juga harus sesuai dengan konsep yang telah buat.

Background foto memang hal penting yang banyak menentukan tampilan kemasan produk yang disajikan. Dari awal harus dicocokkan warna antara produk dan background untuk menghindari tampilan yang flat atau kurang kontras. Background biasanya dipisahkan dengan jelas dari objek, sehingga tepian objek akan lebih jelas. Misalnya, background warna putih harus dua kali lebih terang dari objek utama, dan warna hitam harus lebih gelap dari objeknya.

Pencahayaan saat pemotretan produk murni bergantung pada jenis objek yang akan difoto, selain itu memastikan bahwa produk tidak memiliki bayangan yang mengganggu. Hal utama dalam pemotretan produk adalah memperhatikan permukaan produk, jika produk mempunyai permukaan mengkilat maka pada pemotretan perlu perlakuan khusus, sehingga produk akan memantulkan apa saja yang ada disekitarnya. Pemecahannya sumber cahaya yang digunakan berukuran besar menyesuaikan besar produknya, sehingga pantulan yang didapat dari produk bisa terkontrol dengan baik.

Jika permukaan produk tidak mengkilat, secara teknis pencahayaan mungkin lebih sederhana, yang diperhatikan bukan pantulan cahaya di permukaan objek tetapi bayangan yang terjadi akibat pencahayaan. Bayangan bisa diatur dengan difuser atau softbox agar bayangan tidak terlalu keras. Hal-hal tersebut perlu pengetahuan fotografi yang mumpuni, sehingga tidak bisa sembarangan dilakukan oleh orang yang tidak terbiasa dengan hal-hal fotografi.

Menggunakan jasa fotografer profesional menjadi pilihan utama, meskipun kita benar-benar dapat mengambil foto produk yang baik secara mandiri, seringkali masih lebih memilih seorang profesional. Fotografer profesional yang tepat akan membawa hal-hal yang mungkin saja tidak terpikirkan oleh produsen/marketing. Fotografer yang memiliki pengalaman fotografi produk serta produk styling akan lebih memahami seluk-beluk pemotretan produk, sehingga tampilan produk akan benar-benar menjadi ujung tombak pemasaran.

Di jaman media online foto produk layaknya memajang barang dagangan di etalase, sehingga tentunya apa yang ditampilkan harus mampu menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Tampilan yang menarik tentu akan lebih dilirik daripada yang asal-asalan, sehingga foto produk harus digarap secara serius. Foto-foto tersebut juga akan berpengaruh terhadap brand image dari produk itu sendiri. Sentuhan artistik dari seorang profesional, sebuah produk kuliner yang sederhana akan tampak istimewa dan kemasannya pun tampak lebih baik dilihat. Promosi melalui media sosial yang ditunjang dengan tampilan foto produk yang bagus juga sangat berdampak terhadap omzet.

Kemasan Untuk Branding Bisnis Online

Kualitas produk memang menjadi poin utama kesuksesan bisnis di dunia maya, namun sebagai produsen/penjual tidak boleh mengesampingkan kemasan produk yang digunakan untuk membungkus produk para konsumen. Tampilan fisik selalu menjadi tolok ukur pertama kali yang mereka lihat saat menerima kiriman paket dari penjual, dan ternyata cukup mempengaruhi tingkat kepuasan para konsumen. Bila kemasan produk yang digunakan cukup unik dan menarik, tentunya konsumen akan merasa senang ketika menerima kiriman paket pesanannya. Citra bisnis mulai terbangun sehingga para konsumen pun tak sungkan untuk melakukan order berikutnya di toko online langganan.

Dari fenomena itu perlu memperhatikan kemasan produk dan cara packing sebelum dikirimkan ke para pembeli. Berikut hal-hal penting yang perlu diperhatikan para pemilik bisnis online ketika mengemas produk orderan para konsumen. Pertama adalah menciptakan ciri khusus/spesial pada kemasan produk yang digunakan untuk mengenalkan brand toko online ke setiap konsumen. Bisa menggunakan gaya pengemasan yang unik atau warna senada secara konsisten agar konsumen mulai mengenalinya sebagai brand atau image khusus bagi toko online.

Kedua, menggunakan bahan kemasan yang baik. Misalnya, banyak pelaku bisnis toko online yang memilih menggunakan kardus biasa untuk mengemas makanan. Sebaiknya hindari penggunaan kardus biasa untuk mengemas makanan, maksudnya makanan bersinggunagan secara langsung dengan kardus yang tidak food-grade. Namun, apabila memang terpaksa menggunakan kardus bekas, siasati dengan melapisinya dengan plastik atau kertas roti sebelum makanan dikemas pada kardus tersebut. Dengan bahan kemasan yang baik tentunya juga lebih menguntungkan dalam upayanya membuat foto produk yang lebih baik.

Ketiga, kreativitas fotografer untuk ...

Selengkapnya terdapat pada majalh cetak&digital INDONESIA PRINT MEDIA edisi 105 Maret-April 2022

Info : 0811808282

 

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!