Home Cetak Mencetak Konsumsi Tinta Cetak
05
Dec
2012
Konsumsi Tinta Cetak

Konsumsi tinta cetak  merupakan  faktor yang cukup menentukan dalam melakukan  kalkulasi biaya cetak,  yaitu dapat mencapai 2% hingga 10% dari total biaya produksi cetak.

Menghitung aproksimasi pemakaian tinta cetak dalam merencanakan produksi adalah hal yang cukup rumit, karena banyaknya faktor yang sulit dihitung secara linear. Jenis dan warna tinta, jenis kertas serta ratio penintaan, ukuran dan jumlah cetakan adalah beberapa contoh  parameter yang tidak mudah untuk dihitung.

Berlebihan dalam membeli tinta cetak akan meningkatkan biaya inventori dan umur tinta akan mempengaruhi kesehatan penyimpanan tinta cetak. Sebaliknya, kekurangan tinta cetak dalam produksi akan menimbulkan masalah dalam menjaga mutu cetakan serta menimbulkan biaya tambahan akibat  terhentinya operasi mesin cetak.

Perencana produksi cetakan yang handal akan membuat tabel parameter di atas dan meng-implementasikan-nya  dalam bentuk worksheet. Beberapa konsultan cetak juga menawarkan program-program tersebut untuk mempermudah perencana dalam meng-estimasi pemakaian tinta cetak. Bahasan  lengkap tentang hal ini dapat dibaca di Graphic Arts Technical Foundation (GATF)/1999: “Handbook of Graphic Arts Equations”, karangan Manfred H. Breede. Buku yang dilengkapi dengan program “ABACUS” ini  menguraikan hal tersebut di halaman  137-141.

Beberapa tabel dan uraian berikut  adalah saduran dari buku tersebut:

Urutan Pemakaian Tinta (dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi):

Jenis Kertas: Enamel paper < Coated paper < Matte & dull coated paper < Uncoated paper

Jenis & Warna: Tinta Hitam < OPV & Tinta Dasar/Transparent < Hijau & Ungu < Magenta < Kuning Proses & Cyan < Perak < Tinta Fluorescent < Tinta Logam < Putih Opaque

Cross Table konstanta Pemakaian Warna & Kertas

 

Tinta/Kertas       Enamel         Coated         Matte           Uncoated

 

Hitam                  390               375                275               -

OPV                     400               375                350               -

Transparent         400               380                375               250

Hijau                    360               350                335               235

Ungu                    360               350                335               235

Kuning Proses      355               355                340               225

Cyan                    355               340                335               220

Magenta              350               345                340               225

Perak                   335               300                285               220

Flourencent         270               240                240               160

Logam                 215               200                200               130

Putih Opaque      200               175                165               135

 

Rumus pemakaian tinta

(Luas area gambar dalam inch x Jumlah Cetakan x Jenis Area Penintaan) / (Konstanta Warna & Kertas x 1.000) = ……………… lb

Jenis Area Penintaan adalah sebuah faktor konstanta yang meningkat sesuai dengan jenis penintaan. Jenis text diasumsikan Area Penintaannya 1.0 dan blok penuh (full solid) 1.1.

Membuat perkiraan jumlah tinta yang diperlukan untuk suatu job bisa dibuat sederhana, tetapi untuk mendapatkan ketelitian yang baik adalah hal yang tidak mudah. Pada umumnya penyimpangan bisa  mencapai kisaran 5 – 15%.

Perkiraan jumlah tinta dapat dibuat dengan beberapa asumsi penyederhanaan.

1.      Berat Jenis = 1 kg/liter (= gram/cm³).

Perhitungan dibuat untuk tinta yang berat jenisnya kira-kira = 1 kg/liter. Tinta yang umum digunakan berada dalam kisaran 0,95 – 1,05. Istilah yang sering digunakan adalah SP (tanpa satuan), singkatan dari specific grafity, yang merupakan rasio atau perbandingan massa jenis suatu zat terhadap massa jenis air.

Catatan:Istilah Berat Jenis bukan istilah yang tepat, digunakan disini karena sudah ‘biasa’. Yang benar adalah “Massa Jenis”, dengan satuan [kg/m³] atau satuan turunannya kg/liter atau gram/cm³.

2.      Tebal Tinta di atas kertas = 1 mikron = 0,0001 cm (1 gram/m²).

Ink Film Thickness atau tebal tinta basah di atas kertas pada mesin cetak offset sheetfed berkisar pada 0,7 – 1,1 mikron [Heidelberg, Colour and Quality]. Untuk web offset di atas kertas koran, tebal tinta 1,0 – 1,5 mikron.

3.      Area Liputan (Coverage Area) = 25%

Yang dimaksud coverage area adalah wilayah permukaan kertas yang ditutup tinta. Area liputan 25% artinya seolah-olah seluruh permukaan kertas dicetak raster 25%. Coverage area teks normal biasanya dianggap 15%, sedangkan gambar separasi diperkirakan sekitar 30%.

Berat tinta yang diperlukan dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

W = V x BJ

Di mana :W = berat, V = volume, BJ = Berat Jenis.

Volume tinta diperoleh dari : Luas Kertas (panjang x lebar) x tebal tinta x jumlah lembar cetak.

Sebagai contoh,  konsumsi tinta untuk 10.000 lembar Artpaper ukuran 65cm x 100cm, 2 muka dicetak raster (≈25%), dapat dihitung sebagai berikut:

Volume tinta untuk 2 muka: 65cm x 100cm x 0,0001cm x 10.000 x 2 = 13.000 cm³.

Berat tinta yang diperlukan adalah:

W = V x BJ x 25% → W= 13.000 cm³ x 1 gram/cm³ x 0,25 = 3.250 gram = 3,25 kg.

Agar hasil perhitungan lebih tepat, carilah  data yang lebih akurat mengenai spesifikasi tinta dari produsennya. Karena, Berat Jenis, Tebal Tinta dan Area Liputan jenis tinta yang digunakan  bisa jadi  jauh berbeda dari asumsi di atas.

Perhitungan dengan cara berbeda telah dijelaskan oleh Herman Pratomo dan Sugeng Endarsiwi di www.kertasgrafis.com

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!