Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini72
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini72
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31828
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327844
Kami Memiliki: 34 guests online

Home Cetak Mencetak DIGITAL PRINTING SUPLEMEN CETAK KONVENSIONAL
05
Apr
2014
DIGITAL PRINTING SUPLEMEN CETAK KONVENSIONAL

Perkembangan teknik cetak mencetak belakangan ini disemarakkan dengan hadirnya digital printing yang pada dasarnya memanfaatkan gelombang cahaya (seperti sinar laser, sinar ultra violet dan sinar infra merah) atau teknologi lain untuk proses pengalihan gambar atau pembentukan imagenya.

Apabila membahas tentang teknik cetak mencetak, maka didalam buku “Hand book of Print Media” halaman 42, dijelaskan bahwa teknik produksi cetak terbagi dalam dua golongan besar, yaitu: (1) teknik cetak dengan acuan yang permanen (conventional printing/with master) seperti letterpress, rotogravure, lithography/ offset dan screen printing; dan (2) teknik cetak dengan acuan tidak permanen (non-impact printing/masterless) seperti electrophotography, magnetography, ionography, ink-jet, thermography, photography, X-graphy dan electrography.

Namun kemudian pada bagan halaman 763 dijelaskan adanya teknik cetak gabungan, yaitu yang menggabungkan antara teknik cetak yang menggunakan acuan permanen dan teknik cetak yang tidak menggunakan acuan, dan/atau sebaliknya antara kelompok yang sama,  yang disebut selanjutnya disebut  “hybrid printing system”. Sebagai contoh hybrid printing system itu seperti penggabungan antara teknik cetak ofset dengan flexography, teknik cetak ofset dengan ink-jet, electrography dengan ink-jet, teknik cetak ofset dengan letterpress, dll. Penggabungan teknik produksi cetak ini diakibatkan oleh tuntutan pemesan yang menginginkan hasil cetak yang memenuhi seleranya.

Pendapat lain mengemukakan bahwa teknik produksi cetak dikelompokkan menjadi 4 (empat) kelompok besar, yaitu :

1. Conventional printing

2. Computer to film

3. Computer to plate

4. Computer to Print

 

TEKNIK DIGITAL PRINTING

Pada kesempatan penulisan kali ini akan mensitir, mengapa digital  printing (yang masuk didalam kelompok computer to print yang masterless) dapat berkembang dan merajalela diblantikan cetak mencetak, apa kelebihan  dan kekurangan dari teknik cetak digital printing yang tergolong didalam teknik cetak yang semuanya tidak menggunakan acuan permanen (non-impact printing /masterless) ini.

1. Secara umum kelebihan teknik digital printing dibanding conventional printing

     (a) Waktu produksi dari pengolahan naskah sampai memperoleh hasl cetakan sangat singkat. Hal itu dikarenakan pembentukan image berdasarkan postscript yang sudah tersedia (apabila ordernya 4 warna, pembentukan image 4 warna itu dilakukan bersamaan dan dengan register yang akurat), (b) dalam proses produksinya, tanpa menggunakan film, tanpa bahan kimia, dan penintaannyapun secara otomatis.

      Dengan kelebihan itu, maka teknik digital printing memungkinkan untuk mampu menerapkan sistem  print on demand , yaitu suatu sistem yang sangat concern dengan ketepatan waktu, seperti pelayanan yang lengkap yang mencakup waktu cetak dan kirim, banyaknya oplah yang diinginkan, waktu kapan dibutuhkan, mutu yang disepakti pemesan dan dimana harus dikirim sesuai keinginan pemesan.

     Teknologi digital yang concern dengan print on demand, dan sudah banyak di kalangan industri cetak mencetak, seperti: Indigo, GTO Direct Imaging System (GTO DI), Micropress, Electroprint, Docutex, Quick Master, dll yang semuanya berlomba untuk merebut pasar dalam menyajikan hasil cetak yang sesuai dengan keinginan pelanggan.

      Namun demikian, perusahaan juga tetap harus memperhatikan kelangsungan hidup perusahaannya, yaitu: (1) order cetakan yang cukup dan berkesinambungan /stabil agar dapat mengimbangi besarnya biaya yang diinvestasikan untuk pengadaan sarana, prasarana, peralatan cetak, pengeluaran operasional perusahaan, dll; (2) memenuhi permintaan pelanggan yaitu: harga yang wajar dan bersaing, tepat waktu pengiriman dan kualitas yang memuaskan; (3) dapat bersaing dengan fair dalam hal besarnya harga, kualitas/mutu pelayanan/servis dan tingginya kualitas/mutu barang cetakan, dan (4) waktu yang dibutuhkan untuk kembalinya modal/investasi (ROI) yang ditanam dan besarnya keuntungan yang harus diperoleh.

2. Teknik cetak digital yang mampu dan unggul untuk memproduksi dalam waktu yang singkat sangat tepat untuk kelompok atau perorangan, seperti: pengusaha periklanan/reklame, pengusaha jasa (pesawat udara, hotel, konsultan,dll), sektor pendidikan, asuransi, perbankan, pemerintah, dan elemen masyarakat lain/pengusaha yang waktunya sangat sempit, namun menginginkan barang cetakan yang cepat dengan pelayanan yang cepat dan akurat.

Kekurangan teknik digital printing dibanding conventional printing: ...

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 57 Maret - April 2014

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!