Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini64
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini64
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31820
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327836
Kami Memiliki: 27 guests online

Home Cetak Mencetak VARIABEL KONTRUKSI MESIN CETAK OFFSET
14
Aug
2014
VARIABEL KONTRUKSI MESIN CETAK OFFSET

B. Kualitas hasil cetakan (print quality)

Kualitas merupakan hal yang sangat penting dan dominan untuk diwujudkan  oleh sebuah mesin cetak.Meningkatnyakecenderungan  tuntutan pelanggan akan kualitas (quality minded), mengharuskan perusahaan percetakan menghasilkan produk dengan kualitas baik dan konsisten. Oleh karena itu, percetakan harus dilengkapi  mesin cetak yang memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut:

a.     Mampu mencetak blok yang padat / solid dan tanpa cacat(clean  solid printing), artinya mesin cetak harus mampu mencetak bidang penuh/blok yang padat /solid dan  rata tanpa ada bintik-bintik dan kotoran yang terlihat di cetakan blok tersebut. Untuk mampu mencetak blok yang sempurna, maka mesin harus : (1) dilengkapi dengan system penintaan  berikut rol-rol tinta yang memenuhi standar, yaitu luas permukaan rol harus delapan kali dibanding luas bidang cetak mesin cetak; (2) system pembasah yang mampu memberikan  pembasahan rata,  tipis dan berkesinambungan (continuous dampening system), agar keseimbangan tinta dan air dapat dijaga selama proses produksi; (3) tekanan cetak yang stabil (stable impression pressure) yang menjamin kesempurnaan dan kestabilan pengalihan lapisan tinta dari pelat ke blanket dan dari blanket ke kertas.

Penampang sistem penintaan itu memperlihatkan bahwa setiap rol form bersinggungan/dilayani oleh satu rol distribusi.Dengan konstruksi rol-rol tinta demikian, pendistribusian tinta ke  permukaan pelat menjadi lebih baik serta hasil cetak dengan ketebalan tinta yang baik dan konsisten/tetap sehingga densitas warnanya baik.

 b. Mampu mereproduksi titik raster  dengan tajam  (sharp dot reproduction). Titik-titik raster yang tercetak merupakan sarana  pembentuk gambar/wujud suatu model.Oleh karena itu,raster yang tercetak harus tetap solid, tidak membesar, tidak mengecil bahkan tidak boleh berubah bentuknya (dalam istilah dunia cetak mencetak tidak boleh timbul dot-gain).

Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya dot gain. Agar tidak terjadi dot gain, maka kondisi berikut pada mesin harus terjamin: (1) system penintaan  dengan kondisi rol-rol tinta stabil; (2) sistem pembasahan stabil dengan memberikan air yang tipis, rata, dimana pada bagian non-image air hanya cukup untuk menolak tinta saja; (3) tekanan cetak yang stabil, artinya pada mesin cetak dapat dilakukan perubahan/penyetelan untuk memperoleh tekanan yang stabil dalam mencetak berbagai jenis ketebalan kertas danberbagai  jenis permukaan kertas.

c. Ketepatan cetak yang baik (precise registration), artinyamesin cetak  harus mampu mencetak dengan presisi yang tinggi antara warna satu dan warna seterusnya didalam pencetakan proses warna, untuk  semua jenis kertas dan model cetakan yang bervariasi. Untuk tujuan itu, maka :

(1) system penepat kertas (front lay dan side lay) harus bekerja dengan akurat;

(2) system kerja gripper harus sempurna (pre-gripper, gripper, transfer gripper dan delivery gripper) dalam mengalihkan dan menerima lembar kertas;

 (3) system bushing pelumasan sentral  menjamin perputaran mesin stabil dan tekanan cetak stabil.

d. Kemampuan yang handal mencetak multi warna (reliable multi color capability), artinyamesin cetak harus mampu dan  handal untuk mencetak proses warna & warna khusus/spot color sekaligus. Mesin demikian harus dilengkapi  dengan system yang menjamin diperoleh ketepatan cetak yang akurat dan system yang menjamin diperoleh tebal lapisan tinta yang stabil.Karena kedua aspek itu yang menentukan keberhasilan  mutu/kualitas barang cetakan.

 

C. Fleksilibilitas (flexibility)

a. Fleksibilitas ukuran kertas (paper size flexibility) dan kestabilan penanganan kertas tipis (stabilized thin paper handling), yaitu suatu kemampuan dari mesin cetak untuk  mampu: (1) mencetak ukuran kertas dari ukuran terkecil sampai ukuran terbesar dari mesin tersebut, misal dari ukuran A4 sampai ukuran A0; (2) mampu mencetak kertas yang paling tipis dan paling tebal  atau yang paling ringan dan paling berat dari mesin tersebut,  misal dari berat 40 gram/m2 sampai dengan berat 500 gram/m2, atau tebal 0.05 mm sampai dengan 0,6 mm.

      Agar mampu mencetak kertas yang sangat bervariasi ketebalannnya, maka mesin harus dilengkapi dengan : ...

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 59 Juli - Agustus 2014

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!