Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini88
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini88
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31844
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327860
Kami Memiliki: 50 guests online

Home Cetak Mencetak Bagaimana kita melihat Warna
06
Feb
2015
Bagaimana kita melihat Warna

Colorimeter vs Spectrophotometer

Pada edisi yang lalu, kita berbicara tentang tiga elemen persepsi warna seperti obyek, cahaya dan pengamatan. Warna dari suatu obyek memiliki sidik jari (fingerprint) dalam arti kurva spectral yang mewakili jenis dye dan pigmen yang digunakan pada proses produksi. Kurva spectral dapat diketahui dengan menggunakan spectrophotometer untuk mengukur benda tersebut.Tergantung dari jenis bendanya kami memiliki paling tidak tiga jenis utama untuk spectrophotometer yang dapat dijadikan pilihan.

Dalam mengukur warna ada juga alat yang dapat mengukur warna yang disebut colorimeter. Spectrophotometer dan colorimeter terlihat sama karena keduanya dapat mengukur warna dari suatu obyek dengan bantuan cahaya dan foto detector tetapi cara perhitungan dan konversi cahaya pantul dari obyek dan data warna final tidaklah sama.

Spectrophotometer menggunakan prisma yang membagi energi cahaya, dengan menghitung rasio antara cahaya yang terserap dan yang terpantulkan (terkirim kembali) dari obyek dan ditampilkan dengan kurva spectral ketika colorimeter meniru kemampuan mata dalam menyamakan warna dengan menghitung rasio dari cahaya yang terpantul dengan filter Merah, Hijau dan Biru (RGB). Colorimeter dibuat untuk meniru 3 rangsangan pada mata.Ini merujuk pada tiga rangsangan pencocokan warna.

Mata adalah alat yang sangat baik dalam pencocokan warna. Dengan memahami kemampuan pencocokan warna dari mata, kita sudah dapat mengerti bagaimana cara colorimeter bekerja.

 

Apakah anda tahu ……..

Putih adalah kombinasi dari semua warna.Putih bukanlah warna yang
       sesungguhnya dan mengandung semua warna pelangi beserta seluruh datanya
.

 

Mata terdiri dari banyak komponen dan bagian terdalam yaitu bagian paling belakang adalah retina.Retina terdiri dari banyak batang dan kerucut. Badang-batang tersebut berguna untuk melihat di malam hari, kerucut sebagai penerima cahaya untuk pengelihatan akan warna.

Ada tiga jenis kerucut, penerima cahaya merah, hijau dan biru yang peka terhadap gelombang tertentu dari energy cahaya.Kerucut MERAH peka terhadap gelombang terpanjang, HIJAU peka terhadap gelombang sedang dan BIRU peka terhadap gelombang terpendek.

Ketika kita melihat sebuah contoh warna dibawah cahaya tertentu, sel kerucut RGB akan memiliki respon yang berbeda yang membuat kita membuat keputusan dalam mencocokan warna pada otak dan juga mengidentifikasi warna tertentu dari sebuah obyek. Sama seperti itu, filter RGB, biasanya terbuat dari kaca ataupun plastic, pada colorimeter meniru tingkah laku dari kerucut merah,hijau dan biru pada mata.

Jadi, perbedaan antara spectrophotometer dan colorimeter adalah melihat onyek dibawah sinar matahari dimanakita bisa melihat perbedaan warna sebagai mereah, kuning, biru, coklat, ungu, dan lain sebagainya. Tetapi kita tidak tahu tipe dan berapa banyak dye atau pigmen yang mewarnai obyek tersebut. Dalam memproduksi warna sangatlah penting untuk menentukan tipe serta jumlah dye dan pigmen yang digunakan secara stabil untuk membuat warna produk menjadi konsisten dengan menggunakan dye dan pigmen dengan kadar yang sama untuk mendapatkan warna yang cocok.

KEGUNAAN DARI DATA SPECTRAL

Pada saat spectrophotometer secara luas digunakan pada banyak bidang, masih ada beberapa bidang yang dianggap menggunakan colorimeter saja sudah cukup. Kenyataannya, dalam beberapa tahun terakhir teknologi  colorimeter cukup berkembang pesat. Walaupun begitu, spectrophotometer terus berkembang untuk dapat menghasilkan pengukuran warna yang lebih baik dan akurat terutama dalam mendeteksi metameric pada pencocokan warna.

Metamerism adalah fenomenayang terjadi ketika 2 warna yang cocok dibawah satu macam iluminasi tetapi tidak cocok pada semua tipe iluminasi.

Gambar 1 menunjukkan sekelompok warna yang cocok pada 3 macam iluminasi (lihat contoh non-metameric) dan kelompok kedua adalah warna yang cocok hanya pada iluminasi ketiga, tetapi tidak cocok pada iluminasi kesatu dan kedua (lihat contoh metameric)

Non-metameric yang cocok berarti standar dan contoh hasil produksi  memiliki kurva spectral yang sudah seperti satu kurva spectral, dan kedua kurva saling bertumpuk pada rentang gelombang kasat mata. Disisi lain, pada metameric memperlihatkan kedua kurva spectralstandard dan yang kedua adalah contoh hasil produksi. yang tidak sepenuhnya mirip karena bentuk kurva spectral terlihat menjauh pada bagian-bagian tertentu sepanjang rentang gelombang yang kasat mata. Karena itulah, dengan hanya melihat kurva spectral memberi indikasi yang sangat baik apakah dye atau pigmen yang dipakai memberi kombinasi yang cocok danlam menyamai target standard.

Kegunaan penting yang lain pada kurva spectral adalah dapat segera diketahui tingkat putih dan keberadaan dari Optical Brightening Agent (OBA) yang biasa ditemui pada kertas dan bahan tekstil. OBA berguna untuk membuat kertas putih atau bahan tekstil tampil lebih putih dibanding putih yang ideal.

Putih yang ideal memiliki 100% pantulan dan tampil sebagai garis lurus pada spektrum yang terlihat mata. Putih kebiruan terlihat lebih nyaman pada mata karena melambangkan putih bersih. Ketika putihnya kertas atau tekstil berwarna kekuning-kuningan atau kemerahan, menandakan bahwa sudah berumur atau terkontaminasi.

Pada Gambar 2, lembaran kalibrasi putih harus digunakan untuk mengkalibrasi spectrophotometer, mempunyai garis yang hampir lurus pada spektrum. Tetapi jika mengandung OBA, akan ada lonjakan (mirip punuk unta) pada posisi 400-500nm. Gelombang akan menurun dan cenderung rata ketika mendekati posisi merah pada kurva. Jika pada obyek mengandung OBA yang cukup besar, puncak punuk unta akan semakin tajam dengan pantulan lebih daripada 100%.

Nilai spectral dapat digunakan untuk banyak hal seperti ...

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi terbaru Januari - Februari 2015

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!