Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini66
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini66
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31822
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327838
Kami Memiliki: 29 guests online

Home Cetak Mencetak Surfactant VS Isophrophyl Alcohol (Bagian 3)
29
Mar
2016
Surfactant VS Isophrophyl Alcohol (Bagian 3)
Written by Administrator   

Surfactant VS Isophrophyl Alcohol  (Bagian 3)

SERIE CETAK OFFSET LITHOGRAPHY (Ink Water Ballance)

Oleh Kikie Nurcholik

Sekjen KOPI (Komunitas Printing Indonesia)

 

Pada tulisan sebelumnyatelah disebutkan  bahwa “Mutu air yang baik sangat penting untuk dapat mencetak dengan kualitas tinggi pada proses Offset Lithography.”

 

Pada bagian ketiga ini akan dibahas  mengenai klasifikasi air yang digunakan sebagai air pembasah dalam derajat kekerasan.Setelah dicampur fountain, air  akan bereaksi secara akumulatif dan semakin tinggi derajat keasamannya. Hal  ini disebabkan oleh aktifitas air, dimanadalam proses tersebut  terjadi reaksi kimiawi.

Aktivitas air  adalah angka yang menunjukkan intensitas air di dalam unsur-unsur bukan air atau benda padat. Secara sederhana, hal tersebut dapat dijelaskan sebagai ukuran dari status energi air dalam  suatu proses bercampur. Semakin tinggi suhu,biasanya aktifitas air juga akan naik, kecuali untuk benda yang mengkristal seperti garam atau gula. Semakin tinggi aktifitas air dalam sebuah benda, maka akan lebih menopang kehidupan mikroorganisme, bakteri dan jamur. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas dan derajat keasaman air pembasah.

Salahsatu formula Fountain Solution yang dominan adalah surfactant(surface active agent).  Surfactant yang terkandung pada air pembasah dapat terakumulasi secara simultan setiap waktu.Setelah bercampur dengan air, surfactantakan menjadimaterial dengan molekul yang memiliki karakter ganda.Selain bersifat Hydrophilic (sifat “suka” air)yang  berkorelasi secara langsung dengan gom yang terdapat pada bagian non gambar pada pelat cetak,  juga akan memiliki sifat kebalikannya,  yaitu Hydrophobic (sifat “takut” air).

Sifat Hydrophilic dapat dilihat  pada  lapisan non gambar di pelat cetakyang  selalu disukai air, sedangkan sifat hydrophobic dapat ditemukan pada kasus chrome roller yang terkelupas.Chrome roller adalah roller pendistribusi utama larutan air pembasah.Kasus ini terkelupas ini dapat terjadi  salah satunya  akibat pengaruh kandungan surfactant dalam air, yang memiliki  karakter ganda.Molekul-molekul  di dalamnya cenderung bertemu pada titik singgung saat terjadi reaksi kimiawi.

Surfactant dimanfaatkan para ahli untuk melarutkan partikel emulsi, namun zat ini juga dapat "menghantam” partikel kuat yang memiliki permukaan halus seperti lapisan chrome roller,

Air yang terkandungdalam  surfactant dapat menyebabkan gangguan pada chrome roller saat zat ini  berusaha menstabilkan foam (busa) yang tidak diinginkan.Foam yang melekat pada permukaan chrome roller akan mengganggu proses emulsi tinta, dimana tinta menjadi tidak tahan air.Tugas air pembasah mengharuskan campuran cairan ini melekat pada material yang solid (chrome roller), salah satu tugasnya adalah untuk menstabilkan gelembung udara (foam) yang terbentuk. Semakin banyak gelembung yang melekat dan terakumulasi, maka semakin banyak pula bahan formula Surfactant ini melekat pada roller chrome, sekaligus dapat merusak dry strength chrome roller itu sendiri, atau malah merusak "fine-particle retention" nya. Dan pada kondisiekstrim, partikel chrome roller yang terdapat pada permukaannya dapat terganggu, akhirnya terjadilah kasus permukaan chrome roller “terkelupas” akibat sedimentasi surfactant yang terakumulasi ditambah dengan gesekan yang terus menerus.

Surfactant secara sengaja ditambahkan pada formulasi Fountain Solution, "retention aid", biocide, dan berbagai macam sizing agent untuk menjaga agar produk tetap stabil dalam proses penyimpanannya.Kandungan material yang berperan untuk mengurangi sifat korosif pada beberapa jenis surfactant adalah Rosin Soap,dan  bahan additive lain seperti alum dibutuhkan untuk menjaga rosin soap melekat pada bahan solid seperti chrome roller,  dimana rosin soap berperan sebagai sizing agent dari surfactant.

Ada dua macam kondisi surfactant,yaitu:

-       Water-in-oil, surfactant lebih larut dalam minyak, contoh : Di-valent dan Tri-valent soap

-       Oil-in-water, surfactant lebih larut dalam air, contoh:Mono-valent soap.

Air merupakan zat penting dalamproses cetak, namun pemilihan kualitas air yang tepat dan baik merupakan bagian utama untuk tercapainya hasil cetak dengan kualitas terbaik.Surfactant adalah suatu zat pembantu yang dicampurkan ke dalam air pembasah dan berfungsi sebagai penambah tegangan permukaan air agarsemakin kuat.Adakah zat lain yang dapat  digunakan sebagai pengganti Surfactant?

Sejak tahun 1970, GATF terus melakukan riset untuk  menemukan bahan yang sesuai sebagai pembantu penambah tegangan permukaan air. Techfount adalah bahan yang paling populer digunakan saat itu sebagai komposisi air pembasah.Pada tahun 1980 dilakukan pengujian terhadap  Glycol Ethers (Water miscillible Solvent) yang sempat diperkenalkan sebagai bahan yang bekerja lebih baik daripadaTechfount.Selanjutnya,  pada tahun 1990 ditemukan Surfactant (Wetting Agent), yang teknologi pembuatannya  terus dikembangkan hingga saat ini.

..........................................................................................................................

disepelekan.Dalam beberapa literatur dan grafik data consumable pada operasi cetak Offset,nilai prosentase air pembasahmemang  tidak lebih dari 1%.Namun percayalah,apabila kita abaikan yang 1% ini, boleh jadi bisnis cetak yang dijalankan keseluruhannyaakan  rusak dan tak  berarti. (BERSAMBUNG)

Selengkapnya terdapat pada majalah Print Media Indonesia edisi 69 Maret-April 2016, Majajlahnya bisa didapatkan pada ratusan toko buku di Pulau Jawa, atau ygang E-Print Media (On Line) melalui SCOOP, yaitu suatu aplikasi penyedia beragam majalah di Indonesia, atau langganan.

Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it  Mobile/WA : 0811 80 8282 / 0812 8881 1831

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!