Home Cetak Mencetak Tips Pengendalian Kualitas Cetak
24
May
2016
Tips Pengendalian Kualitas Cetak PDF Print E-mail
Written by Administrator   

Tips Pengendalian Kualitas Cetak Bag 1 ;

Liku-Liku Tentang Kualitas Produksi Cetak dan Pengendaliannya

PENDAHULUAN

Pembahasan kualitas atau mutu secara umum muncul pertama kali karena adanya perkembangan peradaban dan budaya manusia atau masyarakat (yang ditandai dengan adanya peningkatan kecerdasan, kebutuhan dan peningkatan intelektual, dll). Kondisi masyarakat demikian (terutama di daratan Eropa) terdorong dengan munculnya “Revolusi Industri”, suatu kondisi yang mendorong manusia untuk lebih menggunakan daya nalar dan daya pikir untuk mengikuti atau mengatasi tantangan perkembangan dan kehidupan disekitarnya.

Perkembangan kondisi masyarakat yang didorong oleh munculnya revolusi industri itu akan memunculkan kelompok masyarakat yang  sangat berbeda watak, perilaku dan kondisi konsep pemikirannya, yaitu : kelompok masyarakat  KONSUMEN  yang memanfaatkan, menggunakan dan merasakan hasil karya orang lain dalam menutupi kebutuhannya, bahkan kelompok konsumen ini  juga akan menggunakan, menilai bahkan merasakan kepuasan dari menggunakan/mengkonsumsi barang tersebut.

...............................................................................

.................................nya, munculah wacana KUALITAS atau MUTU dari suatu barang atau jasa yang dihasilkan produsen.

Dari sisi KONSUMEN, wacana tentang kualitas ini sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat, tingkat kecerdasan dan apabila pendidikan seseorang meningkat, maka tuntutan pemenuhan mutu suatu barang atau jasa juga akan meningkat. Artinya masyarakat konsumen akan menuntut kualitas yang lebih baik, berkat adanya peningkatan pemahaman tentang kualitas suatu barang.

Kemudian dari sisi PRODUSEN, dengan adanya tuntutan konsumen terhadap hasil produknya, satu-satunya cara adalah meningkatkan kinerjanya, untuk :

  1. memenuhi dan menjawab tuntutan konsumen terhadap mutu barangnya;
  2. mengantisipasi adanya persaingan dengan produsen sejenis, karena tuntutan yang semakin tinggi, didalam perkembangan industri akan muncul pula produsen lain yang akan dapat mengancam kelangsungan produksinya. 

PENGERTIAN KUALITAS/MUTU

Dimasyarakat, pengertian dan pendapat tentang kualitas/mutu sangat bervariasi, tergantung dari sudut pandang dan latar belakang masyarakat calon pengguna produk. Namun demikian, tolak ukur yang dipergunakan dalam menetapkan pengertian kualitas suatu produk atau juga suatu proses dan sistem adalah sejauh mana tingkat kepuasan pemakai/pengguna terhadap produk atau sistem tersebut dapat dicapai.

Para produsen atau para pembuat suatu karya, pengertian kualitas hasil karyanya itu diartikan  sebagai faktor-faktor produksi yang ada dan terdapat didalam komponen barang hasil produksinya.

Masalah yang muncul adalah “SIAPA” yang mendefinisikan dan juga menentukan tingkat kualitas suatu barang?, apakah produsen dengan bahan baku dan sistem produksi yang sudah dianggap bermutu baik akan dapat menghasilkan kualitas barang yang baik, atau dikalangan konsumen yang mengkonsumsi langsung dan merasakan serta menikmati hasil produksi?. Saat konsumen menikmati dan merasakan barang akan langsung menilai dan menganggap sejauh mana nilai suatu barang yang dikonsumsi.

Umumnya, dari sisi produsen mengklaim bahwa kualitas barangnya sudah  melekat dengan faktor-faktor produksi yang ada didalam produknya, atau juga dalam proses dan sistem produknya. Sehingga dengan statement demikian, kualitasnya sudah melekat didalam produk yang dihasilkan.

Yang terjadi adalah, apabila produsen menetapkan “kualitas” barangnya sepihak, tanpa mempertimbangkan pihak lain, kemungkinan penetapannya tidak benar, akibatnya adalah konsumen yang kurang mendapatkan kepuasan, mereka akan mencari alternatif lain untuk memperoleh kepuasan, sehingga ia tidak akan membeli barang pertama dan akan mencari barang lain sebagai penggantinya.

Secara KONVENSIONAL, dapat diartikan bahwa, kualitas adalah sesuatu yang menggambarkan karakteristik (seperti ciri dan sifat) langsung dari suatu produk, seperti : penampilan/performance, mudah dalam penggunaan/easy to use dan keindahan/ estetika/ esthetics, dll.

Sedangkan dari sisi STRATEGIS, mutu adalah segala sesuatu yang memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan, tidak hanya kesesuaian atas karakteristik dari produk yang ditawarkan, tetapi juga tingkat pelayanan yang menyertai, seperti : cara pemasaran, cara pembayaran, ketepatan waktu penyerahan, ketepatan jumlah beserta kemudahan-kemudahan lain.  

Dari ungkapan dan uraian diatas, dapat diambil suatu kesimpulan, bahwa kualitas/mutu/quality merupakan  JEMBATAN KOMUNIKASI  antara produsen dan konsumen. Semakin jauh rangakaian atau jarak perjalanan barang  dari produsen ke konsumen, maka persoalan  “kualitas ” dari suatu barang menjadi sangat penting untuk ditetapkan. Untuk dapat menetapkan pengertian kualitas sekaligus besarnya nilai suatu kualitas, maka diperlukan langkah “standardisasi “ yang mencakup berbagai aspek produksi, pendukung produksi serta sistem-sistemnya. Dengan tidak adanya standardisasi ini maka sangat dimungkinkan pengertian dan definisi kualitas akan berbeda bagi setiap orang, bergantung pada persepsinya masing-masing. Walaupun pada dasarnya bahwa tujuan utama standardisasi ini untuk membantu dan mendorong produsen agar produksinya memenuhi keinginan konsumen, dan dari sisi konsumen agar difahami bahwa standardisasi ini mampu memberi informasi teknis dan non-teknis yang dilakukan produsen serta aspek-aspek lain yang berkaitan dengan proses produksinya.

Bagaimana masalah kualitas di industri cetak mencetak ?

Pencapaian kualitas untuk memenuhi keinginan konsumen/pemesan didalam industri cetak mencetak terlihat sangat rumit, mengingat industri cetak mencetak  termasuk didalam industri “JOB ORDER”, artinya bahwa industri ini harus bekerja dan menghasilkan jumlah besar berdasar pada pesanan sebagai layaknya industri pada umumnya, disisi lain harus memperhatikan keinginan/ kepuasan pelanggan, akan : ketepatan penyelesaian/penyerahan, ketepatan jumlah, kualitas produk dan kalau memungkinkan harga yang wajar bersaing, belum lagi masalah teknis produksi yang mengharuskan menggunakan teknologi dan peralatan, bahan pokok dan bahan pendukung yang berbeda sifat, karakter dan penanganannya, sebagai akibat dari keinginan pemesan.

................................................................................................................

Berikut gambaran proses pelayanan barang cetakan yang dilakukan oleh para pengusaha percetakan, yang bertujuan agar penyelesaian barang cetakan dapat diseselasikan tepat waktu dengan waktu dan mutu sesuai pemesan.

Permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar perusahaan percetakan belum tersedia wadah berikut petugas yang bertanggung jawab tentang kualitas barang cetakan, sehingga belum tercipta pembakuan kualitas suatau barang cetakan.

Namun dikalangan perusahaan percetakan yang tergolong besar/bonafit, yang mampu membentuk wadah berikut SDM yang khusus bertugas dan menangani pengendalian kualitas, mampu menetapkan kriteria yang secara umum tugas dari pengendali kualitas adalah:

1.   Menentukan standard bagi produk yang akan diproduksi;

Pejabat pengendali kualitas bertanggungjawab penuh terhadap kualitas produksi perusahaan. Oleh karena itu sebelum proses produksi dimulai, harus ditetapkan dan dibakukan standard kualitas yang diberlakukan pada setiap tahapan proses produksi. Standard ini mencakup semua unsur dan tahapan didalam proses produksi, termasuk bahan baku, bahan pendukungnya, sehingga dengan diberlakukan pembakuan kualitas ini akan menjamin hasil produksinya akan berkualitas baik. Aspek-aspek yang berkaitan dengan pengendalian kualitas harus diinformasikan kepada seluruh unit produksi untuk dipergunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pengendalian kualitas pada unit kerjanya.

2.   Menilai atas sesuai atau tidaknya barang-barang yang diproduksi dengan standard yang ditetapkan; Penerapan standard kualitas disetiap unit kerja yang telah diinformasikan sebelum proses produksi dimulai,menuntut adanya pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Hal ini akan menjamin tepat dan cepatnya informasi adanya penyimpangan yang terjadi. Dengan cepatnya memperoleh informasi ini maka penanggulangan akan segera dilakukan untuk mencegah penyimpangan (kerusakan produksi) lebih jauh.

3.   Mengadakan tindakan jika standard yang ditetapkan tidak terpenuhi;

Informasi yang cepat, akan dapat menjamin solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang muncul, sehingga kerugian yang lebih besar akan dapat dicegah.

4.   Merencanakan perbaikan serta pembinaan yang terus menerus untuk menilai standard yang telah ditetapkan.

Suatu sistem selalu harus di up-date sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelanggan akan meningkatnya permintaan mutu yang baik. Penggunaan teknologi yang canggih akan mempermudah dalam proses pengendalian kualitas, oleh karena itu didalam perubahan ini harus diinformasikan kepada seluruh staff pengendali kualitas, agar pelaksanaan pengendalian kualitas tidak terganggu.

Cukup banyak perusahaan percetakan yang berskala besar, dengan peralatan dan mesin-mesin yang cukup canggih dibarengi dengan manajemen yang sudah relatif mapan, maka tentang kualitas sudah merupakan pembahasan yang rutin dibicarakan, sehingga muncullah suatu kesepakatan yang merupakan slogan, seperti terlihat berikut :

Terlihat bahwa setiap orang yang terlibat didalam organisasi mulai dari staff (terutama staff produksi) yang paling rendah sampai pada direktur bahkan pemilik perusahaan bersepakat bahwa kualitas menjadi tanggung jawab bersama sesuai dengan posisi masing-masing. Namun demikian penempatan karyawan maupun petugas dan pejabat harus berdasar pada bahwa posisi seseorang yang tepat harus berada pada pekerjaan yang tepat pula.

Untuk dapat melaksanakan tugas sebagai seorang pengendali kualitas, maka kepada mereka dituntut memiliki persyaratan kualifikasi sebagai seorang pengendali kualitas, seperti :

1.   Memiliki pengetahuan metode kerja secara efisien;

Berawal dari pemahaman tentang spesifikasi teknis order cetakan, maka seorang pengendali kualitas harus mampu menetapkan teknik produksi yang paling tepat, dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas produksi serta kelangsungan perusahaan melalui usaha mendapatkan profit yang wajar.  

.....................

n dihasilkan satu angka density untuk semua oplah yang ditandai dengan grafik garisnya lurus., Yang penting adalah angka penyimpangannya masih didalam angka/nilai toleransi density yang diperbolehkan. Nilai toleransi ini adalah besarnya angka perbedaan antara kejelian mata melihat dan ketelitian alat ukur (misal: densitometer atau spectrofotometer).

Bersambung ke Edisi 71 ........

 

Tulisan tersbut sebagian dari tulisan Bapak Subardianto yang berjudul Liku-liku kualitas produksi cetak dan pengendaliannya, sebagaimana dimuat pada majalah Print Media Edisi 70 Mei Juni 2016

Info : 0812 8881 1831 / 0811 80 8282

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!