Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini53
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini53
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31809
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327825
Kami Memiliki: 17 guests online

Home Cetak Mencetak PRINTING PLATE DAN TEKNOLOGINYA
05
Jan
2017
PRINTING PLATE DAN TEKNOLOGINYA

 

SERIE CETAK :

OFFSET LITHOGRAPHY Ink Water Ballance)Bagian 8

 

Oleh : Kikie Nurcholik  - Waketum III - Sekjen Komunitas Printing Indonesia (KOPI)

PRINTING PLATE DAN TEKNOLOGINYA

Seperti disebutkan pada tulisan sebelumnya bahwa “Mutu air yang baik sangat penting untuk dapat mencetak dengan kualitas tinggi pada proses Offset Lithography”dan tentu saja yang berhubungan eratdengan  air adalah Plate.Plate selalu menjadikanbagian terpisah dalam fungsinya yaitu bersifat hydrophilic dan Oleophilic

Kondisi Plate adalah salah satu penunjang penting dalam meningkatkan  kualitas sebuah cetakan.Plate yang digunakan sebagai acuan cetak  dalam peran dan pemilihannyaakan diulas dalam tulisan ke delapan ini. Plate sebagai acuan cetak adalah salah satu faktor pembuat keseimbangan terpenting antara tinta dan air.

Dalam tulisan ini, akan dibahas penjabaran yang mendasar dan pengertian Plate Cetak serta pengertian dasar tentang plate, serta efek  yang terjadi pada  Plate cetak apabila telah bersentuhan dengan chemicals.

 

Berbagai macam Plate yang ada di pasaran berikut teknologinya saat ini senantiasa berkembang sesuai dengan kebutuhan.Berikut adalah klasifikasi Plate yang ada di pasar sejak awalkeberadaannya.

1.    Conventional Positif Plate dan Negatif Plate, umumnya diperuntukkan dengan kapasitasLong Run, Medium Run and Ultra Run Performance.Type ultra run saat itu dibuat dengan sistem pembuatan Plate Negatif.

2.    Master Paper, acuan cetak ini terbuat dari sejenis kertas.

3.    CtM (Direct to Machine) – Merupakan salah satu peningkatan teknologi Plate yang pernah ditemukan karena kebutuhan pencetakkan tertentu pada konfigurasi mesin tertentu (sejenis mesin Web Offset) dimana plate tersebut langsung mencetak ke atas kertas tanpa melalui blanket terlebih dahulu.

4.    CTP Plate Suatu teknologi terapan dengan jenis tertentu seperti Thermal, Photopolymer dan jenis  Silver Halid.Dari beberapa kasusdilapangan,untuk plate jenis thermalditemukan bias sehingga titik raster kurang detail.

5.    Waterless Plate (non image area menggunakan bahan sejenis  silicon)

Perjalanan pembuatan plate mulai dari dari Pre-press, hingga jadi dan dikirim ke Pressroom demikian kompleksnya sehingga seringkali terjadi“perdebatan”  di antara kedua divisi ini.Namun dengan komunikasi antar bagian hal tersebut dapat diatasi, yaitu dengan mengamati apa yang berubah dari awal proses tersebut kemudian masalah apa yang sering terjadi serta bagaimana cara mengatasinya.

Revolusi Baru Pembuatan Plate :

Adalah salah satu teknologi terapan yaitu Computer to Plate (Ctp) dimana proses pembuatandan hasilnya dapat memecahkan rintangan di masa lalu, dimana plate dapat dibuat lebih akurat tanpa menggunakan film sebagai perantaranya, kualitas gambar lebih sempurna,hasil cetak lebih halus dan kemudahan dalam mengatur warna dengan  lebih sempurna.

Persamaan  antara Conventional Plate & CtP Plate yang membuat peningkatan kualitas sebuah plate adalah lapisan Polymer atau biasa disebut peka cahaya (photopolymer).Baik Con Plate ataupun Ctp plate sama sama memiliki grainding dan anodising serta jenis alumunium yang digunakan.Dalam beberapa penelitian,ukuran alumunium ini juga sangat mempengaruhi kualitasnya tidak hanya dari kedua sisi dimaksud juga karena ketebalannya.

Adapun perbedaan antara Conventional Plate dan Ctp Plate adalah pada struktur grainding dan struktur anodisingnya.Struktur grainding dan anodising inilah yang menjaga agar lapisan polymer tidak mudah terkikis pada waktu pencetakan dan saat pencapaian Ink water balance  antara kedua type plate ini sangatlah berbeda kemampuannya dalam menangkap bahan image dan non image area.Perbedaan lainnyatentu saja proses yang lebih simple dengan alat yang semakin canggih,

Pada kedua jenis plate ini juga ditemukan perbedaan signifikan padatexture graining dan struktur photopolymer-nya.Ctp Plate jauh lebih tipis.Ketebalan image Conventional plate ± 5  s/d 8 micron, sedangkan CtP diperkirakan setengahnya atau sekitar ± 3 micron.

Dibandingkan dengan kertas koran ± 60 micron,  Plate ketebalannya sekitar ± 300 micron

Namun dalam beberapa literatur juga ditemukan informasi bahwa Conventional Plate  dianggap lebih familiar sehingga penggunaannyapun masih dianggap baik, dalam  pengertian bahwa penggunaan CtP Plate pada image area kemungkinan berkurang kekuatannya kalau tidak diperlakukan dengan benar/sempurna

Biasanya semua jenis plate ini dipanaskan (dibaking)agar lebih tahan lama, untuk cetak panjang, walaupun pembuatan plate pada surat kabar umumnya tidak dipanaskan/dibaking lebih dahulu

Dilaporkan juga bahwa kesalahan penyetelan mesin yang tidak sempurna, secara fisik dapat mengakibatkan kerusakan pada CtP plate dantentu saja kesalahan penggunaan chemical yang tidak sesuai akan merusak printing plate ini.

Saran untuk  penanganan jenis-jenis  plate CtP  ini adalah :

1.    Jangan menggunakan bahan-bahan yang kasar termasuk tinta yang kasar, disamping  itu kelengketan tinta haruslah berkesesuaian, karena tack yang tinggi akan mengakibatkan pencabutan serat pada kertas.Apabila tinta tidak digiling halus, partikel pigment ibarat amplas pada image area plate.Dalam beberapa kasus penggunaan Plate cleaner yang bersifat abrasivepun dapat mengurangi kemampuan plate ini bekerja dengan sempurna. Selain itukualitas kertas sangatlah menunjang,  karena kondisi kertas yang berdebu akan memiliki sifat abrasive juga terhadap anodizing plate.

2.    Pada setiap kondisi sedikit tekanan adalah salah satu faktor penentu, maka disarankan untuk membuat setelan impressi  yang sempurna. Terutama tekanan blanket ke plate, karena hal ini sangat vital dan penting bila menggunakan CtP plate

3.    Memeriksa packing, sesuai dengan petunjuk technical manual setiap mesin akan meningkatkan kesempurnaan kinerja plate.

4.    Kecocokan Chemical saat melakukan pembersihan juga penting,sebagai contoh  Hydrocarbon (tipe petroleum) tidak berpengaruh.

5.    Water-based dengan pH acid di bawah 7 tidak menimbulkan masalah, sedangkan Roll dan Blanket wash dengan hydrocarbon solvent  yang tidak dapatberemulsi dengan airakan merusak image area plate, terutama bila dicampur air.

6.    Penggunaan Plate cleanerada yang cocok,tetapi banyak di antaranya yang tidak sesuai, terutama yang kasar akan merusak image area plate, selain  itu dapat menimbulkan komplikasi yang selanjutnya akan merusak daya pegang tinta pada plate. Dianjurkan plate diberi gum setelah digunakan apabila plate tersebut akan digunakan kembali.

Dalam pembahasan kita sebelumnya, dijelaskan  bahwa Fountain Solution memiliki peran besar dalam hal berhubungan dengan Plate.Pengaruh Fountain solutionsyang tidak cocok akan merusak plate, demikian juga dengan CtP image area ini.

Umumnya Fountain solutions concentratepun  kemungkinan akan merusak CtP image area. Selain itu Fountain Solution yang bersifat Alkaline juga tidak sesuai untuk CtP plate, untuk itu sebaiknya gunakan jenis FS yang mempunyai daya basah lebih baik untuk pekerjaan yang lebih panjang.

Pada beberapa kasus saat mengoperasikan mesin cetak perlu menambahkan jumlah airlebih banyak  dari biasanya, karena berguna untuk efek pelumasan.Namun banyak yang dimaksud haruslah tetap berkesesuaian, karena bila terlalu banyak dapat menimbulkan emulsifikasi pada tinta.

Plate teknologi terkini juga memiliki perbedaan dalam pendeteksian masalah cetak. Permasalahan cetak akan lebih cepat terlihat pada penggunaan Plate tipe CtP di bandingkan dengan Conventional plate.

Langkah bijaksana dalam memilih chemicals alternatif lain dapat jadi pertimbangan, dan chemical untuk CtP dimaksud dapat dikonsultasikan sebelumnya dengan beberapa perusahaan chemical dalam mengatasi permasalahan pada CtP.

Betapa hebatnya pengaruh air dalam proses cetak Offset Lithography ini, hingga sering disebutkan dalam survey bahwa 80% problem cetak seringkali ditimbulkan oleh  air.Namun seringkali air dianggap bukan bagian penting yang perlu diperhatikan, karena dianggap “biasa” makamasalah  air akhirnya disepelakan penangannya.Dalam beberapa literatur dan grafik data consumable pada operasi cetak Offset nilai prosentase air pembasah tidak lebih dari 1%, namun percayalah apabila kita abaikan yang 1% ini, boleh jadi bisnis cetak yang dijalankan itu keseluruhannya rusak dan tak  berarti. (BERSAMBUNG)

 

 

 

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!