Home Cetak Mencetak PRINT CONVENTIONAL vs. DIGITAL
12
Oct
2020
PRINT CONVENTIONAL vs. DIGITAL

Seperti yang telah kita ketahui bahwa teori dasar cetak konvensional terdiri dari cetak tinggi, cetak datar,  cetak dalam dan  cetak khusus (sablon). Semua teknik cetak konvensional sejak ditemukan hingga saat ini telah mengalami perkembangannya hingga digunakan teknik cetaknya pada masing-masing segmen sesuai kebutuhannya. Sebagai contoh, cetak rotogravure (cetak dalam) banyak digunakan pada segmen flexible   packaging,   cetak   offset   (cetak   datar)   sering   digunakan   untuk   cetak ketas/karton, cetak flexo (cetak tinggi) sering diaplikasikan untuk cetak segala macam packaging dengan berbagai substrate termasuk

cetak label. Begitu juga dengan teknik cetak digital, seiring dengan perkembangannya manufacturer mesin cetak digital ...

dalam membuat dan mengembangkan mesin cetaknya telah menentukan atau mentargetkan ke segmen-segmen yang telah “dimasuki” oleh teknik cetak konvensional. Oleh sebab itu type mesinnyapun bervariasi spesifikasinya, baik itu kualitas cetaknya, jenis tintanya maupun kecepatannya.

Pada kenyataannya teknik cetak digital hanya bisa dijadikan “pendamping” cetak konvensional, jadi belum bisa dianggap sebagai “pengganti” karena beberapa faktor dan pertimbangan, yang antara lain adalah kecepatan atau lama proses cetak dan biaya cetak per lembarnya karena sampai saat ini harga tinta masih mahal dibandingkan dengan cetak konvensional. Terdapat beberapa hal yang bisa dijadikan perbandingan antara cetak konvensional dengan cetak digital, antara lain adalah:

  Teknologi dan proses cetak   Kualitas dan Kuantitas Cetak   Biaya cetak, Delivery dan Logistik

acuan cetak tersebut pada cetak konvensional ini memerlukan biaya dan biaya ini merupakan biaya “fix” yang akan menjadi total biaya dari suatu job order. Juga, akan memerlukan waktu pada proses pembuatan acuan cetak tersebut sehingga menambah waktu dalam proses produksi. Walaupun demikian, cetak konvensional akan lebih menguntungkan apabila mencetak ulang (repeat order), karena bisa menggunakan acuan cetak sebelumnya selama designnya tidak berubah, dan juga mencetak dalam jumlah banyak karena mesinnya berkecepatan cukup tinggi dibandingkan dengan mesin digital. Oleh sebab itu meskipun “terbebani” biaya untuk acuan cetak, akan menjadi hampir tidak

berdampak harga satuan per lembarnya karena mendapat konpensasi dari jumlah cetak yang banyak dan kecepatan mesin yang relative tinggi tersebut. Proses  cetak  konvensional  selalu  dimulai dengan persiapan dan penyetelan mesin, langkah ini akan memerlukan waktu cukup lama dan memerlukan kertas atau bahan yang akan dicetak untuk melakukan penyetelan, yang biasa disebut “waste” atau “inschirt”. Baik itu penyetelan untuk mencari “register” ataupun mencari warna. Dan dalam hal ini akan berakibat bertambahnya biaya disamping waktu produksi yang “tidak produktif”. Sedangkan pada proses cetak digital, tahapan ini “hampir” tidak ada, karena mesin cetak digital untuk ketepatan cetak (register) dan ketepatan warna pencetakannya sudah dilakukan waktu pemasangan/instalasi mesin. Jadi kedua hal tersebut sudah merupakan “property” dan performance dari mesin digital, selama perawatan dan menjaga parameternya dilakukan mengikuti SOP nya mesin.

Cetak Digital

yang mana akan menjadi beban biaya proses produksi. Dan karena tidak ada biaya matris/acuan cetaknya, maka pada proses cetak digital akan lebih menguntungkan apabila mencetak untuk jumlah sedikit dan berubah-rubah designnya. Kelebihan lainnya adalah bisa mencetak design customize atau personalisasi dan variable data (VDP).

Kembali ke “waste” kertas atau bahan yang akan dicetak, untuk penyetelan awal

atau kerusakan selama proses cetak konvensional, akan menjadi biaya produksi, sedangkan pada cetak digital tidak ada waste atau kalaupun ada tidak sebanyak pada cetak konvensional tersebut, sehingga biaya “waste” kertas dan waktu penyetelan mesin hampir bisa tidak ada (dibaikan). Oleh sebab itu apabila jumlah cetaknya sedikit dan banyak macamnya, akan lebih menguntungkan bila mencetak dengan menggunakan proses mesin digital meskipun biaya tintanya lebih mahal dibandingkan dengan cetak konvensional.

Diagram Cetak Flexo                                              Diagram Cetak rotogravure

Diagram Cetak Offset                                          Diagram Cetak Saring/Sablon

  Kualitas dan Kuantitas Cetak

Cetak Konvensional

- Sampai saat ini, kualitas cetak konvensional “lebih” baik dan stabil warnanya dari pada cetak digital (toner) bila mencetak dalam jumlah yang banyak atau sekitar 500-1,000 lembar keatas. Pada umumnya cetak konvensional (offset), diperlukan penyetelan warna untuk sampai stabil setelah 300-500 lembar, meskipun sekarang ada beberapa mesin cetak konvensional telah menerapkan teknologi barunya bisa lebih sedikit dari jumlah itu. Dan hal ini tergantung juga pada jenis pekerjaan yang akan dicetak. Disamping itu, untuk menghasilkan cetak dengan mesin konvensioanal (offset) yang berkualitas memerlukan peran manusia (operator) cukup tinggi kontribusinya, disamping mesin dan bahan penolong lainnya. Seperti yang telah disinggung diatas bahwa cetak konvensional

selalu diawali dengan proses pembuatan acuan cetak, dan sebetulnya kualitas cetak konvensional sangat ditentukan pada tahapan pra-cetak ini. Karena mesin cetak “hanya” berfungsi sebagai “pengganda”, jadi apabila acuan cetaknya baik maka akan bisa menghasilkan cetakan baik pula, begitu pula sebaliknya. Walaupun adakalanya acuan cetak sudah baik, hasilnya cetaknya jadi kurang baik. Hal ini bisa dipastikan proses cetaknya yang kurang benar.

Bisa disimpulkan, cetak Konvensioanal (Offset) akan menguntungkan apabila :

•     Jumlah banyak dengan biaya cetak relative ekonomis.

•     Semakin banyak yang  dicetak, semakin murah harga per lembarnya.

•     Mencetak berbagai jenis kertas dengan berbagai finishing yang variatif.

•     Kualitas cetak baik sekali, dengan detail warna lebih stabil.

 

Cetak Digital

- Pencetakan digital biasanya merupakan pilihan terbaik saat mencetak kurang dari 300 lembar; dan untuk kualitas cetak sangat tergantung pada brand dan type mesin yang digunakan. Seperti

yang telah disinggung diatas bahwa cetak konvensional disamping mesin cetaknya, peran operator cetak yang mengoperasikan mesin sangat berpengaruh untuk hasil cetaknya, tidak demikian pada cetak digital. Untuk menghasilkan kualitas cetak yang baik sangat tergantung pada brand dan type mesin digital yang digunakan, Seperti yang telah diketahui  bahwa  secara  teknologi,

cetak digital terdapat dua system yaitu toner dan inkjet dengan masing-masing kekurangannya dan kelebihannya. Yang jelas teknologi cetak digital terus mengalami perkembangan yang cukup pesat dan masih terus berkembang untuk mengatasi kekurangannya, yang antara lain adalah kualitas, kecepatan mesin dan harga tinta. Untuk kualitas cetak semakin baik bahkan mengarah ke “baik sekali”. Untuk kecepatan mesin, memang belum bisa menyamai mesin cetak konvensional, tetapi dengan perjalanan waktu hal itu akan berkembang. Untuk proses cetak yang cepat dengan jumlah tertentu (sedikit) dan dengan kualitas yang bisa diterima, akan lebih cepat atau sama dengan cetak konvensional karena dari final design/artwork bisa langsung cetak, sedangkan cetak konvensional diperlukan proses dipembuatan acuan cetak dan penyetelan mesin untuk register dan mencari warna. Sebagai contoh, bisa dibayangkan bila mencetak 500 lembar, untuk cetak digital bisa langsung mencetak dan beberapa menit sudah selesai, sedangkan cetak konvensional masih mencari register dan warna, meskipun kualitasnya tidak sebaik cetak konvensional.

Jadi kelebihan dari Cetak Digital antara lain adalah :

•  Biaya lebih rendah untuk cetak jumlah sedikit ke medium.

•  Cetak hanya jumlah yang dibutuhkan, saat membutuhkannya

•  Jumlah minimum yang lebih rendah (serendah 1, 20 atau 50 buah)

•  Kemampuan  data  variabel  (nama,  alamat,  kode,  atau  penomoran  dapat dilakukan dengan mudah)

•  Peningkatan teknologi telah membuat kualitas digital sudah bisa disejajarkan dengan cetak konvensional dalam hal tertentu.

Membandingkan kualitas cetak konvensional dengan cetak digital secara detailnya sangat tergantung masing-masing, karena tiap cetak konvensional jugapun beda antara cetak offset, cetak flexo dan cetak rotogravure. Begitu pula untuk cetak digital, akan sangat tergantung antara sistim toner ataupun inkjet. Dan sistim toner ataupun inkjet juga sangat tergantung brand dan type mesinnya. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa kalau cetak konvensional  ketergantungan  pada  peran  operator sangat tinggi, sedangkan cetak digital untuk menghasilkan cetak yang baik sangat tergantung brand dan type mesinnya, dalam hal ini peran operator sebatas pengoperasian mesinnya saja.

 

  Biaya, Delivery & Logistik

Suatu hal yang akan mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung antara

cetak konvensional dengan digital adalah jangka waktu pengiriman dan logistik. Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa pada proses cetak konvensional akan lebih ekonomis biayanya apabila melakukan produksi dalam jumlah yang banyak. Tetapi apabila yang dicetak dalam jumlah yang banyak tersebut jauh lebih banyak dari kebutuhannya pemesan maka akan terdapat konsekuensi penyimpanan, baik itu di produsen (percetakan) ataupun di pemesan. Dan kita ketahui bahwa setiap penyimpanan akan terjadi adanya biaya logistic Karena akan dibutuhkan tempat untuk penyimpanan. Dan dari sisi finance, akan terjadi pula adanya ‘uang’ yang

‘diam’. Apabila hal ini masih dalam jumlah toleransi tidak apa-apa, tetapi kalau hal ini  terjadi  dalam  jumlah  yang  banyak  maka  akan  berdampak  pada  cash-flow keuangan perusahaan. Ruang logistikpun harus memenuhi syarat sesuai dengan yang akan disimpan, apabila hal ini diabaikan akan mempunyai resiko kerusakan barang  cetakan  tersebut,  yang  akhirnya  harus  menanggung  akibatnya,  yang mungkin        berakibat

kerugian.  Lain  halnya dengan   cetak   digital,

mencetak hanya sesuai kebutuhan/permintaan pemesan, sehingga setelah selesai proses cetak dan proses finishing bisa langsung dikirim, jadi tidak perlu tempat penyimpanan dan seandainya adapun hanya   tempat   untuk

‘transit’.

Dalam hal ini terdapat tiga faktor yang akan saling mempengaruhi dan menjadi pertimbangan  apakah  akan  mencetak  dengan  teknik  cetak  digital  atau  cetak

konvensional, yaitu :

* Biaya produksi secara komprehensif atau menyeluruh.

* Waktu pengiriman/delivery

* Penyimpanan atau logistik.

Perhitungan biaya dan waktu cetak, untuk cetak digital dengan sistem “click charge” biasanya akan dengan mudah membuat perbandingan antara cetak konvensional dengan cetak digital, tetapi tidak demikian apabila cetak digital dengan sistem “non click charge”, dengan pengertian bahwa setiap kompenen produksi cetak, biayanya harus ada perhitungannya, terutama cost tinta dan consumables lainnya. Oleh karena itu, berikut salah satu contoh simulasi perbandingan cetak label dengan menggunakan teknik cetak flexo dengan cetak digital   UV inkjet bisa menjadi referensi.

Contoh (dengan niali asumsi anda) : Ilustrasi simulasi perbandingan biaya cetak

Label konvensional (flexo) vs. UV inkjet digital. @ Print Media edisi 96 Sept-Okt 2020

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!