Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1148
mod_vvisit_counterKemarin575
mod_vvisit_counterMinggu ini1723
mod_vvisit_counterMinggu lalu8108
mod_vvisit_counterBulan ini30716
mod_vvisit_counterBulan lalu36598
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1251524
Kami Memiliki: 17 guests online

Home
04
Sep
2017
MARCO SUBRATA : “MERUBAH PARADIGMA LAMA SOAL PERSAINGAN HARGA,..”

 

MARCO SUBRATA : “MERUBAH PARADIGMA LAMA SOAL PERSAINGAN HARGA,..”

National Printing Equipment Supply (NPES) kembali menggelar seminar dalam Pameran Industri Grafika FDGexpo 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), pad 26 Agustus 2017 lalu. Seminar ini disebut sebagai sarana untuk mengedukasi atau membantu mengarahkan para pemain grafika di Indonesia.

NPES merupakan asosiasi perdagangan yang beranggotakan dari berbagai pabrik, importir serta distributor bidang Printing, Publishing and Converting Technologies. Saat ini NPES yang memiliki cabang di Indonesia.

Seperti dijelaskan Marco Ganda Subrata, Direktur NPES Indonesia. Menurutnya, NPES adalah suatu asosiasi asal dari Amerika dimana member-membernya adalah vendor-vendor perusahaan penyedia untuk dunia grafika.

"Jadi NPES Indonesia dibuka untuk membantu member-member kita untuk menjajaki pasar Indonesia. Bersamaan dengan itu, kita juga mau mengedukasi para pemain grafika di Indonesia," jelas Marco di sela-sela Seminar. Selengkapnya klik judul link di atas

..............................................................................................................................

Selain itu, kata dia, untuk membuka cara pandang mereka mengenai persaingan harga. Kalau dilihat di Indonesia banyak para pemain grafika saling bersaing harga, jadi ini yang kita mau coba merubah pemikiran tersebut supaya mereka memikirkan cara untuk menambah nilai itu sendiri bukan dengan bantingan harga.

Teknologi yang ada di dunia, di Indonesia juga bisa didapat. Tapi kita lihat kendalanya, mereka gak mau invest. Investasi bisa juga dari software yang harganya cuma ribuan dollar, tapi pengaruhnya bisa banyak terhadap efisiensi produksi mereka terhadap wase, sehingga profit bahkan marginnya juga bertambah.

"Intinya harus dirubah cara pikirnya, jadi jangan memiliki pola yang berkutat pada persaingan harga saja," tegasnya.

Contoh soal, tren cetak yang tengah berkembang di dunia saat ini adalah packaging (kemasan). Makanan itu mau gak mau harus dikemas semenarik mungkin.

"Kita gak bisa makan dari tablet, kita juga gak bisa makan dari smartphone. Jadi kalau makan sesuatu harus ada kemasannya. Packaging khusus dibuat supaya lebih menarik," kata dia.

Marco berharap lewat seminar NPES, dapat membuka cara pandang mereka. Dia berharap ada salah satu produk serta peluang yang cocok untuk perusahaan mereka.

"Bisnis nomor 2, utamanya adalah mengedukasi mereka. Seminar ini adalah untuk membuka cara berfikir mereka dan jangan hanya berkutat pada harga," imbuhnya.

Menurutnya, NPES adalah perusahaan atau asosiasi Nirlaba yang bertujuan untuk mengedukasi para pemain grafika di Indonesia untuk tetap eksis.

"Dalam hal ini saya tidak mengambil keuntungan, hanya sekadar mengedukasi. Justru saya ingin membantu semua perusahaan grafika di Indonesia sesuai dengan mis NPES," kata Marco.

"Misi NPES itu bukan untuk mencari uang, tapi lebih ke menjaga dunia grafika di dunia tetap hidup," tukasnya.

Menurutnya, NPES ini didirikan pada tahun 1933 oleh Presiden Direktur Teir Wang, yang telah dua kali berkunjung ke Indonesia. "National Printing Equipment Supply (NPES) itu singkatan awalnya, kini sudah diartikan sebagai Assosiation Printing & Publishing and Converting Technology," tuntasnya.