Home
29
Jan
2019
Adaptasi Industri 4.0, UGM Ciptakan 3D Printer

Adaptasi Industri 4.0, UGM Ciptakan 3D Printer

Dunia industri, dunia usaha, maupun dunia pendidikan mulai memasuki era industri 4.0. Dalam usaha untuk mengadaptasi era industri 4.0, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada(UGM) mengembangkan berbagai penelitian yang hasilnya dapat diimplementasikan dalam revolusi industri 4.0. Salah satu hasil penelitian yang kini sudah mulai diproduksi dan dipasarkan adalah mesin cetak tiga dimensi atau 3D Printer. 

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama (P2MK) Fakultas Teknik UGM, Sugeng Sapto Surjono mengungkapkan bahwa mesin 3D Printing ini mampu membangun objek tiga dimensi hanya berdasarkan gambar sesuai dengan bentuk gambar soft file-nya. Adanya teknologi ini membuat semua bentuk benda dapat dibuat dengan mudah.

"Teknologi 3D Printing ini hal yang luar biasa, menjadi solusi untuk produk-produk spesifik yang tidak dijual di pasaran. Misalnya saat kita membutuhkan komponen khusus, tinggal digambar saja lalu di-print," terang Sugeng.

Sugeng menambahkan, bahan untuk membangun objek tiga dimensi menggunakan mesin 3D Printing saat ini memang baru sebatas plastik. Namun, ke depannya mesin yang dikembangkan UGM ini juga bisa membangun objek tiga dimensi dari bahan-bahan makanan.

Dan untuk memperkenalkan teknologi 3D printing di kalangan SMK, Fakultas Teknik UGM memberikan pendampinganan kepada 50 guru SMK Bidang Teknologi Printing di era 4.0. Dosen FT UGM yang juga menggeluti penelitian bidang 3D printing, Herianto mengatakan, era revolusi industri 4.0 yang dihadapi saat ini, secara tidak langsung menuntut manusia untuk memiliki kecakapan-kecakapan khusus yang terkait dengan bidang teknologi kunci.

“Revolusi Industri 4.0 dipandang bukan hanya sebagai ancaman pengurangan lapangan pekerjaan.

Tetapi juga dipandang sebagai kesempatan yang melahirkan pekerjaan baru yang berpotensi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujar Herianto. Untuk menyikapi hal tersebut, Herianto menambahkan, perlunya menyiapkan tenaga kerja terampil dengan melakukan perubahan fundamental terhadap pendidikan dan pengenalan vokasi.

"Dunia SMK diharapkan Iebih fokus kepada kebutuhan jurusan yang sejalan dengan revolusi industri 4.0 dengan membuka jurusan bidang keahlian baru dan .... selengkapnya terdapat pada majalah cetak dan on line INDONESIA PRINT MEDIA edisi 86 Jan-Feb 2019. info email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it WA 0811808282