Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini494
mod_vvisit_counterKemarin1370
mod_vvisit_counterMinggu ini4747
mod_vvisit_counterMinggu lalu6945
mod_vvisit_counterBulan ini21166
mod_vvisit_counterBulan lalu31484
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1419193
Kami Memiliki: 64 guests online

Home Edisi Terbaru
18
Dec
2011
HG MORGAN MESIN CETAK REVOLUSIONER

HG MORGAN  adalah merek mesin cetak offset hasil produksi kerjasama perusahaan dalam negeri yakni PT Dell Pan Tunggal dengan salah satu produsen mesin cetak ternama di Asia. Mesin ini dirancang sesuai dengan kebutuhan para pengusaha mulai dari kelas kecil, menengah hingga perusahaan besar.

Mesin yang memadukan teknologi, kualitas material, mekanikal dan elektronika (digital-micro processor & computer) ini harganya relatif murah hingga patut menjadi andalan investor.

Selain itu spesifiksi dan karakternya kini telah siap berkompetisi dengan mesin cetak produk dan merek ternama manapun. Semua tipe tersedia, sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan serta memiliki parameter dan karakter yang khas.

Dell Pan Tunggal, selaku pemilik hak paten mesin ini menjelaskan beberapa tipe HG MORGAN yaitu :

1).  HG 52 A ( satu warna )

2). HG 252 B ( dua warna alcohol dampening )

3). HG 452 B ( empat warna alcohol  dampening)

4). HG 452 BH ( empat warna alcohol dampening AUTOMATIC PLATE POSITION

Kontrol mesin memepergunakan material berteknologi hardened steel structure yang liat dan padat, tidak berongga seperti yang sering ditemukan pada teknologi cor. Mengadopsi teknologi monocock membuat mesin ini memiliki struktur kerangka dan tulang berkualitas tinggi yang tahan terhadap gesekan , panas, tegangan tarik, dan tegangan tekan. Sehingga pada kondisi normal , struktur konstruksi HG MORGAN dijamin tahan lebih dari 60 tahun

Material unit imagenya ( ink rol dan dampening rol) dirancang khusus agar terhindar dari aus sehingga transfer tinta ke media berjalan dengan sempurna

Selengkapnya baca di majalah Indonesia Print Media edisi September - Oktober 2011.