Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini998
mod_vvisit_counterKemarin790
mod_vvisit_counterMinggu ini3193
mod_vvisit_counterMinggu lalu6614
mod_vvisit_counterBulan ini16868
mod_vvisit_counterBulan lalu31166
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1383411
Kami Memiliki: 74 guests online

Home Fokus Berita
KERTAS KEMASAN dan FUNGSINYA

Kemasan dan Fungsinya

Pesatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seiring dengan laju perekonomian negara-negara maju mendorong setiap individu mengubah gaya hidup dan aktivitas  sehari-harimereka, terutama di kota-kota besar. Sebagai contoh pada aktivitas  sarapan pagi,  biasanya dilakukan di rumah sebelum berangkat ke tempat kerja.Tetapi,semakin padatnya lalu lintas menyebabkan waktu tempuhketempat kerja menjadi lebih lama. Hal ini memaksa mereka  untuk   berangkat lebih pagi sehingga menghilangkan waktu aktivitas sarapan pagi di rumah. Akibatnya,   banyak yang melakukan aktivitas sarapan pagi dengan cara membelimakanan, terutama makanan siap saji/fast food,  dan langsung memakannya dalam  perjalanan menuju kantor. Sehingga,  saat ini sarapan pagi denganmenufast food sudah menjadi budayasebagian besar warga  kota metropolitan. Fast food pada umumnya menggunakan  kemasan yang mudah dan nyaman  dibawake mana-mana.Hal ini menyebabkan meningkatnya penggunaan kemasan. Meningkatnya penggunaan kemasan juga dipicu oleh  menjamurnya pasar swalayan yang lebih banyak menggunakan kemasan sintetis.

Jenis-jenis kemasan yang digunakan sangatbervariasi.Kemasan yang saat ini banyak beredar  dipasaran adalah kemasan dengan  material kemasan fleksibel. Hal ini disebabkan hargamaterial   kemasan fleksibel jauh lebih murah dibandingkan dengan material kemasan kaku atau rigid,baik berbahan plastik maupun metal. Selain lebih murah, material kemasan fleksibel juga lebih ringan dibandingkan dengan jenis material kemasan lainnya, yang  berimbas pada lebih rendahnya biaya transportasi.

 
Standarisasi Proses Produksi Cetak “ SUATU KEHARUSAN” PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 07 December 2016 14:48

Dalam berbagai kesempatan berdiskusi dan seminar, topik ini menjadi semakin hangat bahkan melibatkan berbagai pihak yang terkena dan merasa dampak akibat dari kegiatan “standardisasi proses produksi cetak” ini, mengingat standardisasi bidang grafika menyangkut kalangan dan kelompok pengusaha yang sangat beragam.

Standardisasi didalam proses produksi secara umum amat penting dan perlu dilakukan bahkan kaidah-kaidah yang menjadi unsur penting didalam standardisasi ini segera dibakukan agar dapat memperlancar proses produksinya, lagipula dengan distandardkannya komponen, unsur-unsur, faktor- faktor produksi ini maka akan  menghasilkan produk yang mutunya standard pula.

Dalam dunia cetak mencetak yang berdemensi sangat tinggi ini, ada dua aspek yang sangat penting saat memproduksi suatu barang cetakan, yaitu bahwa seseorang atau kelompok atau asosiasi yang berkecimpung di industri cetak mencetak, bagaikan ia berdiri tegak dengan satu kaki kiri berdiri di industri grafika/industri jasa yang melayani keinginan pemesan demi mencapai kepuasan pelanggan, sedangkan satu kaki kanan berdiri di industri pabrikan/manufacturing yang harus memproduksi massal sesuai dengan kriteria mutu, waktu dan jumlah pesanan.

 
KUALITAS PRODUKSI CETAK dan PENGENDALIANNYA (3)

Perkembangan teknologi mesin cetak dbeberapa pabrik mesin cetak sudah sangat canggih dengan mengaplikasikan perkembangan teknik komputer, (seperti pabrik-pabrik mesin cetak di Eropa dan di Asia) sehingga pengoperasian mesin, pengendalian lapisan tinta, penyetelan awal tebal tinta/pre-setting, ketepatan cetak, pengendalian distribusi air dan distribusi tinta, dll sudah terintegrasi didalam mesin cetaknya, sehingga operator semakin dimudahkan oleh perkembangan teknologi ini.

Dibawah ini Model Acuan Penguji Kemampuan Cetak yang lebih rumit dan teliti dalam mendeteksi kondisi mesin cetak, kondisi permukaan kertas, kondisi dan penyetelan rol-rol tinta dan rol air, keseimbangan air dan tinta, kesesuaian antara tinta dan kertas, bahkan pada kemampuan operator mesin cetaknya, sehingga dengan informasi yang teliti, akurat dan jelas, maka apabila terjadi penyimpangan sekecil apapun selama proses produksi masal dapat dideteksi, sehingga diharapkan produktivitas meningkat dan kualitas dapat dikendalikan.

 
Memahami Warna Cetak Bag 1
Written by Administrator   

 

Memahami Warna

 

Disusun olehIrene Buloron (X-Rite Pantone Asia Pacific, Senior Application Manager, G7 Color Expert)

Warna ada dimana-mana dan warna adalah bagian dari pengalaman sehari-hari. Terkadang orang peka akan hal tersebut, tapi tidak jarang pula mengacuhkannya. Jika harus mengambil keputusan pada hal-hal sederhana seperti makanan yang kita makan, secara tidak sadar melakukan pemeriksaan akan kualitas dari tampilan warnanya sebelum melihat faktor lain yang menunjang secara keseluruhan.

Bagaimana Memahami Warna

Dalam pembicaraan saya mengenai warna dalam beberapa tahun, Saya sering memulai dengan “Apa itu Warna ?” kepada para pendengar yang berbeda dan saya memperhatikan orang-orang secara tidak sadar memandang sekelilingnya sebelum mereka memberikan jawaban menarik yang berbeda-beda.

Hal ini dapat dipahami karena kita dikelilingi oleh warna.

Apakah anda tahu……..

Warna abu-abu adalah warna achromatic, yang artinya warna “tanpa warna”.

......................................... Ingin tahu selengkapnya klik link judul di atas .............................

 
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H
Written by Administrator   
Saturday, 02 July 2016 09:13

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

 

 

Segenap Pimpinan, Redaksi, dan Karyawan majalah Print Media Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H Mohon Maaf Lahir dan Batin.

 
Relokasi Usaha Cetak di Jakarta PERLU PERHATIAN
Written by Administrator   
Tuesday, 26 April 2016 20:59

Relokasi Usaha Cetak di Jakarta

PERLU PERHATIAN

Sekilas tentang Perda DKI No 1 Tahun 2014

 

Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta No 1 Tahun 2014, berisi tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ) DKI Jakarta, yang telah disahkan oleh DPRD DKI Jakarta pada 18 Desember 2013, dengan sendirinya menjadi dokumen acuan dalam rencana pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah DKI Jakarta sampai tahun 2030 yang akan datang.

Perda No 1 Tahun 2014 tentang RDTR dan PZ  tersebut dibukukan dalam 1 buku setebal 716 halaman  ditambah 2 buku lampiran  berjumlah 1151 halaman. Perda tersebut terdiri dari 23 Bab yang mengatur antara lain : Pola pengembangan kawasan dan sifat lingkungan, Rencana detail tata ruang kecamatan, Peraturan zonasi, Perizinan dan rekomendasi, Insentif dan disinsentif, Pengendalian pemanfaatan ruang, Hak, kewajiban dan peran masyarakat, Pembinaan dan pengawasan.

Pelaksanaan Perda tersebut, khususnya yang mengatur tentang  tata ruang dan zonasi,  sangat penting dalam menentukan kelangsungan dan keberadaan banyak perusahaan percetakan di Jakarta saat ini, yang masih tersebar dan menempati  berbagai zona,  seperti : zona serapan, zona hijau, zona pemukiman, zona pasar atau perdagangan. Hal lain yang juga berkaitan dengan perusahaan percetakan dalam Perda DKI No 1 tahun 2014 tersebut, adalah adanya pengaturan tentang pelarangan pebisnis percetakan beroperasi di luar zona industri yang telah ditetapkan.

...................................................................................................................................................................

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>

Page 2 of 7

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!