Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini237
mod_vvisit_counterKemarin1180
mod_vvisit_counterMinggu ini2541
mod_vvisit_counterMinggu lalu8444
mod_vvisit_counterBulan ini12904
mod_vvisit_counterBulan lalu39361
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1348281
Kami Memiliki: 31 guests online

Home Fokus Berita VARIABEL KONTRUKSI MESIN CETAK OFFSET
26
May
2014
VARIABEL KONTRUKSI MESIN CETAK OFFSET

Era globalisasi membawa dampak yang sangat luas didalam sendi kehidupan masyarakat kita. Kaitan dengan itu, maka animo masyarakat pengguna barang cetakan juga meningkat tajam, ditandai dengan semakin marak dan beragamnya jenis, macam, bentuk, jumlah, kualitas barang cetakan yang dapat disaksikan, disudut-sudut kota, jalan-jalan, juga didalam rumah tangga. Dampak adanya kondisi dan perkembangan tuntutan konsumen/pemesan, maka mau tidak mau perusahaan/industri percetakan sebagai suatu perusahaan yang job-order harus melayani keinginan pemesan.

Sebagai konsekuensi dari tuntutan tersebut, maka banyak perusahaan percetakan yang melengkapi perusahaannya dengan mesin-mesin yang canggih dan dengan kapasitas yang tinggi, sehingga akan mampu memenuhi tuntutan pelanggan, seperti: kualitas yang prima, waktu penyerahan yang tepat dan harga yang ideal.

Kita fahami bersama bahwa prinsip dasar dari cetak ofset, adalah adanya tolak menolak antara AIR dan LEMAK/TINTA.  Bagian mencetak (image area) bersifat menarik TINTA dan menolak AIR, sedangkan Bagian tidak mencetak (non-image area) bersifat menarik AIR dan menolak TINTA. Sedangkan pengalihan tintanya dari acuan/pelat ke bahan cetak/kertas secara tidak langsung (menggunakan media perantara), sehingga konstruksi mesin cetak ofset minimal terdiri dari 3 silinder utama, yaitu silinder acuan, silinder perantara dan silinder penekan. Pada penerbitan kali ini akan dibahas tentang variable/jenis-jenis/kemajemukan dari konstruksi mesin cetak ofset lembaran (sheet fed offset printing machine), untuk memberikan gambaran pada pemerhati  dunia cetak mencetak, khususnya teknik cetak offset lembaran yang mendominasi penggunaan mesinnya oleh para industriawan percetakan.

2. KONSTRUKSI MESIN CETAK OFSET LEMBARAN

Berdasarkan pada prinsip cetak datar/lithografi, kemudian berkembang pesat menjadi teknik cetak ofset yang dikenal sekarang ini, pabrik-pabrik mesin cetak ofset berlomba-lomba mendisain produk mesinnya dengan suatu konstruksi yang semakin lama semakin canggih. Belakangan ini sudah banyak mesin cetak ofset yang mengkombinasi kan antara sistem kerja mekanik dengan elektronik, sehingga sangat mempermudah dan memperlancar pengoperasiannya.

Namun secara garis besar konstruksi yang ada ini masih dibatasi oleh prinsip cetak ofset, sehingga konstruksi mesin cetak  ofset tidak berbeda terlalu menyolok. Dalam satu mesin cetak ofset lembaran satu warna akan selalu terdiri dari unit-unit utamanya, yaitu : (1) Unit pemasukan/pengumpan kertas (feeder unit) bertugas memasukkan/menyalurkan kertas dari unitnya ke unit pencetakan. (2) Unit pencetakan (printing unit) bertugas mengalihkan gambar/lapisan tinta ke permukaan kertas/bahan cetak. (3) Unit penintaan (inking unit) bertugas memberikan / melapisi lapisan tinta pada gambar / model  pada  acuan  cetak. (4) Unit pembasah / unit pelembab (damping unit) bertugas memberikan air/cairan ke permukaan tidak bergambar pada acuan cetak, dan yang terakhir  (5) Unit pengeluaran (delivery unit) yang bertugas menerima/menampung hasil cetakan.                          

Perkembangan berikut dilakukan penyempurnaan dengan berpedoman pada kemudahan mengoperasikan, otomatisasi, yang bertujuan untuk, mempersingkat waktu produksi, meningatkan produktivitas, kualitas, efisien, efektif, sebagai alternatif untuk mencukupi keinginan dan tuntutan pemesan akan mutu, waktu penyelesaian dan harga yang murah.

3. MESIN CETAK OFSET WARNA GANDA

Pada dasarnya, konstruksi mesin cetak ofset  warna ganda, pembagian kelompoknya sama seperti pada mesin cetak satu warna.  Setiap warna terdapat satu silinder pelat, satu silinder kain karet dan satu silinder tekan, begitu pula unit pembasah dan penintaannya masing-masing satu unit.  Selain itu alat pengangkutan atau tromol pemindah diperlukan untuk membawa lembar kertas dari satu unit ke unit seterusnya.  Untuk tujuan tertentu, dikonstruksi mesin cetak dua warna terdiri dari dua silinder pelat dan dua silinder kain karet , dua unit penintaan dan dua unit pembasah, tetapi hanya satu silinder tekan. Konstruksi demikian disebut dengan “ prinsip lima silinder “, sehingga mencetak  dua  warna dapat dihasilkan dalam satu cekaman penjepit/gripper.  Dengan cara ini, tidak mungkin ada perbedaan ketepatan cetak kedua warnanya yang diakibatkan perubahan posisi kertas oleh adanya perpindahan kertas pada penjepit ataupun mungkin kesulitan yang diakibat kan oleh adanya pengembangan kertas.

Pada mesin cetak empat warna, secara teoritis dua mesin cetak dua warna disusun yang satu dibelakang yang lain.  Kertas dibawa oleh penjepit/pencekam dari unit cetak dua warna yang pertama ke unit cetak berikutnya dengan perantaraan perangkat penjepit (gripper carriage),  yang dibawa melalui/menggunakan rantai.  Tetapi rantai tersebut bagaimanapun tidak menjamin penuh ketepatan pengalihan kertasnya.      

                                                           

Untuk memenuhi tuntutan konsumen yang bermacam-macam dan dengan jenis barang cetakan yang beraneka ragam, maka dikonstruksi mesin cetak warna yang sangat kompak, dengan dilengkapi silinder berbentuk tromol yang berfungsi membalik kertas. Mesin cetak seperti ini kelihatannya sangat kompak dan tidak memerlukan banyak tempat. Mesin cetak ini dapat dipakai  untuk mencetak dua warna pada satu muka atau untuk mencetak dua sisi, masing-masing satu warna.  Prosedur pembalikan kertas dalam tiga tahapan.

4. MESIN CETAK OFSET LEMBARAN PERFECTING

Pada penjepit tromol pembawa kertas terdapat dua lembar kertas, tercetak pada sisi satu muka.  Penjepit/gripper tromol pembalik menangkap pinggiran belakang lembaran yang bawah, pada saat itu juga gripper tromol pembawa melepaskan lembar kertas. Lembar kertas dijepit oleh gripper tromol pembalik, sekarang pinggiran belakang kertas menjadi pinggiran depan.  Lembar kertas dialihkan ke gripper unit cetak kedua, disitulah terjadi pencetakan sisi kedua. Mesin cetak ofset demikian disebut  “ mesin cetak perfector/perfecting “. yang mampu mencetak  2/0  atau  1/1.

Yang perlu dipertimbangkan dalam mempersiapkan/mounting film dan penataletakan halaman-halaman buku apabila mencetak pada mesin cetak  perfector ini adalah : ...

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 58 Mei - Juni 2014

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!