Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini235
mod_vvisit_counterKemarin1180
mod_vvisit_counterMinggu ini2539
mod_vvisit_counterMinggu lalu8444
mod_vvisit_counterBulan ini12902
mod_vvisit_counterBulan lalu39361
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1348279
Kami Memiliki: 30 guests online

Home Fokus Berita PENGADAAN BUKU SEKOLAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Semester I Belum Tuntas, 200 Juta Buku Semester II Harus Selesai
14
Oct
2014
PENGADAAN BUKU SEKOLAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Semester I Belum Tuntas, 200 Juta Buku Semester II Harus Selesai

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional tahun 2014 menunjukkan jumlah sekolah SD s/d SMA/SMK di Indonesia mencapai  206.779, dengan jumlah siswa 31.224.844 orang yang dibimbing oleh 1.425.001 guru.

Berdasarkan data tersebut, Kemendikbud memetakan kebutuhan buku acuan belajar bagi peserta didik dan buku pedoman guru  untuk mendukung pelaksanaan  Kurikulum 2013 secara serentak di Indonesia pada tahun ajaran 2014/2015.

Total kebutuhan  buku sekolah untuk semester I tahun ajaran  2014/2015 yang seharusnya sudah didistribusikan adalah 240 juta eksemplar, dengan rincian 123 juta eksemplar untuk jenjang SD, 60 juta eksemplar untuk jenjang SMP, dan 57 juta eksemplar  untuk jenjang  SMA/SMK. Khusus untuk  jenjang SMA/SMK, hingga akhir  Agustus 2014,   masih banyak buku yang  ngendon di percetakan. Percetakan tidak mampu mendistribusikannya karena keterbatasan modal.

Mekanisme Pengadaan Buku Tahun Ajaran  2014/2015

Biaya pengadaan buku teks dan panduan guru semester II tahun ajaran 2014/15 dialokasikan  melalui  dana DAK (Dana Alokasi Khusus) atau APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).  Bagi Kabupaten/Kota penerima DAK 2014 diambil dari DAK  2014, sedangkan  Kabupaten/Kota bukan penerima DAK diambil dari APBD Kabupaten/Kota. Hal ini dijelaskan dalam  Surat Edaran  Wakil Menteri Bidang Pendidikan Nomor : 101282/WMT/LL/2014 tanggal 25 Juli 2014 mengenai Persiapan Pengadaan Buku Kurikulum 2013 Tahun 2014 semester II tahun pelajaran 2014/2015, yaitu sebagai berikut :

1. Bagi Kabupaten/kota yang tidak mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pendidikan, memasukan tersedianya anggaran pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masing-masing kabupaten/kota untuk pembelian Buku Kurikulum 2013 semester II tahun pelajaran 2014/2015;

2. Kabupaten/kota yang memilih pelelangan pengadaan buku Kurikulum 2013 semester II tahun pelajaran 2014/2015 melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pelelangan akan diadakan pada bulan September 2014;

3. Bagi kabupaten/kota yang melelang sendiri pengadaan buku/tidak melalui LKPP, agar menyiapkan data jumlah siswa dan guru setiap rombel kelas 1, 2,4 dan 5 untuk SD, kelas 7 dan 8 untuk SMP, serta kelas 9 dan 10 untuk SMA/SMK. 

Daftar Perusahaan Pemenang Tender Pengadaan Buku

 Perusahaan penyedia pengadaan/penggandaan buku teks dan panduan guru Kurikulum 2013 tahun ajaran 2014/2015 yang telah ditetapkan sebagai pemenang tender  pada pertengahan tahun 2014 adalah sebagai berikut : Acaya Media Utama, Aksara Grafika Pratama, Aneka Ilmu, Antar Surya Jaya, Askhaf, Berkat Dedikasi Prima, Ceniya Ratu Mandiri Printing, Champion Printing & Binding, Enka Parahiyangan, Ghalia Indonesia Printing, Gelora Aksara Pratama, Gramedia, Handika Prima Media, Intermasa, Jabal Rohmat, Je Pe Press Media Utama, Medan Media Grafikatama, Multi Kreasi Satu Delapan, Padi Merunduk, Pura Barutama, Putra Nugraha, Sarana Panca Karya Nusa, Saudara Sukses, Sumber Bahagia Concern, Surya Berta Perkasa, Temprina Media Grafika, Titian Ilmu dan Tomasu.

Realita Pengadaan Buku Kurikulum 2013

Pada pelaksanaannya, tidak semua perusahaan pemenang tender pengadaan buku sekolah tahun ajaran  2014/2015 sanggup memenuhi tenggat untuk menyelesaikan kontrak pengadaan buku. Hanya beberapa  perusahaan saja yang mampu tepat waktu menyelesaikan kontraknya, bahkan ada pekerjaan   beberapa perusahaan pemenang yang akhirnya dialihkan ke perusahaan lain. Hingga tahun ajaran baru dimulai 14 Juli lalu, buku-buku Kurikulum 2013 masih banyak yang belum terdistribusi. Pihak Kemendikbud tidak mau disalahkan dengan dalihKemendikbud sudah menyiapkan sistem yang bagus, yaitu masing-masing kepala sekolah sasaran kurikulum baru dapat  langsung memesan buku ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

Harga buku terbitan Kemendikbud rata-rata hanya Rp 50 per lembar. Harga ini jauh lebih murah ketimbang buku fotokopian yang rata-rata Rp 100 per lembar. Dengan harga per lembar yang murah itu, maka rata-rata harga  buku kurikulum baru per mata pelajaran hanya di kisaran Rp 10 ribu. Harga buku tersebut tergolong  sangat  murah,  sekitar tujuh sampai  sepuluh kali lipat lebih murah dibanding buku pelajaran terbitan swasta, tetapi banyak sekolah yang belum memesan.  Seorang pemerhati  dunia pendidikan mengatakan,  "Saya heran, kok masih banyak yang belum pesan, padahal harganya murah, uangnya sudah ada dari dana BOS dan dana tambahan khusus untuk buku."

Seorang petinggi salah satu percetakan pemenang tender pengadaan buku menjelaskan bahwa masalah keterlambatan pengadaan buku dikarenakan belum adanya pesanan yang masuk.  “Keterlambatan itu diawali karena kita belum menerima pesanan. Kalau kita cetak,  nanti siapa yang membayar ? Perlu diketahui bahwa dalam proses pengadaan buku tersebut, sekitar 70-80 %  adalah biaya  untuk bahan baku berupa kertas dan tinta, keuntungannya tipis sekali,”ungkapnya.

Beragam pendapat dan komentar pun  muncul di berbagai media. Ada yang berpendapat sekolah sengaja mengulur waktu pemesanan sebagai alasan untuk tidak memesan buku terbitan Kemendikbud karena tidak ada margin keuntungan untuk pihak sekolah. Jika memesan buku di penerbit umum, seminim apapun pihak sekolah masih mendapat margin keuntungan. Akibatnya, hingga tahun ajaran baru berlangsung hampir  dua bulan, masih  banyak sekolah yang belum menggunakan buku terbitan Kemendikbud. Siswa pun terpaksa  menggunakan buku hasil fotocopy seharga  sekitar  Rp. 25.000/buku dengan biaya dari  sekolah dan sebagian lagi harus mengeluarkan biaya sendiri .Sementara itu Deputi Bidang Hukum Penyelesaian Sanggah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP), Ikak Gayuh Patriastomo, menyatakan beberapa perusahaan pemenang tender mengalami hal tersebut. Selain itu, keterlambatan juga terjadi lantaran tak semua perusahaan memiliki modal yang cukup untuk mencetak sesuai kontrak buku yang dimenangkan.

Ketua Pokja Buku Kurikulum 2013 LKPP, Yulianto, mengatakan sistem pembayaran buku secara  langsung oleh sekolah dengan menggunakan dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) membuat percetakan harus mengeluarkan banyak modal di awal. Soalnya, banyak sekolah yang belum bisa membayar lantaran dana BOS belum turun. Percetakan Erlangga, contohnya, mengatakan harus merogoh kocek hampir Rp 30 miliar. Kondisi ini membuat percetakan dengan modal terbatas  tidak dapat melakukan proses produksi sesuai kontrak. Hal inilah yang membuat proses pencetakan tersendat.

Pengadaan Buku Semester II Ta. 2014/2015

Inventarisasi Masalah

Masalah dalam pengadaan Buku Kurikulum 2013 Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 antara lain sebagai berikut:

1.      Proses pengadaan lelang terlambat.

2.      Media online yang digunakan untuk pemesanan buku sempat  mengalami gangguan.

3.      Sekolah terlambat atau  tidak memesan buku ke penyedia.

4.      Kapasitas peralatan cetak beberapa perusahaan pemenang tender tidak sesuai dengan nilai order cetak yang dimenangkan.

5.      Penyedia atau percetakan pemenang tender kekurangan modal.

6.      Masa distribusi buku berbenturan dengan waktu mudik lebaran.

Buku Semester I Belum Tuntas, Tender Pengadaan Buku Semester II Telah Tiba

Proses tender pengadaan buku semester II Tahun Ajaran 2014/2015 akan segera dilaksanakan, padahal pengadaan buku semester I belum tuntas.

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 60 September - Oktober 2014

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!