Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini230
mod_vvisit_counterKemarin1180
mod_vvisit_counterMinggu ini2534
mod_vvisit_counterMinggu lalu8444
mod_vvisit_counterBulan ini12897
mod_vvisit_counterBulan lalu39361
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1348274
Kami Memiliki: 25 guests online

Home Fokus Berita KUALITAS PRODUKSI CETAK dan PENGENDALIANNYA (3)
16
Sep
2016
KUALITAS PRODUKSI CETAK dan PENGENDALIANNYA (3)

Perkembangan teknologi mesin cetak dbeberapa pabrik mesin cetak sudah sangat canggih dengan mengaplikasikan perkembangan teknik komputer, (seperti pabrik-pabrik mesin cetak di Eropa dan di Asia) sehingga pengoperasian mesin, pengendalian lapisan tinta, penyetelan awal tebal tinta/pre-setting, ketepatan cetak, pengendalian distribusi air dan distribusi tinta, dll sudah terintegrasi didalam mesin cetaknya, sehingga operator semakin dimudahkan oleh perkembangan teknologi ini.

Dibawah ini Model Acuan Penguji Kemampuan Cetak yang lebih rumit dan teliti dalam mendeteksi kondisi mesin cetak, kondisi permukaan kertas, kondisi dan penyetelan rol-rol tinta dan rol air, keseimbangan air dan tinta, kesesuaian antara tinta dan kertas, bahkan pada kemampuan operator mesin cetaknya, sehingga dengan informasi yang teliti, akurat dan jelas, maka apabila terjadi penyimpangan sekecil apapun selama proses produksi masal dapat dideteksi, sehingga diharapkan produktivitas meningkat dan kualitas dapat dikendalikan.

Jadi dapat diambil satu pengertian umum bahwa kualitas suatu barang cetakan (model apapun, warna khusus atau proses, satu warna maupun multi warna) dapat ditentukan melalui : mutu pewarnaan (kestabilan dan keseragaman warna atau keseragaman lapisan tinta), kelengkapan atau detail elemen cetak, batasan nilai nada, ketepatan cetak/register, penumpukan warna pada cetakan multi warna, serta sifat permukaan kertas atau bahan cetaknya.

Usaha untuk melakukan standardisasi disegala aspek dan unsur didalam proses produksi cetak (misal standardisasi mesin cetak, proses produksi cetak, alur proses produksi, standardisasi kertas, tinta, bahan pendukung produksi, bahkan standardisasi ketrampilan/keahlian teknis produksi) sedang dirintis dan dilakukan.

Mengingat rumitnya melakukan standardisasi bidang cetak-mencetak ini, maka beberapa terminologi/batasan kebiasaan di industri percetakan untuk merujuk suatu kualitas barang cetakan sering masih dilakukan dengan proses konvensional, yaitu :

1.Warna hasil cetakan sesuai atau mendekati benar dengan contoh/sample maupun proofnya. Yang menjadi pembahasan kemudian adalah jenis-jenis sample dan proof/cetak coba yang dipergunakan oleh pemesan untuk dipedomani oleh operator cetaknya. Macam-macam sample dan proof,yaitu :

a. Contoh/sample hasil cetakan (terdahulu).

Masalah yang muncul dalam mempedomani hasil cetakan terdahulu sebagai standard pencetakan adalah :

1). Jenis bahan cetak (kertas) harus sama;

2). Jenis tinta cetak harus sama;

3). Teknik cetak harus sama;

4). Mesin cetaknya (kondisi, dll) ?

Apabila unsur-unsur diatas yang terdapat pada cetakan terdahulu tidak sama dengan pencetakan yang sedang berlangsung, maka hasilnya tidak akan sama. Misalnya : perbedaan kertas akan mempengaruhi kecerahan warna, karena dalam kurun waktu tertentu warna kertas akan berubah, dan warna cetakan terdahulu juga akan berubah, dan seterusnya perbedaan unsur diatas akan menghasilkan cetakan yang berbeda dengan contohnya.

b. Proof hasil dari cetakan mesin proof.

Hasil cetak dari mesin proof berbeda dengan hasil cetak mesin produksi, karena berbagai persyaratan dan perbedaan pada teknis produksi, seperti :

1). Konstruksi sistem penintaan tidak sama;

2). Sistem pembasahan tidak sama (mungkin tidak ada);

3). Sistem transportasi kertas sangat berbeda;

4). Pengaturan skala tekanan cetak pada mesin proof dan mesin produksi     

     sangat berbeda.

c.  Sample/contoh dari digital proofing. Warna hasil dari digital proofing tidak sama benar dengan warna hasil cetakan, karena bahan pewarna/pigment pada warna untuk digital proofing berbeda dengan pigment pada tinta cetak, sehingga proses warna yang terjadi pada saat mencetak akan menghasilkan perbedaan warna dengan proof dari digital proofing.

2. Ketepatan cetak/register cetak tercapai.

     Ketepatan cetak suatu barang cetakan adalah suatu kondisi bahwa warna-warna yang dicetak ( 4 warna atau lebih ) menempati pada posisi yang sama atau semua warna yang dicetak posisinya tepat. Kondisi pencetakan warna proses demikian dapat dihasilkan melalui kerjasama yang padu dan standard mulai dari pre-press, on-press / produksi dan bahan cetaknya. Bahkan pada teknik pencetakan konvensional kegiatan pre-press dimulai dari kegiatan setting/susun huruf, pembuatan film (negatif/positif), imposisi, mounting dan terakhir pembuatan pelat/acuan cetak. Semua kegiatan pre-press demikian harus terpadu sehingga dimungkinkan memperoleh posisi yang sama pada pelat cetak Kegiatan berikut pada produksi, yang dimulai dari pemasangan pelat pada silinder pelat (agar posisi gambar yang sudah baik dari press, pada pemasangan pelt harus diimbangi dengan menggunakan sistem pin dan punch register system, artinya bahwa lubang/punch yang dipersiapkan pada pinggiran pelat, posisinya harus tepat benar dengan pin yang ada pada silinder pelat. Posisi demikian yang akan menjamin posisi pelat cetak untuk semua warnanya). Berikutnya pengembangan kertas yang sangat minimal, karena kertas yang mengembang dan membesar ukurannya akan membawa serta ukuran gambar. Agar pengembangan kertas dapat diminimalisir, maka kertas terpotong arah seratnya harus sejajar dengan poros silinder.

3. Hasil cetakan bersih dan tajam.

    

Hasil cetakan yang bersih dan tajam dapat dihasilkan dengan kecermatan yang tinggi dalam pemilihan bahan yang tepat (kondisi kertas yang padat dan mengkilap, tinta cetak dengan daya warna yang baik, image/gambar yang baik, dan dengan kontras yang baik, penyetelan peralatan air pembasah dan peralatan penintaan yang mampu menghasilkan keseimbangan air dan tinta selama proses produksi dan, kesesuaian antara kertas dan tinta cetak.

Dalam usaha memperoleh kualitas barang cetakan secara standard dan diakui oleh seluruh masyarakat pengguna barang cetakan, maka diperlukan persyaratan tentang kualitas cetak secara standard pula yang harus diikuti secara tepat oleh masyarakat (terutama pemesan barang cetakan) produsen dan juga para pelaku dibidang cetak mencetak, antara lain :

1. Adanya pemahaman yang mendalam dan sama tentang warna beserta variasi penyimpangannya. Hal ini penting karena pemahaman tentang warna akan menuju kepada kesamaan pandang terhadap warna pada umumnya dan warna hasil cetakan pada khususnya. Dengan pemahaman yang sama ini maka standard warna yang akan dipersiapkan tidak akan menemui kendala.

2.  Adanya alat bantu pengontrol warna beserta variasi penyimpangannya.

     Penting untuk diketahui oleh para pemesan dan utamanya produsen beserta seluruh jajaran tenaga teknis agar memahami benar pentingnya penggunaan alat bantu ukur warna/lapisan tinta. Pemahaman akan pentingnya penggunaan alat bantu ukur oleh semua pihak yang berkaitan dengan usaha memperoleh standard warna dan akan mengacu pada mutu hasil cetakan, maka...

Selengkapnya terdapat pada Print Media Edisi 72 September - Oktober 2016

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!