Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini231
mod_vvisit_counterKemarin1180
mod_vvisit_counterMinggu ini2535
mod_vvisit_counterMinggu lalu8444
mod_vvisit_counterBulan ini12898
mod_vvisit_counterBulan lalu39361
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1348275
Kami Memiliki: 26 guests online

Home Fokus Berita KERTAS KEMASAN dan FUNGSINYA
13
Jan
2017
KERTAS KEMASAN dan FUNGSINYA

Kemasan dan Fungsinya

Pesatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seiring dengan laju perekonomian negara-negara maju mendorong setiap individu mengubah gaya hidup dan aktivitas  sehari-harimereka, terutama di kota-kota besar. Sebagai contoh pada aktivitas  sarapan pagi,  biasanya dilakukan di rumah sebelum berangkat ke tempat kerja.Tetapi,semakin padatnya lalu lintas menyebabkan waktu tempuhketempat kerja menjadi lebih lama. Hal ini memaksa mereka  untuk   berangkat lebih pagi sehingga menghilangkan waktu aktivitas sarapan pagi di rumah. Akibatnya,   banyak yang melakukan aktivitas sarapan pagi dengan cara membelimakanan, terutama makanan siap saji/fast food,  dan langsung memakannya dalam  perjalanan menuju kantor. Sehingga,  saat ini sarapan pagi denganmenufast food sudah menjadi budayasebagian besar warga  kota metropolitan. Fast food pada umumnya menggunakan  kemasan yang mudah dan nyaman  dibawake mana-mana.Hal ini menyebabkan meningkatnya penggunaan kemasan. Meningkatnya penggunaan kemasan juga dipicu oleh  menjamurnya pasar swalayan yang lebih banyak menggunakan kemasan sintetis.

Jenis-jenis kemasan yang digunakan sangatbervariasi.Kemasan yang saat ini banyak beredar  dipasaran adalah kemasan dengan  material kemasan fleksibel. Hal ini disebabkan hargamaterial   kemasan fleksibel jauh lebih murah dibandingkan dengan material kemasan kaku atau rigid,baik berbahan plastik maupun metal. Selain lebih murah, material kemasan fleksibel juga lebih ringan dibandingkan dengan jenis material kemasan lainnya, yang  berimbas pada lebih rendahnya biaya transportasi.

Kemasan fleksibel dapat dicetak dengan lebih dari 6 (enam) warna sehingga dapat menambah nilai jual  produk yang dikemasnya. Penggunaan kemasan fleksibel saat ini tidak terbatas padaproduk-produk makanan dan minuman,  tetapi sudah merambah pada industri obat-obatanmeski masih terbatas.Obat-obatan menggunakan kemasan fleksibeldengan  kombinasisusunan jenis-jenis material yang dapat menjamin  kualitas obat-obatantetap terjagahingga beberapa tahun lamanya. Jenis-jenis  material dimaksud adalah material dengan kategori “barrier material” yang  memiliki karakteristik khusus,yaitu dapat menahan kandungan gas yang ada didalam kemasan seperti Oksigen (O2)dan  CO2, agar tidak keluar dari kemasan ataupun sebaliknya zat-zat gas dari  luar tidak dapat masuk kedalam kemasan sehingga produk makanan, minuman atau obat-obatan terjaga kualitasnya sampai dengan masa kadaluwarsanya.

Barrier material umumnya  tidak hanya mampu mencegah keluar masuknya gas,  tetapi juga mampu mempertahankan aroma produk sehingga aroma khas produk tidak hilang dalam proses distribusi dan transportasi.Sebelum digunakan   material ini diuji lebih dahulu dengan metode pengujian O2TR (Oksigen Transfer Rate). Faktor lain yangharus diperhatikan dalam pemilihan jenis material kemasan  adalah kemampuan mempertahankan kandungan/kadarair produkyang dikemasnyaselama  proses penyimpanan dan distribusi.Kandungan air suatu produk dapat berubah akibat pengaruh kelembaban udara yang tinggi di sekitarnya. Contoh-contoh produk yang sensitive terhadap kelembabanudaraantara lain:keripik singkong, keripik tempe,  dan obat-obatan dalam bentuk tablet.Produk-produklain yang dapat rusak atau berubah bentuk apabila disimpan terlalu lama di area dengan  kelembaban agak tinggi seperti di Indonesia adalah: harddisk, spare part motor atau mobil yang berbahan baku bukan stainless steel. Beberapa aplikasi khusus diterapkan pada kemasan dengan material fleksibelagar kualitas produk tetap terjaga, antara lain  penggunaan plastik fleksibeldengan nilai statik rendah untuk mengemas harddisk agar tidak merusak harddisk akibat  kenaikan elektrik staticdariplastik.

Pada perkembanganselanjutnya,  kemasan bukan saja menjadi kebutuhan industri akan tetapi berperan sebagai nilai tambah suatu produk ekonomi. Daya saing produk di pasaran dapat ditingkatkan dengan penggunaan kemasan  yang innovative dan komunikatif. Jadi,fungsi kemasan tidak terbatas sebagai  pelindungproduk, tetapi juga sebagai sarana komunikasi produsen kepadakonsumen.Melalui kemasan,konsumen dapat mengetahui semua informasi mengenai produkyang ada di dalamnya,terutama untukprodukmakanan, minuman danobat-obatan.  Pada kemasan makanan dan minuman dicantumkan  berbagai macam informasi yang memungkinkan konsumen untuk memilih produk mana yang sesuai untuk konsumsi mereka, seperti komposisi bahan, kandungan gizi dan jumlah kalori produk.  Pada kemasan obat selain komposisi, indikasi dan aturan penggunaan juga dicantumkan kontra indikasiyang menginformasikan bahwa produk tersebut mengandung bahan-bahanatau zatkhusus yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi atau gangguan terhadap organ lain pada pengguna yang sensitif terhadap zat tersebut.Pada kemasan obat juga dicantumkan tanda khusus yang menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung bahan baku yang sudah diubah secara genetical, sehingga berpengaruh terhadap tata cara penjualan obat, yaitu  dijual bebas, dijual bebas terbatas atau hanya dapat dibeli dengan menyertakan  resep dokter.

Tahapan Penentuan Kemasan

Untuk menentukan material dan tipe kemasan yang sesuai dengan produk perlu dilakukan beberapa tahapan kinerja agar produk dapat diterima konsumen dan memberikan kontribusi dalam hal kenaikan volume penjualan produk.Kemasan yang digunakan dibagi dalam dua kategori yaitu kemasan primer dan kemasan sekunder.Kemasan primer adalah kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk,sedangkan kemasan sekunder berfungsi sebagai pelindung dalam proses handling dan transportasi.

Kemasan primer biasanya menggunakan  material yang disesuaikan  dengan karakteristik produk yang akan dikemas seperti produk cairan atau produk dalam bentuk padat. Kondisi penyimpanan produk merupakan faktor penting dalam penentuan tipe dan jenis material yang akan digunakan. Di samping itu, proses dan tempat distribusi produk juga menentukan tipe dan jenis material kemasan yang akan digunakan.

Tipe Kemasan

Setelah proses pengembangan suatu produk selesai,  langkah selanjutnyayang harus dilakukan produsen  adalah menentukan tipe kemasan untuk produk tersebut. Ada berbagai tipe kemasan, seperti:botol, gelas, folding box, stand up pouch atau polybag. Tipe kemasan ditentukan oleh karakteristik produk yang akan dikemas dan bagaimana produk tersebut akan dipasarkan. Produk dalam bentuk cairan dikemas berbeda dengan produk berbentuk padat atau bentuk bubuk. Selain itu,tipe kemasanprodukyang dijual dipasar tradisional dikemas berbedadengan produk yang dijual di pasar modern. Berat produk juga menentukan tipe kemasanyang digunakan.Produk dengan berat dibawah 50 gram biasanya dikemas dalam bentuk saset,sedangkan produk dengan berat  lebih dari 50 gram akan dikemas dalam bentuk polybag. Hal ini   untuk memudahkan  proses pengemasan danmerespon  perilaku konsumen yang menginginkan produk dalam porsi kecil. Produk berbentuk cairanumumnya  dikemas menggunakan botol dari bahan polymer dengan tujuanuntuk memberi   kenyamanankepada  konsumen saat  mengkonsumsi produk tersebut. Sedangkan produk-produk bubuk atau padat dikemas menggunakan kemasan dengan tipe polybag. Beberapa produk menggunakan kemasan khusus seperti ....

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 74 Januari- Februari 2017

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!