Yumpu

    

 

 

Polling

Dari mana Anda tahu website Indonesia Print Media ?
 
Home
01
Feb
2016
Menanggapi Kritikan... Oleh : Kikie Nurcholik (Sekjen Komunitas Printing Indonesia)

 

Kritik memiliki banyak bentuk.Kritik bisa berupa nasehat, obrolan,sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.Wajar saja jika setiap orang tidak suka dikritik.Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita, sebagai manusia dengan segala keterbatasannya,bisa aman dari kritik? Nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik daripada dikritik.

Saat menonton tayangan sepak bola di televisi,  kita mendengar para komentator mengkritik  strategi permainan kedua kesebelasan yang dianggap salah. Padahal mereka belum tentu dapat menjalankan strategi yang lebih baik jika mereka sendiri yang tampil sebagai pemain. Kepandaian mereka menganalisa permainan sepakbola  tidak berbanding lurus dengan kemampuan mereka bermain bola.Demikian pula denganparakritikussertapengamat politik, ekonomi, maupun sosial, dalam memberikan kritikterhadap suatu kebijakan atau permasalahan yang timbul di masyarakat. Mereka ramai-ramai berkomentar seolah pernyataan merekalah yang paling benar. Pertanyaannyaadalah...seandainya kita mendapatkan  kritik yang sangat keras, apa yang akan kita  lakukan?

 

Manusia umumnya   tidak siap mendapatkan  kritik atas perilakunya karena beranggapan bahwaperilaku adalah bagian pentingdari identitas diri.Kritikan   secara alami akan membuat pribadi kita seperti mendapat serangan besar,meski disampaikan secara baik atau hanya berupa saran kecil.

 

Tidak semua kritik bersifatmembangun, namun diperlukan  sikapbijaksana dalam memproses informasi dengan cara yang logis dan sehat. Ada beberapa hal yangharus kita lakukan agar dapatmenyikapi  kritikan sekeras apapundengan tetap  tenang dan  bijaksana.


1. Tidak Defensive

Kritik bukan berarti serangan  terhadappribadi kita.Bahkan, kita dapat menganggap kritik sebagai suatu hal yang  baik karena ada orang yang bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan penilaian terhadap pribadi kita.Berdebathanya akan membuat kita terlihat menutup diri  dan membuktikan bahwa memang benar banyak hal dari diri kita  yang perlu diperbaiki. Sebaliknya, mengajukan pertanyaan terbuka membuat kita tampak kooperatif, fleksibel dan berpikiran terbuka. Bahkan jika kita  tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat mereka, hal ini akan menunjukkan  kematangan sikap kita dalam menanggapi kritikan,  dan  lebih terhormat daripada menerima kritik  secara langsung.

 

2. Tidak berkata "saya tahu"
Jangan pernah berkata "saya tahu" dalam menanggapi kritik. Kalimat tersebut  akan langsung menempatkan kritikus kita  dalam posisidefensif dan mengubah arah komunikasi  yang seharusnya berjalan  produktifmenjadi sebuah argumen. Jika kita  tahumasalah yang dipersoalkan, ungkapkan dengan  kalimat yang lebih positif seperti "saya mengerti", sehingga  pendapat  kedua belah pihak  terakomodasi.

3. Tidak Paranoid

Merasatidak nyaman saat sedang dikritik adalah sangat normal. Meskipun  kritikan itu disampaikan  secara emosional maupunprofesional, namun kita harus menyikapi kritik tersebut  sebagai upaya orang-orang di sekitar kita    menawarkan pendapatnya  agarkitamampu  bertahan dan meningkatkan kualitas diri.


4.Tidak mengatakan“minta maaf”

Tidak perlu meminta maaf,  kecuali pada situasi yang benar-benar mengharuskan kita meminta maaf.  Kata “Maaf”  membuat kita tampak ragu-ragu dan tidak percaya diri.Gantilah kata  "Maaf" dengan respon yang lebih kuat,seperti "Tentu saja, saya akan melakukan perubahan itu." Sebuah janji proaktif akan membantu kita tampaklebih   akuntabel dan terdengar sopan.

 

5.Tidak terlalu keras pada diri sendiri


Kritik adalah bagian dari kehidupankarena ketidaksempurnaan manusia.Kita akan mendapatkannya di setiap bagian kehidupan, baik di rumah maupun di tempat kerja. Jadikan kritikan sebagai investasi atau wujud kepedulian orang  terhadapdiri kita.  Meskipun sulitditerima, sebenarnyapara kritikus memiliki tujuan baik untuk kita.

Salam Semangat...

 
28
Mar
2016
CATATAN KAKI - IMLEK 2016
Written by Administrator   

 

 

CATATAN KAKI - IMLEK 2016

Oleh : Kikie Nurcholik – Sekjen KOPI

“Gong Xi Fa Chai” adalah kalimat yang sering kita dengar saat Tahun baru Imlek tiba, ucapan yang saling dilontarkan dan dipahami sebagai doa bagi sesama.Suasana Imlek diwarnai dengan wangi hio yang memenuhi penciuman, nyala api dengan latar merah di sana-sini, seekor ayam rebus utuh dalam sebuah piring, dan  suara biduan bermata sipit terlantun mengiringi  keriangan perayaan  Imlek.

Imlek tak hanya soal warna merah meriah dan harapan hidup manis yang dituangkan dalam kegembiraan. Saat ini  Imlek bukan hanya tradisi orang-orangketurunan Tiong Hoa,namun telahmenjadi salah satu bagian    tradisi di Indonesia dan  diakui sebagai hari besar keagamaan nasional.

Pada perayaan Imlekselalu ada dua batang tebu yang berdiri di sudut ruang tamu yang ditempeli sepotong kecil kertas minyak berwarna merah. Merah melambangkan  keberuntungan,  sedang tebu bersinonim dengan manis. Beberapa hari sebelumnya, masyarakat keturunan Tionghoa membersihkan papan-papan sembahyang leluhur hingga mengkilapdan  gelas-gelas teh tawar telah terisi baru. Beragam makanan disiapkan, seperti :  ayam kampung, ikan bandeng segar, sayuran, buah-buahan, kue-kue sertapermen.

 
04
May
2016
PRINT MEDIA NDONESIA edsi 70 Mei-Juni 2016
Written by Administrator   

SEGERA TERBIT !!!

 

PRINT MEDIA NDONESIA

edsi 70 Mei-Juni 2016

 

 
18
May
2012
Badan Pengembangan Pengemasan Indonesia

 
18
Dec
2011
HG MORGAN MESIN CETAK REVOLUSIONER

HG MORGAN  adalah merek mesin cetak offset hasil produksi kerjasama perusahaan dalam negeri yakni PT Dell Pan Tunggal dengan salah satu produsen mesin cetak ternama di Asia. Mesin ini dirancang sesuai dengan kebutuhan para pengusaha mulai dari kelas kecil, menengah hingga perusahaan besar.

Mesin yang memadukan teknologi, kualitas material, mekanikal dan elektronika (digital-micro processor & computer) ini harganya relatif murah hingga patut menjadi andalan investor.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 110

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!