PRINT MEDIA YUMPU

 

 

 

 

Polling

Dari mana Anda tahu website Indonesia Print Media ?
 

Visitor

 
Home
12
Oct
2020
PRINT CONVENTIONAL vs. DIGITAL

Seperti yang telah kita ketahui bahwa teori dasar cetak konvensional terdiri dari cetak tinggi, cetak datar,  cetak dalam dan  cetak khusus (sablon). Semua teknik cetak konvensional sejak ditemukan hingga saat ini telah mengalami perkembangannya hingga digunakan teknik cetaknya pada masing-masing segmen sesuai kebutuhannya. Sebagai contoh, cetak rotogravure (cetak dalam) banyak digunakan pada segmen flexible   packaging,   cetak   offset   (cetak   datar)   sering   digunakan   untuk   cetak ketas/karton, cetak flexo (cetak tinggi) sering diaplikasikan untuk cetak segala macam packaging dengan berbagai substrate termasuk

cetak label. Begitu juga dengan teknik cetak digital, seiring dengan perkembangannya manufacturer mesin cetak digital ...

 
15
Sep
2020
BISNIS GRAFIKA DITENGAH KRISIS

Oleh : Soebardianto

PENDAHULUAN

Pengertian bisnis dalam segala aspek pada umumnya sama, yaitu mengusahakan agar bidang yang menjadi wilayah bisnis memperoleh simpati pelanggan, yang seterusnya pelanggan akan mendapatkan kepuasan dari suatu barang yang dipakai atau yang dikonsumsi. Kepuasan ini bisa berarti kepuasan secara langsung setelah mengkonsumsi atau menggunakan, namun ada juga kepuasan tidak langsung (misalnya bisnis bidang jasa).

Dalam bisnis di bidang grafika yang sebagian usahanya bersifat jasa (bahkan ada yang mengatakan sebagai “job order “ artinya bahwa industri grafika itu memproduksi berdasarkan pesanan dan si pemesan memberikan kompensasi/ membayar atas jasa perusahaan itu dalam mengolah bahan mentah berbentuk naskah atau model menjadi barang jadi yaitu media cetak/barang cetak sesuai pesanan).

Perusahaan yang memproduksi berdasarkan pesanan ini, maka berbagai aspek teknis harus disesuaikan dengan spesifikasi jenis ordernya, misalnya : jenis teknologi cetak, jenis teknik produksi, alat produksi, bahan produksi, proses produksi, bahkan jadwal produksi.

Dengan adanya kondisi demikian, maka tidak jarang perusahaan grafika di tanah air ini seberapapun besarnya, masih memerlukan perusahaan lain yang mungkin memiliki teknik produksi dan alat produksi yang berbeda.

Penyesuaian aspek-aspek produksi tersebut agar mampu menghasilkan ...

 
10
Sep
2020
Epson Kuasai Pasar Ink Tank di Asia Tenggara

Meskipun saat ini merupakan era digital, peran printer masih sangat dibutuhkan untuk proses cetak mencetak dokumen. Dan bagi Epson, printer inkjet, yang menggunakan fitur ink tank adalah hasil karya terbaik di pasar Indonesia. Printer inkjet dengan ink tank yang diperkenalkan sejak 2010 menjadi printer dengan teknologi ink tank pertama di dunia.

Menurut penyedia intelijen pasar global(IDC), Epson menunjukkan kepemimpinan pasar dan inovasi unggul yang berkelanjutan dalam industri inkjet. Dengan proposisi nilai yang unik dan berbagai manfaat bagi pelanggan atas solusi pencetakan EcoTank, Epson mempertahankan kepemimpinan pasar tangki tintanya pada tahun 2019 dengan pangsa pasar 68% di Asia Tenggara**. Temuan terbaru dari IDC menunjukkan bahwa Epson terus mendominasi pasar Indonesia sebagai vendor tangki tinta nomor satu, dengan pangsa pasar 81% yang luar biasa yang tercatat pada tahun 2019.

 
04
Sep
2020
Siegwerk meluncurkan pernis UV flexo & tinta offset untuk daur ulang kertas dan kemasan

Dengan pengembangan pernis UV flexo baru dan tinta offset UV untuk pencetakan komersial dan kemasan, Siegwerk memperluas penawaran solusi deinkable yang lebih meningkatkan daur ulang kertas berlapis UV dan produk cetak papan. Demikian siaran pers Siegwerk pada Kamis 3 Sept 2020.

Siegwerk, salah satu penyedia tinta cetak global terkemuka untuk aplikasi dan label kemasan, telah mengembangkan seri tinta offset UV baru dan pernis UV flexo dengan sifat penghilangan tinta yang luar biasa untuk pencetakan komersial dan pengemasan. Solusi yang baru diluncurkan meningkatkan daur ulang kertas dan kemasan papan berlapis UV serta mendukung target daur ulang khusus bahan sesuai dengan Petunjuk Kerangka Kerja Limbah UE (2008/98 / EC) dan Petunjuk Pengemasan dan Pengemasan Limbah (94/62 / EC) ).

Untuk daur ulang kertas dan papan serat baru, penting agar film tinta dan pernis difragmentasi menjadi partikel hidrofobik kecil (anti air) selama proses daur ulang agar terlepas dan lebih mudah dipisahkan dari serat substrat. Tetapi tinta UV standar saat ini masih sering menunjukkan deinkabilitas yang sangat buruk karena membentuk lapisan yang tahan secara mekanis, padat, dan kimiawi yang melekat kuat pada serat selulosa seperti lapisan plastik perekat. Oleh karena itu, sulit untuk dihilangkan selama proses daur ulang yang mengakibatkan timbulnya bintik-bintik warna yang besar pada kertas daur ulang. Penelitian juga menunjukkan bahwa cetakan yang dilapisi dengan pernis dispersi berbasis air dan pernis flexo yang menyembuhkan UV, mirip dengan tinta standar UV, sangat sering menimbulkan masalah selama proses daur ulang kertas dan papan yang menghilangkan tinta.

Selama proses daur ulang, lapisan pernis yang dicetak terfragmentasi menjadi ...

 
24
Aug
2020
Penerapan STANDARISASI PROSES CETAK OFFSET untuk memenangkan PERSAINGAN

 

Disusun oleh : Lathi Harhary M.S. (consultant)

Bagian dari bisnis adalah “PERSAINGAN”. Sering kali ditemui kondisi pada suatu perusahaan dimana hal tersebut pasti terjadi dalam hal pemasaran dan penjualan. Kejadian ini adakalanya menjadi keluhan staf pemasaran dan penjualan bahwa mereka kehilangan peluang karena kompetitornya memberikan penawaran harga yang lebih rendah, sedangkan bagian kalkulasi maupun produksi sudah berusaha menghitung atas dasar harga bahan dari perusahaan pemasok yang paling murah. Baik bahan-baku tersebut sebagai bahan-baku pokok seperti kertas/karton maupun bahan-baku penunjang (consumables) proses produksi lainnya, seperti tinta, fountain solution, blanket, cairan pencuci dan lain-lainnya. 

Bahkan, fenomena (persaingan) ini sering terjadi antara perusahaan yang telah lama berdiri dengan perusahaan yang boleh dibilang masih baru. Dan secara umum perusahaan lama tersebut biasanya (masih) menggunakan mesin atau peralatan relatif sudah lama sedangkan perusahaan yang baru, peralatan dan mesin-mesinnya (biasanya) lebih baru. Begitupun karyawan-karyawannya, sudah tentu secara logika perusahaan lama akan mempunyai tim produksi yang lebih “pengalaman”.

Seperti kita ketahui, pada industri percetakan; kualitas, standarisasi dan kestabilan hasil (produksi) menjadi tuntutan dan syarat utama dari konsumen, dimana pada umumnya konsumen memang berinteraksi langsung dengan produsen. Sehingga produsen dalam hal ini percetakan, akan melakukan proses produksi atas dasar pesanan konsumen atau oleh pemberi order dengan permintaan (tuntutan) spesifik bahkan ada kalanya dengan syarat  khusus sesuai jenis order itu sendiri. Hal ini tidak terjadi pada industri lain pada umumnya, dimana kualitas dan standar maupun kestabilan ditentukan dan diukur oleh produsen itu sendiri.

Jadi, dalam hal ini tidak ada komunikasi langsung antara produsen terhadap konsumen. Dengan dua kondisi seperti yang diutarakan  tersebut, suatu perusahaan sudah seharusnya menerapkan standarisasi proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas, stabil dan konsisten sehingga bisa meningkatkan efesiensi dan produktivitas serta bisa memenuhi ekspektasi pelanggan yang pada akhirnya bisa mengurangi kesalahan, yang akan mempengaruhi harga akhir dari suatu produk.

Dalam percetakan, Penerapan STANDARISASI PROSES PRODUKSI akan ...

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 123

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!