Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini128
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini128
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31884
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327900
Kami Memiliki: 90 guests online

Home Jendela Berita Ratusan Triliun Rupiah Peluang Cetak Ada di Depan Mata
14
Oct
2013
Ratusan Triliun Rupiah Peluang Cetak Ada di Depan Mata

Secara umum percetakan mempunyai catatan sejarahnya tersendiri. Sejarah menuliskan pertama kali metode cetak diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg dengan inspirasi uang logam yang digesekkan dengan arang ke atas kertas. Guna untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam perkembangan suatu negara, karena hanya jenis industry inilah yang mampu mencetak uang, bukukoran, majalah, baliho, spanduk, brosur, flyer dan lain-lain.

Di Indonesia sebagaimana disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai Ratas bersama Presiden SBY di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu untuk tahun depan, pemerintah memastikan nilai belanja APBN 2014 menjadi sekitar Rp 1.900 triliun. Nilai ini naik dari APBN 2013 yang mencapai Rp 1.683 triliun.

Khusus untuk pendidikan pada tahun 2014 sebagaimana diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2014 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2013). Menyatakan bahwa pemerintah menaikkan anggaran sebesar 7,5% dari yang sebelumnya (RAPBN 2013 yang sebesar Rp 345,3 triliun) menjadi Rp 371,2 triliun. Dan jumlah tersebut menurut perkiraan untuk pencetakan atau penggandaan buku pelajaran mencapai 20 % atau sekitar Rp. 74 triliun. 

Untuk Pemilu 2014, pemerintah telah menganggarkan Rp17 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 yang diperkirakan hampir mencapai 40% atau sekitar 7 triliun untuk kepentingan pengadaan atau pencetakan surat suara dan lain-lainnya. Ada hal yang perlu diingat anggaran tersebut bari dari APBN belum lagi belasan parpol dan hamper ratusan ribu para caleg dari berbagai daerah di seluruh tanah air. Sehingga untuk perkiraan sementara total anggaran pemilu yang akan masuk pada sector industry jasa cetak tahun depan melebihi Rp. 20 triliun.

Jadi jika total tersebut dijumlahkan dengan biaya pengadaan cetak lain seperti koran, taploid, majalah, yang jumlah oplah per medianya dinilai menurun hingga 5% namun dari segi jenis atau jumlah media diyakini bertambah serta cetakan-cetakan lainnya seperti baliho, spanduk, banner, brosur, kalender hingga kartu nama diperkirakan angka anggaran cetak atau sekalig sebagai peluang cetak tahun depan mencapai Rp. 100 an triliun. Semoga semua beruntung.  

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!