Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini109
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini109
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31865
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327881
Kami Memiliki: 71 guests online

Home Jendela Berita Percetakan Putra Nugraha Sentosa Tangkap Peluang Cetak Buku Tulis
23
May
2014
Percetakan Putra Nugraha Sentosa Tangkap Peluang Cetak Buku Tulis

Keberadaan buku tulis memiliki hubungan erat dengan perkembangan industri  kertas dan teknologi mesin cetak. Di Indonesia keberadaan industri kertas dan percetakan diperkirakan  mulai berkembang sejak abad ke-18. Namun karena faktor pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah, dari masa penjajahan sampai dengan masa  awal kemerdekaan,  di berbagai pelosok Indonesia  masih digunakan batu tulis (sabak) sebagai media untuk menulis. Batu tulis terbuat dari   tanah lempung yangdibentuk persegi panjang kemudian  diproses lanjut dengan pembakaran agar memadat.

Penggunaan media kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbang perananbesar dalam peradaban hidup manusia. Melalui media  kertas kita dapat menuliskan  sesuatu yang   ingin kita ungkapkan, kita bisa menulikan  sesuatu yang sangat penting dan tak mungkin bisa kita ingat dalam jangka waktu lama. Dalam hal ini, kertas berfungsi sebagai media pencatat ilmu pengetahuan.

Penggunaan kertas sebagai media pencatat ilmu pengetahuan  telah meluas di berbagai kalangan, khususnya di dunia pendidikan. Jumlah peserta didik di Indonesia dari tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama / Tsanawiyah, hingga Sekolah Menengah Atas / Aliyah, saat ini diperkirakan mencapai  60 juta orang. Jika di asumsikan setiap siswa menggunakan 10 buku tulis per tahun dengan harga per buku antara Rp 2.000 - Rp 2.500, maka kebutuhan buku tulis pada tahun ajaran baru 2014-2015 mencapai  600 juta buku dengan total perkiraan nilai mencapai  1,2 hingga 1,5 triliun rupiah. Sebuah peluang yang cukup menjanjikan bagi pelaku industri percetakan buku tulis.  

Di Indonesia terdapat puluhan industri percetakan buku tulis  berskala besar dengan  brand produk  terkenal berkualitas,  seperti : AA, Campus, Kiky, dan Sinar Dunia (Sidu).  Peluang cetak buku tulis yang menjanjikan margin cukup besar, menarik minat Putra Nugraha Sentosa, perusahaan penerbit dan percetakan ternama di Solo, untuk turut menerjuninya.  

Selama ini Putra Nugraha dikenal sebagai penerbit dan percetakan yang selalu berusaha up to date dalam penggunaan teknologi mesin percetakan.  Produk cetak yang dihasilkan perusahaan ini antara lain : koran/harian Joglosemar, buku pelajaran sekolah, LKS (Lembaran Kerja Siswa),  dan  Al-Qur’an.   Dengan pengembangan usahanya, saat ini  Putra Nugraha telah  memproduksi  dan siap  melayani kebutuhan   beragam jenis buku tulis dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kesiapan ini terlihat saat Indonesia Print Media  baru-baru ini berkunjung ke pabrik Putra Nugraha. Beragam  jenis ukuran dan model buku tulis berkualitas bagus tersusun rapi dan  siap dipasarkan dengan harga yang kompetitif.

Putra Nugraha  yang berlokasi  di wilayah Mojosongo, Jebres, Surakarta,  selalu berupaya mengedepankan kepuasan konsumen dengan mengutamakan  kesempurnaan produk. Hal ini tercermin dari  motto yang diusung perusahaan ini, NOT THE FIRST BUT THE BEST, mereka memang bukan yang pertama tetapi selalu berusaha menjadi yang terbaik.

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!