Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1149
mod_vvisit_counterKemarin575
mod_vvisit_counterMinggu ini1724
mod_vvisit_counterMinggu lalu8108
mod_vvisit_counterBulan ini30717
mod_vvisit_counterBulan lalu36598
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1251525
Kami Memiliki: 18 guests online

Home Jendela Berita Mencetak Pesona...
08
Sep
2017
Mencetak Pesona...

Rubrik Jendela

Print Media Indonesia, Edisi 78 Sept-Okt 2017

Mencetak Pesona...

Kikie Nurcholik (Waketum III – Komunitas Printing Indonesia (KOPI))

 

Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi kini semakin canggih, sehingga setiap produk yang ditampilkan ke pasar umumnya dibuat sedemikan rupa agar menarik minat pembelinya, tentu saja secara keseluruhan dari produk itu akan dibentuk sesuatu yang “mempesonakan”.

Mempesonakan diambil  dari kata dasar “pesona”, Arti harafiah yang umum dari kata mempesona adalah sangat menarik perhatian, mengagumkan, (menurut KBBI). Hanya, yang menarik perhatian itu seperti apa?, tentu tergantung selera dan persepsi masing-masing.

Ada yang melihat dari fisik, profesi, keilmuan, kepribadian, kedudukan, prestasi maupun harta. Setiap orang punya pesona atau beberapa kriteria, ada yang fisiknya menarik, kepribadian dan keahliannya pun menarik.  Ada yang fisiknya biasa saja tapi kepribadian dan keahliannya luar biasa. selengkapnya klik judul link di atas

............................................................................................................................................................

Mempesona itu semacam kolaborasi keberagaman alam yang melahirkan keindahan tersendiri, ambil contoh seperti suasana pagi, ada kicau burung, rimbun pepohonan, permainan bayang sinar matahari, laba-laba yang membuat jaringnya dan segelas kopi hangat. Masing-masing memiliki pesonanya sendiri. Semua bentuk itu bergerak dengan karakter masing masing.

Begitupun dengan manusia, beragam, indah dan unik. Belum lagi keadaan fisik dan lingkungan alam yang mempengaruhi sosial dan budayanya, dengan masing-masing ciri khas itu, melahirkan keindahan tersendiri.

Sayangnya, tidak semua dari kita menyadari keunikan itu, lebih senang diakui seperti kelompok lain. Lalu munculah sifat kita yang seringkali saling menyudutkan, mengagungkan, mempengaruhi masing-masing kelompok. Umumnya  yang berkaitan dengan warna kulit, suku, agama, ras.

Perbedaan keadaan ini pun melahirkan pola pikir yang seragam ketika salah satu kelompok mendominasi. Kemudian akan timbul sebuah pemikiran bahwa klasifikasi mempesona itu secara fisik dan non fisik tertentu yang menjadi kriteria yang disepakati bersama. Contohnya, bahwa cantik itu tinggi dan putih, hebat itu adalah menjadi pejabat, pintar itu jago matematika, dlsb. Ini menjadi hukum alam yang biasa terjadi.

Di kehidupan nyata, kebanyakan kita  mempunyai kecenderungan yang seragam dan berkelompok. Seperti gerombolan burung yang mengikuti arah induknya. Seperti sekumpulan kuda, ikan, yang bergerombol mengikuti gerak si pemimpinnya.

Kita punya kecenderungan untuk saling menularkan kebiasaan dan kesukaan yang mendominasinya. Sangat mungkin ini jadi lumrah, sehingga lahirlah istilah kekinian, trend, modis dan lainnya. Orang-orang menjadi mudah diterima oleh lingkungan jika punya kecenderungan yang sama. Jika seseorang punya pengaruh lebih, dia akan mudah diikuti oleh sekelompok orang dan dianggap trendy dan keren.

Saya sering bertemu dengan beberapa kelompok orang, diantara orang-orang yang khas itu, saya selalu menemukan satu yang muncul. Biasanya yang muncul itu, punya kekuatan karakter yang lebih dari yang lain. Dia punya jati diri yang unik. Rata-rata, mereka merasa yakin dengan bidang yang mereka pilih untuk menjalankan kehidupannya. Diantara pemikiran yang merata, mereka itu tetap berkarya dengan sepenuh hati. Apapun bidangnya, hasilnya selalu menarik dan berimbang dengan prosesnya, betapa mempesona nya...

Orang-orang yang mempunyai karakter seperti ini,  selalu mengolah diri, selalu memperjuangkan hidupnya, menghargai hidup, kaya pengalaman yang bermakna dan tahu cara membuat hidupnya bahagia. Berada diantara mereka, pembawaanya selalu menyenangkan, mengasah hati, memicu otak selalu berfikir sehingga ada dorongan untuk berkarya.

Meskipun tak dipungkiri, seringkali kita cepat silau dan menaruh hati pada tampilan kasat mata pada apapun  itu, wajah, tubuh, penampilan, kedudukan, kekayaan dan citra yang tampak dan ekspektasi kita terhadap orang itu kadang begitu tinggi. Namun, ketika semakin melihat lebih dekat, kadang karakternya tidak seperti yang kita harapkan.

Akhir catatan ini, mempesona  itu punya keyakinan penuh atas pilihan hidup.  Selalu bergerak dan terus berkarya.  Dipercaya dan Percaya diri, memperjuangkan, selalu mengasah diri dengan tulus, yang dengan sendirinya akan muncul ciri khas, karakter, yang melengkapi kehidupan kita.

Maka mari kita berusaha setiap waktu mencetak pesona kita agar senantiasa tampil lebih baik.....

 

Salam Pesona KOPI.....

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!