Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini445
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4055
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26489
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322505
Kami Memiliki: 62 guests online

Home Kalkulasi INSIT Beserta Seluk Beluknya
11
Apr
2014
INSIT Beserta Seluk Beluknya

Peristilahan didunia grafika / cetak mencetak banyak terdapat kesimpangsiuran / ketidaksamaan pengertian / kerancuan yang dijumpai dan dialami oleh para praktisi grafika. Penyebabnya  adalah akibat warisan peristilahan pada masa lalu dan belum adanya standarisasi peristilahan yang diberlakukan. Kondisi ini diperparah dengan masuknya peristilahan yang dibawa oleh para agen teknologi (para penyalur mesin-mesin cetak dan peralatan dari luar negeri) yang mereka bawa dari mana asal peralatan / mesin-mesin yang diageni, dimana peristilahan disetiap negara produsen mesin mempunyai peristilahan yang diikutsertakan dengan produknya. Peristilahan yang rancu ini lebih berat dihadapi oleh para praktisi grafika kita yang berbeda latar belakang pendidikan, pengalaman bahkan berbeda dalam penguasaaan bahasa asing. Tidak terkecuali istilah “INSIT” yang juga dikatakan inschiet (Belanda), waste/spoilage (Inggris), semakin memusingkan kepala.

Pengertian INSIT adalah suatu jumlah (yang dinyatakan dengan angka atau prosentase) sebagai tambahan pemakaian bahan produksi yang sengaja dilebihkan dari jumlah yang sebenarnya diperlukan dalam suatu oplah tertentu.

Dalam buku “press spoilage for sheetfed presses” insit/spoilage dituliskan bahwa : “spoilage is additional paper included at the beginning of the production of a job to compensate for throw-aways and unusable sheets produced during presswork, binding and finishing operations” (suatu penambahan (utamanya kertas) saat mempersiapkan bahan produksi untuk mengantisipasi kerusakan / kekurangan kertas selama proses pencetakan dan penyelesaian produksi).

Bahan produksi tidak terbatas pada kertas saja, tetapi ada bahan lain, misal : film, pelat, tinta, bahan pemeroses dan bahan pendukung lain, namun dalam perhitungan INSIT diutamakan pada kertas, Karena sebagian besar komponen biaya produksi cetak didominasi oleh biaya pengadaan kertas (sekitar 50% dari seluruh biaya produksinya). Oleh karena setiap produksi melalui tahapan proses persiapan produksi, produksi dan penyelesaian produksi yang sangat mungkin terjadi kerusakan pada bahan produksi (utamanya kertas), maka selalu disediakan INSIT, agar oplah pesanan tidak kurang (dikirim sesuai besarnya pesanan).

INSIT disediakan untuk apa ?

1.    untuk cetak coba / proof

Cetak coba / proof adalah suatu tahapan persiapan produksi cetak yang dilakukan untuk mendapatkan cetakan yang akan dipergunakan untuk mendapatkan persetujuan pemesan. Cetak coba / proof dapat dilakukan pada pre-press (pada teknologi konvensional dengan dibuat : color key, cromalin, color proof), tapi pada unit produksi dapat dilakukan pula dengan menggunakan mesin cetak khusus untuk cetak coba / proof, yang hasilnya lebih mendekati hasil produksinya, sedangkan hasil proof pada persiapan produksi kurang baik (misalnya color key).

Agar fungsi cetak coba untuk mendapat persetujuan pemesan, maka dari cetak coba harus memenuhi persyaratan sesuai dengan persyaratan hasil produksi oplahnya, misal :

a. Ketepatan posisi teks, gambar pada kertas.

b. kebenaran / keseragaman ketebalan lapisan tinta / warna.

2.    Mengantisipasi kerusakan kertas pada saat produksi misal.

Kerusakan kertas dialami pada sistem pemasukan kertas yang kurang baik penyetelannya (misal : kertas miring, rangkap, ketidak tepatan cetakan, dll), sistem penintaan kurang sempurna (misal : kerataan tinta tidak sempurna), ketidak tepatan gripper-gripper menyebabkan kertas mengkerut, dll. Kerusakan cetak pada produksi misal dapat diminimalisir dengan :  penyetelan perangkat pemasukan kertas sempurna, sehingga kertas selamanya berjalan lancar (ingat : kelancaran pemasukan kertas  pada mesin merupakan modal awal untuk menghasilkan cetakan dengan mutu yang baik), penyetelan gripper dan tekanan cetak yang tepat...

3.    Mengantisipasi kerusakan pada penyelesaian produksi.

Penyelesaian / finishing pada produk buku, majalah, brosur, dll melalui kegiatan melipat, komplit, jilid, potong dan kemas. Kegiatan demikian dapat memunculkan kerusakan pada lembaran hasil cetak, walaupun prosentasenya kecil, sehingga perlu tersedia hasil lembaran cetak yang berlebih dibagian penyelesaian produksi. Umumnya mesin-mesin canggih di bagian penyelesaian dan system in-line (komplit, jilid, potong jadi satu kesatuan unit) akan meminimalisir INSIT.

Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi besarnya INSIT

1.    Jenis pekerjaan

Kebutuhan masyarakat akan barang cetakan sangat beragam bentuk, jumlah dan penggunaanya, dari model yang paling sederhana mudah proses produksinya) sampai yang komplek / rumit proses produksinya dan juga menggunakan berbagai teknik cetak, dari oplah yang sedikit sampai oplah yang banyak.

Dari sisi proses produksi dan jumlah warna, barang cetakan dapat dikelompokkan dalam kaitannya dengan penghitungan INSIT adalah :

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 57 Maret - April 2014

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!