Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini410
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4020
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26454
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322470
Kami Memiliki: 46 guests online

Home Kertas ASPEK DAN PERSYARATAN UNTUK MEMAHAMI DAN MENILAI MUTU KERTAS
15
Feb
2014
ASPEK DAN PERSYARATAN UNTUK MEMAHAMI DAN MENILAI MUTU KERTAS

1. PENAMPAKAN (appearance)

     Penampakan permukaan kertas adalah syarat fisis maupun optis yang harus dimiliki suatu lembar kertas, karena kesempurnaan penampakan permukaan sangat penting dari sisi produsen maupun sisi konsumen. Bahkan kesempurnaan penampakan ini menduduki peringkat pertama dalam usaha meningkatkan mutu suatu barang cetakan.

Kesempurnaan penampakan permukaan kertas dipengaruhioleh hal-hal berikut:

   a. Kecerahan (Brightness)  

Suatu benda dapat dikatakan cerah, apabila benda itu memantulkan cahaya yang cukup ke mata kita. Untuk  itu dalam menilai atau mengukur kecerahan suatu benda sangat terkait dengan panjang gelombang cahaya yang dipantulkan/ direflesikan. Panjang gelombang diukur dengan  alat khusus yang dapat mendeteksi pantulan warna dan tidak bisa diketahui hanya melalui penglihatan. Kertas berwarna putih, belum tentu memiliki brightness lebih tinggi daripada kertas berwarna hijau atau berwarna lain. Kertas dengan nilai kecerahan tinggi akan menghasilkan cetakan lebih baik. Tinggi rendahnya kecerahan kertas dipengaruhi oleh bahan baku kertas serta sistem dan proses pembuatannya. 

   b. Warna

Dalam pencetakan model gambar berwarna/full color, warna yang kita lihat adalah panjang gelombang cahaya yang dipantulkan/direfleksikan oleh permukaan kertas. Kesempurnaan pantulan sangat tergantung dari kerataan atau kehalusan permukaan kertas, warna kertas dan kesempurnaan warna tinta cetak. Kertas dengan permukaan halus atau licin akan memantulkan gelombang cahaya secara sempurna, sedangkan kertas dengan  permukaan tidak rata atau kasar, pantulan cahaya akan menyebar/membaur, sehingga lapisan warna tinta cetak terlihat kurang tajam.

Gambar berikut memperlihatkan proses pantulan cahaya pada pencetakan warna-warna cyan, magenta, yellow dan black.

Permasalahan yang sering muncul adalah hasil pantulan warna-warna tidak sesuai, warna yang seharusnya dipantulkan (das Sollen) berbeda dengan warna  yang terjadi atau terlihat (das Sein).  Belum lagi masalah kondisi permukaan kertas yang akan mempengaruhi proses pemantulan cahaya/warna.

Selain permukaan kertas yang tidak rata dan tidak sempurna memantulkan gelombang cahaya seperti pada gambar di atas, ketidaksempurnaan warna yang dipantulkan lapisan tinta juga dapat diakibatkan adanya ketidaksempurnaan warna-warna tinta cyan, magenta dan yellow.

• Tinta cyan yang seharusnya memantulkan warna hijau dan biru, tetapi warna hijau dan biru yang dipantulkan tidak sempurna bahkan memantulkan juga sedikit warna merah;

• Tinta magenta yang seharusnya memantulkan warna merah dan biru, pada kenyataannya kedua gelombang cahaya itu tidak sempurna dipantulkan, bahkan gelombang warna hijau ikut dipantulkan.

• Tinta warna yellow yang seharusnya memantulkan warna merah dan hijau, pada kenyataannya warna hijau tidak sempurna dipantulkan, bahkan gelombang warna biru ikut dipantulkan.

Kertas putih memantulkan semua panjang gelombang cahaya, tetapi kesan bayangan sangat bervariasi sehingga ada istilah warna putih kekuning-kuningan, warna putih kebiru-biruan, keabu-abuan, kehijau-hijauan dst., yang semuanya bertujuan agar mata tidak gampang lelah memandang kertas putih tersebut. Dengan adanya kondisi demikian, maka muncul berbagai istilah seperti : putih salju, putih hangat, putih cream, putih biru yang bisa memberi kesan hangat, kesan sejuk, sehingga kemudian dibuatlah ukuran warna.

     c.Opasitas

Opasitas adalah suatu kondisi lembar kertas yang menjelaskan bahwa hasil cetakan pada sisi lembaran yang satu tidak memberi bayangan pada sisi lainnya. Kondisi demikian menyangkut sifat opasitas atau daya tidak tembus cahaya/pandang atau transparansi dari suatu kertas. Semakin tinggi nilai opasitas, maka cetakan akan semakin baik, sebaliknya jika nilai opasitas rendah maka mutu cetakan semakin rendah (cetakan membayang dan terlihat dari sisi belakangnya). Sebagai contoh, kaca bening dan tembus pandang nilai opasitasnya 0%, sedangkan Art Carton 310 gram nilai opasitasnya 100% (tidak tembus pandang).

  d.Gloss / mengkilap

Tingkat  gloss/mengkilap kertas erat kaitannya dengan tingkat kenyamanan membaca, permukaan kertas yang tingkat glossnya tinggi, maka tingkat kenyamanan membacanya rendah (poor reading quality). Untuk meningkatkan kenyamanan membaca, nilai gloss suatu jenis kertas dikurangi dengan proses pelapisan permukaan (coating of paper) dengan bahan pigment yang nilai opasitasnya tinggi (high opaque pigment).

Pada umumnya kertas bermutu biasa memiliki pantulan spekuler antara 0.2% – 6%. Untuk meningkatkan presentase pantulan, kertas diberi lapisan coating sehingga

nilai pantulan naik, misal: kertas art paper nilai pantulannya di atas 60%, kertas supercalander nilai pantulannya sekitar 30%.

 

2. KEMUDAHAN KERTAS UNTUK BERGERAK (Runability)

Selama proses pencetakan kertas harus bebas dari kondisi: melengkung, keriting, mengkerut, bergelombang, atau kondisi lain. Agar terbebas dari kondisi-kondisi tersebut,  kertas harus ditunjang oleh parameter-parameter fisis seperti kekuatan, ketahanan sobek/tearing, ketahanan debu/bursting, kekakuan/stiffness  dan permukaan yang selalu bersih.

Syarat agar lembar kertas mampu bergerak (runability) masuk ke dalam unit pemasukan kertas/feeder dan unit-unit cetak berikutnya selama proses produksi cetak adalah :

·         formasi/keawanan serat kertas yang baik,

·         keseragaman terutama dalam ketebalan dan berat,

·         warna dan kecerahan/brightness sesuai penggunaan,

·         permukaan datar,

·         perbedaan kedua sisi tidak terlalu besar,

·         memiliki kekakuan (stiffness) yang cukup dan

·         memiliki opasitas yang baik.

 

Sifat kemudahan bergerak(runability) dikelompokkan dalam 3 hal:    

    1). Kondisi mekanis kertas cetak

Kertas dalam bentuk gulungan yang dicetak pada mesin modern dengan kecepatan tinggi (misal: 75.000 rotasi setiap jam) harus memiliki dimensi yang benar, kalau tidak kertas akan menjadi kendor dan akan mengganggu jalannya kertas (akan sering putus atau menimbulkan masalah produksi lain).

Pada kertas berbentuk lembaran, kerataan permukaan yang ditandai dengan kerataan tumpukan (levelness atau flatness) menjadi faktor yang sangat penting. Apabila tidak rata, pada saat kertas masuk ke mesin cetak bisa miring atau rangkap, yang sangat berpengaruh pada mutu hasil cetakan.

         2). Kekuatan lembar kertas cetak 

Arah serat kertas penting diketahui dalam proses pencetakan. Pada mesin cetak yang mencetak kertas gulungan, arah serat kertas harus sejajar putaran silinder. Hal ini akan menjamin kelancaran jalannya kertas, karena tegangan akibat tekanan unit cetak satu dan unit cetak berikutnya ditahan dan dianulir oleh arah serat yang benar. Jadi, kertas harus mempunyai kekuatan/ketahanan tarik (tensile strength) pada arah mesinnya (machine direction), sehingga kertas tidak mudah putus.

  3). Ciri-ciri kandungan air pada kertas cetak

Salah satu sifat kertas adalah mudah menyerap uap air. Kandungan uap air di dalam lembaran kertas diperlukan untuk memperlancar proses masuknya kertas ke mesin cetak, namun jika kandungan uap air terlalu besar akan menyebabkan setiap serat kertas membesar. Hal ini dapat menimbulkan  berbagai masalah di antaranya, ketepatan cetak terganggu karena ukuran gambar juga ikut membesar, lapisan tinta menular ke sisi kertas yang menumpuknya (set-off), warna kurang tajam. 

Sebaliknya, pada kertas yang sangat kering  terjadi muatan listrik statis. Bila muatan tersebut terbentuk maka kertas akan memiliki ketahanan elektrik yang tinggi dan sulit lepas. Akibat dari penumpukan muatan, debu-debu halus terserap pada permukaan kertas dan lembar kertas menjadi lengket satu dengan yang lain.      

 

3. KEMAMPUAN UNTUK DICETAK (Printability)

Kemampuan cetak (printability) adalah kemampuan lembaran kertas menghasilkan mutu cetak yang tinggi, warna yang seragam, pengalihan/transfer tinta yang seragam, cetakan yang kontras, sekaligus pada saat pencetakan dan setelah dicetak tidak menimbulkan kesulitan (misal: sifat kimia, sifat fisik, sifat optis pada kertas).

Syarat umum agar kertas mampu memenuhi kemampuan untuk dicetak (printability), adalah :

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 56 Januari - Februari 2014