Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini416
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4026
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26460
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322476
Kami Memiliki: 52 guests online

Home Kertas Karakter Kertas Industri Coklat
16
Feb
2014
Karakter Kertas Industri Coklat

Pemanasan global dan masalah lingkungan lainnya menyadarkan masyarakat bahwa kelestarian lingkungan harus terus dijaga, termasuk kelestarian hutan dunia yang semakin berkurang. Salah satu penyebab berkurangnya  hutan dunia adalah  penebangan hutan secara  liar sebagai bahan baku sektor industri kertas.

Kesadaran masyarakat dunia yang semakin tinggi akan pentingnya pelestarian lingkungan, mendorong produsen kertas pengguna langsung bahan baku dari hutan berupaya untuk mencari bahan baku alternatif yang dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas kertas agar dapat digunakan dalam berbagai macam aplikasi.

Beberapa jenis kertas memang mensyaratkan penggunaan  serat murni yang berasal dari tanaman. Beberapa jenis kertas diproduksi dari  kombinasi  serat kertas daur ulang dan serat langsung dari tumbuhan untuk  memenuhi kualitas kertas yang diinginkan oleh pelanggan. Secara umum, penggunaan kertas yang menggunakan 100% bahan baku dari tanaman adalah kertas yang pada penggunaannya bersentuhan langsung dengan produk makanan dan minuman atau kertas yang mensyaratkan tingkat keputihan di atas 75 %. Alasan tidak digunakannya kertas yang mengandung kertas daur ulang bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman adalah kekhawatiran akan kontaminasi dari bahan baku kertas yang dapat mengganggu kesehatan dan pada kasus yang ekstrem dapat menyebabkan kematian.  

Pilihan  penggunaan bahan baku dari kertas daur ulang memiliki beberapa keterbatasan dalam penggunaannya sebagai kemasan ataupun produk kertas lainnya. Tidak hanya faktor higienis, tetapi faktor kekuatan kertas yang  jauh lebih rendah dibandingkan dengan kertas berbahan baku serat  tumbuhan, terutama tumbuhan dari negara empat musim yang memiliki karakteristik lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan dengan serat tumbuhan dari negara tropis, juga menjadi pertimbangandalam penggunaannya sebagai bahan kemasan.

Perbedaan yang mencolok dari pemakaian bahan baku serat kertas panjang dan pendek adalah pada kertas coklat yang biasa digunakan untuk kardus atau corrugated box. Kertas coklat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu :

1.       Liner

2.       Medium

3.       White Top Test Liner

Pada aplikasinya ketiga jenis kertas tersebut akan dikombinasikan sedemikian rupa sehingga target kualitas yang diinginkan oleh pelanggan dapat dicapai dengan baik. Pemilihan kombinasi jenis kertas ditentukan berdasarkan segmen industrinya seperti : industri makanan, minuman, garment, farmasi, elektronik dan jenis industri lainnya. Pada dasarnya target kualitas yang dimaksud pada aplikasi corrugated box agar dapat menjamin produk yang dikemas dengan box tersebut tidak mengalami kerusakan adalah sebagai berikut :

a.       Daya sobek (bursting strength)

b.      Daya tumpuk (box compression test)

c.       Faktor keamanan (Safety Factor)

 

Kertas Liner

Kertas Liner berdasarkan kekuatannya terbagi atas dua jenis,  yaitu : Kraft Liner dan Test Liner. Perbedaan yang paling menonjol di antara keduanya adalah pada daya sobek atau bursting strength. Untuk memudahkan pemahaman mengenai nilai bursting strength,  biasanya pelaku pasar menggunakan istilah bursting index agar dapat membedakan kualiatas test liner yang ditawarkan oleh produsen kertas. Dengan menggunakan istilah bursting index, pelanggan dapat mengetahui jenis test liner sekaligus aplikasi dari kertas tersebut.  Bursting index adalah hasil pembagian antara strength dalam kilopascal (kpa) dan berat kertas dalam g/m2 sehingga nilai index ini mewakili kedua parameter tersebut.

Kertas liner biasanya digunakan untuk meningkatkan daya tahan sobek pada carton box sehingga produk di dalamnya terlindungi pada saat proses distribusi. Produk-produk kemasan kaleng, produk elektronik atau jenis produk lainnya dengan  rantai distribusi sangat panjang  memerlukan sifat kertas ini. Permukaan kemasan kaleng yang tajam dan kondisi jalan yang buruk disertai panjangnya tahapan distribusi yang harus dilewati oleh produk tersebut mensyaratkan kemasan carton box dengan nilai bursting strength yang tinggi agar produk dapat digunakan oleh konsumen. Produk-produk seperti minyak goreng, mentega, sabun cair, pembersih lantai cair dan produk sejenis  lainnya juga memerlukan kertas kemasan dengan bursting strength yang tinggi,  terutama untuk produk eksport di mana tahapan distribusinya sangat  panjang dan waktu penyimpanan yang lama, agar carton box tidak jebol.

Kraft Liner

Penamaan kertas kraft liner merujuk pada proses dan  bahan baku yang digunakan untuk memproduksi kertas tersebut, yaitu  proses “kraft pulp”. Kertas ini didefinisikan untuk kertas yang menggunakan minimal 75 % virgin pulp yang dikombinasikan dengan serat kertas dari kertas daur ulang. Jenis kertas ini banyak diproduksi di negara empat musim karena sumber bahan baku kertas ini hanya terdapat di negar-negara tersebut. Tanaman bahan baku kertas dari negara empat musim mengandung serat panjang yang bergantung dari jenis tanamannya, berkisar antara 4-7 mm.  Sedangkan tanaman dari negara tropis menghasilkan serat panjang berkisar antara 2-3 mm saja. Perbedaan serat panjang ini sangat mempengaruhi sifat-sifat kertas yang dihasilkan.  Selain menghasilkan kertas dengan nilai bursting strength yang tinggi, penggunaan serat panjang juga menghasilkan  kertas dengan daya tarik yang kuat sehingga tidak mudah putus pada saat proses produksi. Hal ini dapat meningkatkan produktivitas mesin poduksi  kemasan. Kertas kraft liner yang menggunakan 100% virgin pulp dapat digunakan sebagai kemasan yang dapat bersentuhan langsung dengan makanan sehingga kemungkinan kontaminasi bahan-bahan yang dapat membahayakan kesehatan dapat dihindari.

Kertas kraft liner mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, karena  mahalnya bahan baku dan  banyaknya aplikasi produk special yang  menggunakan kertas jenis ini, seperti : gelas minuman panas maupun dingin, kemasan aseptik,kertas semen, tas belanja, tas  sterilisasi untuk alat kedokteran dlsb. Jenis industry  aplikasi pengguna kertas kraft liner juga  sangat luas dan tidak terbatas pada kemasan tetapi juga digunakan untuk aplikasi lainnya seperti fast food dan industri kesehatan. Akan tetapi  karena keterbatasan dan mahalnya biaya distribusi  bahan baku, kertas kraft liner  hanya dapat dijumpai  di negara empat musim,  seperti Eropa dan Amerika.

Test Liner

Bahan baku yang digunakan untuk kertas test liner adalah kertas daur ulang yang berasal dari kemasan carton box bekas, yang dikumpulkan secara individu maupun secara kolektif. Pada umumnya kertas test liner mengandung kertas daur ulang dengan kisaran antara 75-100 % berat kertas. Kertas daur ulang tidak hanya didapatkan dari pemasok local,   tetapi juga didatangkan dari luar negeri. Hal ini disebabkan oleh minimnya hasil pengumpulan kembali carton box dari masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil riset asosiasi kertas dunia, dari total kebutuhan dan total suplai carton box seluruh Indonesia sebesar 250 ribu ton perbulan, hanya dapat dikumpulkan kembali sebagai kertas daur ulang tidak lebih dari 35 % saja. Hal ini disebabkan perilaku konsumen di Indonesia yang masih menggunakan kembali carton box untuk kebutuhan mereka sehari-hari, seperti tempat menyimpan barang atau untuk kebutuhan lainnya, sehingga industri kertas pembuat test liner perlu mendatangkan bahan baku kertas daur ulang dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan produksi  mereka.

Bagaimana dengan kertas White Top Liner dan Kertas Medium ??

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 56 Januari - Februari 2014