Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini412
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4022
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26456
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322472
Kami Memiliki: 48 guests online

Home Kertas Kemasan Kertas untuk Makanan
31
Mar
2014
Kemasan Kertas untuk Makanan

Perkembangan teknologi pembuatan material kemasankertassaat ini belum bisa memenuhi tuntutan akan  pelestarian lingkungan yang banyak diidam-idamkan masyarakat dunia. Teknologipembuatan material kemasan masihdilakukan dengan mengandalkan dan  mengeksploitasi sumber daya alam daridalam bumi maupun yang tumbuh diatasnya. Pelestarian lingkungan yang dimaksud tidak hanya berhubungan dengan bagaimana mendapatkan sumber materialbahan baku kemasan, tetapijuga mencakupbagaimana material tersebut  dapat didaur ulang dengan mudah tanpa harus mengeluarkan energiekstra,sehingga tidak membebani sumber daya alam lainseperti minyak bumi dan sumber daya energi lainnya.

Penerapan bioteknologi dibidang kemasan yang digadang-gadang dapat menghasilkan material kemasanramah lingkungan, ternyata  belum sampai tahap kesiapan masuk ke dalam fase industrialisasi.Saat ini bioteknologi masih dalam tahapan wacana dan penelitian yang masih memerlukan waktu cukup panjang,sehingga konsumen masih harus bersabar untuk dapat menikmati dan menggunakan hasil riset berupamaterial kemasan ramah lingkungan dalam segala aspek.

Saat ini siklus kemasan lebih pendek dibandingkan dengan siklus pada dua atau tiga dekade lalu.Hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang serba instan dan pendeknya umur produk yang ditawarkan oleh produsen demi mempertahankan daya saing produk mereka di pasaran. Gaya hidup masyarakat, terutama di kotametropolitan, mengkonsumsi makanan atau minuman serba instan, memerlukan wadah atau kemasan yang digunakan dimanapun mereka berada. Fenomena inijugaterjadi pada barang-barang elektronik sehinggasiklus produk elektronikjuga menjadi semakin singkat seiring dengan perkembangan  teknologi yang semakin canggih. Pola gaya hidup ini menyebabkan usia kemasan menjadi semakin pendek dan kebutuhan material kemasanpun meningkat cukup signifikan, baiksecara kuantitas maupun  kualitas.

Pelakuindustrikemasan perlu melakukan tindakan kreatif dan inovatif untukmengantisipasi perubahan  perilaku konsumen dan produsen dalam pemakaian material kemasan. Salah satu material kemasan yang berperan penting dalam mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat secara umum adalah ...

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 57 Maret - April 2014