Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini414
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4024
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26458
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322474
Kami Memiliki: 50 guests online

Home Kertas Kualifikasi Karton Box
03
Jun
2014
Kualifikasi Karton Box

Karton box adalah kemasan berbahan baku kertas dengan kandunganbahan daur ulang paling tinggi di antarajenis kemasan lainnya. Sekitar 75% karton box yang diproduksi  di seluruh dunia menggunakan bahan baku dengan kandungan  bahan daur ulang antara 70–100%. Resesi ekonomi yang terjadi di Eropa dan Amerika saat ini menyebabkan penurunan daya beli masyarakat di kedua benua tersebut sehingga peredaran produk ekonomi yang menggunakan karton box secara kuantiti juga berkurang. Hal ini  mengakibatkan berkurangnya secara signifikanbahan baku daur ulang untuk memproduksi kertas karton.

Data asosiasi kemasan karton Eropa menunjukan bahwa kualitas bahan baku untuk produksi karton box di Eropa sudah sama dengan kualitas bahan baku di Asia.Hal ini disebabkan membanjirnya produkekonomi  dari Asia ke Eropa. Teknologi produksi kertas dengan bahan baku daur ulangsaat ini  sudah memungkinkan untuk mendapatkan kualitas kertas kemasanhampir setaradengan kertas kemasan berbahan baku tumbuhan. Hal ini terus dikembangkan agar produksi kertas industri tidak lagi menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan yang telah berlangsung selama  beberapa dasawarsa.

Kemasan karton berfungsiutamamelindungi produk selama proses penyimpanan dan transportasi, mempermudah proses handlingserta penghitungan jumlah dan isi berat produk.Untuk memenuhi fungsi utamanya,karton box memerlukan konstruksi dan jenis material yang berbeda dengan jenis kemasan lain yang berbahan baku kertas. Karton box harus memiliki daya tahan sobek dan kekuatan tumpuk sesuai standar Internasional kualitas karton box yang diuji berdasarkan kualitasBursting Strength (Kpa) dan Box Compression Test atau BCT (Kgf). Penentuan kedua kualitas tersebut juga tergantung pada  jenis/isi produk, berat produk, proses penyimpanan dan jalur transportasi  produk tersebut.

Konstruksi karton box terdiri dari minimal tiga jenis kertas yang dijadikan satu kesatuan.Salah satu kertas dibentuk bergelombang dan  berfungsi sebagai rangka penguatkarton tersebut. Jenis gelombang yang digunakan berbeda-beda,bergantung pada kekuatan yang diharapkan.

Bursting Strength

Kekuatan utamakarton boxditentukan oleh kualitasbahan bakukertas.Untuk kekuatan bursting atau daya jebol karton box, sebagian besar didukung oleh kekuatan kertas jenis Test Liner yang memiliki rentang kekuatan bursting index antara 2.0 – 2.7.  Nilai bursting strength ditentukan oleh  bursting index dan berat kertas dengan perhitungansebagai berikut:

Bursting Strength = Bursting Index * Berat Kertas/m2

Nilai acuan bursting index diatas berlaku untuk kertas Test Liner yang dalam proses produksinya menggunakan 100% kertas daur ulang. Sedangkan kertas yang menggunakanbahan bakucampuran serat tumbuhandan kertas daur ulang atau 100% menggunakan serat tumbuhan,  memilikirentang bursting index lebih tinggi daripada kertas yang menggunakan 100% kertas daur ulang. Nilai bursting strength diukur dengan alat bursting tester.

Aplikasi produk yang memerlukan bursting index tinggi adalah yang memiliki sudut-sudut tajam pada kemasan luarnya seperti kaleng, bahan-bahan dari metal seperti spare part motor atau mobil, barang-barang elektronik seperti kulkas, AC,dan kemasan  buah durian.Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan bursting index kertas adalah kelembaban kertas yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dimana karton box tersebut digunakan. Kondisi perpindahan barang dari negara dua musim ke negara empat musim adalah salah satu kondisi ekstrem yang memerlukan perhatian lebih agar barang dapat diterima konsumen dalam kondisibaik. Produk yang memerlukan tempat penyimpanan khusus seperti kondisi freezer atausuhu  dibawah 0 derajat,kondisi Chill dengan kisaransuhu0–5 derajat,merupakan kondisi ekstrem untuk karton box. Kondisi ini biasanya digunakan untuk pengemasan produk-produk seafood, daging olahan dan lain lain.

Selain kelembaban lingkungan, proses transportasi produk juga memegang peranan penting dalam penentuan nilai bursting strengthkertasbahan bakukarton box. Semakin panjang dan bervariasi prosestransportasi yang digunakan,  maka semakin besar kemungkinan  karton box jebol.

Box Compression Test

Salah satu karakteristik penting yang harus dimiliki oleh karton box adalah daya tahan tumpuk atau Box Compression Test (BCT) yang baik sehingga produk terhindar dari kondisi penyok, kotor atau rusak selama proses penyimpanan dan transportasi serta  sampai ditangan  konsumen dalam kondisi baik.

Faktor paling menentukan untuk BCT adalah jenis gelombang atau fluting.Umumnya  kertas yang digunakan untuk pembuatan fluting adalah jenis kertas medium. Ada beberapa jenis fluting yang digunakan dalam pembuatan karton box.Setiap jenis fluting memiliki tinggi dan lebar yang berbeda. Jenis fluting tersebut adalah sebagai berikut :

Pembuatan fluting dilakukan dengan  mesin corrugators.Proses pembentukan fluting dilakukan dengan menggunakan fluting roll dan panas yang cukup, setelah itu fluting ditutupkertas liner yang  dihubungkan dengan perekat berbahan dasar tapioka. Bentuk fluting harus sempurna agar karton box yangdihasilkan  memilikinilai daya tumpuk yang tinggi.Bentuk fluting yang rusak karenaproses pembuatan fluting atau proses printing dapatmenurunkan nilai BCT sampai dengan 40–50%.

Semakin besar jenis fluting maka nilai BCT yang dihasilkanpun akan semakin besar. Hal ini berbanding terbalik dengan kualitas hasil cetakan yang dihasilkan pada proses pembuatan karton box,dimana semakin besar jenis fluting yang dipilih maka kualitas cetakanpun akan semakin menurun. Oleh karena itu,kemasan karton box yang digunakan untuk produk makanan dan minuman yang didisain dengan warna cetakan lebih dari 3 akan menggunakan jenis fluting Bbukan fluting C,  karena untuk segmentasi makanan dan minuman tidak menuntut nilai BCT yang tinggi,tetapi lebih memprioritaskan pada keindahan disain karton box sebagai media promosi agar dapat lebih memikat konsumen. Segmentasi makanan dan minuman menguasai lebih dari 60% penggunaan karton box yang diproduksi sejumlah 250.000 ton perbulannya atau setara dengan 450 juta dan dipasarkan setiap bulannya untuk pasar Indonesia saja.

Pada umumnya karton box memilikisatu jenis fluting atau single wall untuk produk-produk dengan  berat kurang dari 5 kg,  sedangkan untuk produk-produk dengan berat  lebih dari 5 kg umumnyamenggunakan double fluting atau double wall. Pada karton box yang menggunakan double wall,  biasanya jenis fluting yang lebih kecil akan ditempatkan pada posisi luar atau posisi untuk proses cetak. Hal ini dimaksudkan  untuk mendapatkan hasil  cetakanyang  lebih baik.Pertimbangan penggunaan single wall atau double wall selain karena kekuatan juga karena faktor harga karton box itu sendiri.

Selain jenis fluting dan kondisinya, faktor kekuatan kertas juga menjadi pertimbangan untuk menentukan berapa nilai BCT yang ingin dicapai konsumen. Secara teoretis BCT dapat dihitung dengan menggunakan metode perhitungan yang sudah dibakukan seperti : Kelly Chut Methode atau Mc Key Methode. Metode yang paling canggih digunakan adalah dengan menggunakan program finite elemen untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan secara manual.

Untuk dapat menghitung secara teoretis diperlukan nilai kualitas medium seperti Ring Crush yang dijadikan acuan apakah karton box dengan material yang digunakan dapat menghasilkan kualitas dengan safety factor yang diharapkan. Pentingnya kekuatan kertas terhadap kekuatan box dapat dilihat dari arah serat kertas terhadap arah fluting,dimana arah serat kertas berlawanan dengan arah fluting. Oleh karena itu,arah serat kertas yang digunakan sebagai perhitungan nilai BCT adalah nilai ring crush kertas di arah cross direction dan bukan machine direction.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi kekuatan tumpukan ...

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 58 Mei - Juni 2014