Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini408
mod_vvisit_counterKemarin1356
mod_vvisit_counterMinggu ini4018
mod_vvisit_counterMinggu lalu9771
mod_vvisit_counterBulan ini26452
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1322468
Kami Memiliki: 44 guests online

Home Kertas Kemasan dan Fungsinya
15
Aug
2014
Kemasan dan Fungsinya

Pesatnya pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seiring dengan laju perekonomian negara-negara maju mendorong setiap individu mengubah gaya hidup dan aktivitas  sehari-harimereka, terutama di kota-kota besar. Sebagai contoh pada aktivitas  sarapan pagi,  biasanya dilakukan di rumah sebelum berangkat ke tempat kerja.Tetapi,semakin padatnya lalu lintas menyebabkan waktu tempuhketempat kerja menjadi lebih lama. Agar tidak terlambat, jadwal  berangkat harus lebih pagi sehingga menghilangkan waktu aktivitas sarapan pagi di rumah. Akibatnya,   banyak yang melakukan aktivitas sarapan pagi dengan cara membelimakanan, terutama makanan siap saji/fast food,  dan langsung memakannya selama perjalanan menuju kantor. Sehingga,  saat ini sarapan pagi denganmenufast food sudah menjadi budayasebagian besar warga  kota metropolitan. Fast food pada umumnya menggunakan  kemasan yang mudah dan nyaman  dibawake mana-mana.Hal ini menyebabkan meningkatnya penggunaan kemasan. Selain itu, menjamurnya pasar swalayan yang lebih banyak menggunakan kemasan sintetis semakin meningkatkan  pemakaian kemasan dalam kehidupan manusia.

Jenis-jenis kemasan yang digunakanpun semakin bervariasi.Pada umumnya  kemasan yang saat ini banyak beredar  dipasaran adalah kemasan yang menggunakan material kemasan fleksibel. Hal ini disebabkan harga  kemasan fleksibel jauh lebih murah dibandingkan dengan kemasan kaku atau rigid,baik berbahan plastik maupun berbahan metal. Selain lebih murah, kemasan fleksibel juga lebih ringan dibandingkan dengan jenis material kemasan lainnya.Hal ini berimbas pada lebih rendahnya biaya transportasi.

Kemasan fleksibel dapat dicetak dengan lebih dari 6 (enam) warna sehingga dapat menambah nilai jual  produk yang dikemasnya. Penggunaan kemasan fleksibel saat ini tidak tidak terbatas padaproduk-produk makanan dan minuman,  tetapi sudah merambah pada industri obat-obatanmeski masih terbatas.Obat-obatan dapat menggunakan kemasan fleksible yang  susunan materialnya mengandung kombinasi  material yang dapat menjamin  kualitas obat-obatantetap terjagahingga beberapa tahun lamanya. Jenis-jenis  material dimaksud adalah material yang masuk kedalam kategori “barrier material” yang  memiliki karakteristik khusus,yaitu dapat menahan kandungan gas yang ada didalam kemasan seperti Oksigen (O2), CO2, sehingga tidak keluar dari kemasan ataupun sebaliknya zat-zat dalam bentuk gas yang berada diluar kemasan tidak dapat masuk kedalam kemasan sehingga produk makanan, minuman atau obat-obatan terjaga kualitasnya sampai dengan masa kadaluwarsa.

Barrier material umumnya  tidak hanya mampu mencegah keluar masuknya gas,  tetapi juga mampu mempertahankan aroma produk sehingga aroma khas dari produk tidak hilang dalam proses distribusi dan transportasi.Untuk pengujian material ini digunakan metode pengujian O2TR (Oksigen Transfer Rate). Faktor lain yang penting dipertahankan adalah kandungan/kadarair yang ada di dalam produk sehingga dalam proses penyimpanan dan distribusi tidak mengalami kenaikan kadar air. Contoh-contoh produk yang sensitive terhadap kelembabanudaraantara lain:kripik singkong, kripik tempe, obat-obatan dalam bentuk tablet.Produk-produklain  yang dapat rusak atau berubah bentuk apabila disimpan terlalu lama di area yang memiliki kelembaban agak tinggi seperti di Indonesia adalah: harddisk, spare part motor atau mobil yang berbahan baku bukan stainless steel. Terdapat beberapa aplikasi khusus yang bisa diterapkan pada kemasan dengan material fleksibel. Salah satu aplikasi yang special adalah penggunaan plastik fleksibel untuk mengemas harddisk dimana plastik kemasannya harus memiliki nilai statik yang rendah agar tidak merusak harddisk yang disebabkan oleh kenaikan elektrik statik dari plastik.

Pada perkembangannya kemasan bukan saja menjadi kebutuhan industri akan tetapi berperan sebagai nilai tambah dari suatu produk ekonomi. Daya saing produk di pasaran dapat ditingkatkan dengan penggunaan kemasan  yang innovative dan komunikatif. Jadifungsi kemasan pada saat ini tidak terbatas sebagai  pelindungproduk,  tetapi juga sebagai sarana komunikasi produsen kepadakonsumen.Melalui kemasan,konsumen dapat mengetahui semua informasi mengenai produkyang ada di dalamnya.terutama untukprodukmakanan, minuman danobat-obatan.  Pada kemasan makanan dan minuman dicantumkan  berbagai macam informasi yang memungkinkan konsumen untuk memilih produk mana yang sesuai untuk konsumsi mereka, seperti komposisi bahan, kandungan gizi dan jumlah kalori produk.  Pada kemasan obat selain komposisi, indikasi dan aturan penggunaan juga dicantumkan kontra indikasiyang menginformasikan bahwa produk tersebut mengandung bahan-bahan khusus yang dapat memicu timbulnya reaksi alergi atau gangguan terhadap organ lain pada pengguna.Pada kemasan obat juga dicantumkan tanda khusus yang menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung bahan baku yang sudah diubah secara genetical, sehingga menentukan cara menjualnya menjadi obat yang dijual bebas, dijual bebas terbatas atau hanya dapat dibeli dengan menyertakan  resep dokter.

Tahapan Penentuan Kemasan

Untuk menentukan material dan tipe kemasan yang sesuai dengan produk perlu dilakukan beberapa tahapan kinerja agar produk dapat diterima oleh konsumen dan dapat memberikan kontribusi dalam hal kenaikan volume penjualan produk.Kemasan yang digunakan dibagi dalam dua kategori yaitu kemasan primer dan kemasan sekunder.Kemasan primer adalah kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk sedangkan kemasan sekunder berfungsi sebagai pelindung dalam proses handling dan transportasi. Untuk kemasan primer biasanya digunakan material yang disesuaikan  dengan karakteristik produk yang akan dikemas seperti produk cairan atau produk dalam bentuk padat. Kondisi penyimpanan produk merupakan faktor penting dalam penentuan tipe dan jenis material yang akan digunakan. Di samping itu, proses dan tempat distribusi produk juga menentukan tipe dan jenis material kemasan yang akan digunakan.

Tipe Kemasan

Setelah proses pengembangan suatu produk selesai,  langkah selanjutnyayang harus dilakukan produsen  adalah menentukan tipe kemasan yang akan digunakan untuk produk tersebut. Ada berbagai tipe kemasan, seperti:botol, gelas, folding box, stand up pouch atau polybag. Tipe kemasan ditentukan oleh karakteristik produk yang akan dikemas dan bagaimana produk tersebut akan dipasarkan. Produk dalam bentuk cairan akan dikemas berbeda dibandingkan dengan produk berbentuk padat ataupun dalam bentuk bubuk. Selain itu tipe kemasan yang dijual dipasar tradisional dikemas berbeda dibandingkan dengan produk yang dijual di pasar modern. Selain itu berat produk juga menentukan tipe kemasan yang akan digunakan karena produk dengan berat produk dibawah 50 gram biasanya akan dikemas dalam bentuk saset sedangkan kemasan lebih dari 50 gram akan dikemas dalam bentuk polybag. Hal ini terkait dengan permasalahan proses pengemasan dan kondisi perilaku konsumen yang menginginkan produk dalam porsi kecil. Dipasaran produk dalam bentuk cairan akan banyak menggunakan kemasan dalam bentuk botol yang dibuat dari bahan polymer dengan tujuan kenyamanan konsumen dalam mengkonsumsi produk tersebut. Sedangkan produk produk-produk bubuk atau padatan lainnya banyak menggunakan kemasan dengan tipe polybag. Ada juga produk khusus yang menggunakan kemasan khusus seperti kemasan blister, kemasan vakum ataupun kemasan MAP (Modified Atmosphere Packaging). Seluruh tipe kemasan tersebut dirancang demi kenyamanan dan kepuasan pelanggan.

Material Kemasan

Setelah tipe penentuan tipe kemasan sudah dilakukan dan disetujui oleh pihak marketing langkah selanjutnya adalah menentukan jenis material kemasan yang akan digunakan. Dalam menentukan jenis material kemasan primer yang akan digunakan biasanya mengacu pada beberapa faktor yang terkait dengan kualitas produk yang akan dipasarkan. Untuk produk-produk yang akan dikonsumsi oleh konsumen, faktor yang paling dominan dalam menentukan jenis material kemasan adalah masa kadaluwarsa dari produk tersebut. Karena salah satu fungsi dari material kemasan adalah untuk memperbaiki kualitas kemasan dalam masa kadaluwarsa produk. Sedangkan untuk produk yang tidak dikonsumsi oleh konsumen faktor yang paling dominan dalam penentuan material kemasan adalah faktor estetika dan fungsi dari produk tersebut dapat terjaga dengan baik. Dalam menentukan jenis material kemasan pada tahap awal dilakukan berdasarkan pada analisa teoretis dimana pada akhirnya dilakukan evaluasi pada kondisi riil pada saat proses penyimpanan dan proses distribusi. Hasil evaluasi mencakup kualitas produk dan perubahan visual dari produk yang dikemas dengan melakukan perbandingan dari berbagai jenis material kemasan yang digunakan.

Design Kemasan dan Atribut Kemasan

Kemasan berfungsi tidak hanya menjaga kualitas produk selama proses penyimpanan dan proses distribusi tetapi kemasan berfungsi juga sebagai alat marketing agar konsumen dapat tertarik terhadap produk yang dipasarkan. Oleh karena itu kemasan harus mempunyai design yang menarik sehingga konsumen akan langsung mengenali suatu produk dari warna kemasan atau design kemasan yang dicetak dikemasan. Saat ini merupakan hal yang sangat lumrah bila ditemukan kemasan dengan jumlah warna design lebih dari 6 warna bahkan banyak produsen yang menginginkan produk dikemas yang dicetak dengan 7 – 9 warna. Tujuan dari design dengan banyak warna bukan hanya karena kemasan menjadi menarik akan tetapi kemasan dengan design 7- 9 warna sangat sulit untuk dipalsukan. Pemalsuan produk belakangan merupakan tema yang sedang menjadi perhatian oleh konsumen. Karena produk yang dipalsukan tidak hanya merugikan bagi produsen akan tetapi juga konsumen. Kemasan yang diinginkan oleh produsen tidak hanya memiliki design yang unik dan jenis warna yang tidak mudah dipalsukan, pada umumnya design kemasan memiliki atribut-atribut yang wajib dicetak pada kemasan untuk meningkatkan daya jual produk dan juga demi meningkatkan keamanan bagi konsumen, misalnya adanya logo Halal dan kode MD pada makanan dan minuman ataupun kode ML untuk produk makanan dan minuman yang diimport. Sedangkan produk-produk elektronik, onderdil, perlengkapan computer biasanya diberikan logo SNI sehingga konsumen dapat mengetahui sehingga konsumen dapat mengetahui kualitas barang yang dibeli sudah melalui tes pnegujian dari SNI. Pada kemasan makanan dan ditemukan juga informasi nutrisi sebagai acuan konsumen agar dapat lebih memahami kandungan yang ada didalam makanan maupun minuman. Produsen berusaha selengkap mungkin memberikan informasi mengenai kondisi penyimpanan, penanganan produk dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kualitas produk itu sendiri.

Komposisi Material Kemasan

Pada saat ini material kemasan yang banyak mendominasi adalah material kemasan yang dibuat dari bahan polymer ataupun dari bahan kertas. Material kemasan banyak digunakan sebagai bahan kemasan yang berfungsi untuk mempermudah transportasi dan penyimpanan produk. Sedangkan material kemasan yang menggunakan bahan polymer sebagai bahan bakunya akan langsung bersentuhan produk hal ini disebabkan karena bahan polymer dari segi biaya lebih murah dan secara kualitas mempunyai sifat visual yang lebih baik dibandingkan kertas.

Pada material kemasan primer yang menggunakan polymer sabagai bahan bakunya pada umumnya terbagi atas dua material utama dengan spesifikasi yang berbeda dimana salah satu material adalah material dengan titik leleh yang tinggi (lebih dari 140 derajat Celsius) dan memiliki tegangan permukaan yang tinggi pula (lebih dari 35 dyne) sehingga material ini dapat dicetak dan dilaminasi dengan mudah. Sedangkan material lainnya adalah material perekat yang memiliki spesifikasi dengan titik leleh yang rendah ( dibawah 120 derajat Celsius) akan tetapi memiliki tegangan permukaan yang rendah (kurang dari 30 dyne). Banyak produsen menggunakan kombinasi material untuk mendapatkan kemasan yang mempunyai karakter khusus, seperti tidak tembus sinar UV, anti static ataupun karakter-karakter lainnya. Untuk kemasan makanan, minuman dan obat-obatan harus menggunakan material polymer yang ”foodgrade” yang berarti bahwa didalam material tersebut tidak mengandung bahan daur ulang dan biasanya terdapat logo sendok dan garpu.

Pada kemasan yang menggunakan kertas pada umumnya terbagi atas kertas yang menggunakan bahan baku dari daur ulang ataupun kertas yang menggunakan bahan baku dari serat pohon. Jenis kertas yang menggunakan bahan baku daur ulang biasanya digunakan carton box ataupun folding box. Sedangkan kertas yang diproduksi menggunakan serat pohon biasanya digunakan untuk mengemas makanan yang tidak memiliki masa kadaluwarsa yang cukup lama ataupun biasanya digunakan sebagai kemasan fast food yang banyak digunakan oleh perusahaan waralaba.

 

Packaging Solution

Dipl.- Ing. (FH) Mochamad Rofik

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it