Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini974
mod_vvisit_counterKemarin790
mod_vvisit_counterMinggu ini3169
mod_vvisit_counterMinggu lalu6614
mod_vvisit_counterBulan ini16844
mod_vvisit_counterBulan lalu31166
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1383387
Kami Memiliki: 51 guests online

Home Kilas Berita Bagaimana Percetakan Kalibaru Menurut Perda No 1 Tahun 2014 ?
04
Jul
2017
Bagaimana Percetakan Kalibaru Menurut Perda No 1 Tahun 2014 ?

 

Bagaimana Percetakan Kalibaru Menurut Perda No 1 Tahun 2014 ?

Tata Ruang & Zonasi Kecamatan Senen Jakarta Menurut Perda No 1 Tahun 2014

Pemberlakuan Perda No 1 Tahun 2014 Tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi setelah diundur sebanyak dua kali, kini tidak terasa tahun 2018 yakni masa perda dimaksud akan diberlakukan tinggal 8 bulan lagi. Hal ini perlu diingatkan khususnya bagi para pengusaha jasa cetak yang diperkirakan memiliki jumlah tidak kurang dari lima ribuan perusahaan di Jakarta. Karena jenis usaha jasa cetak ini diprediksi salah satu jenis usaha yang tergolong banyak terkena imbasnya. selengkapnya klik judul link di atas.

Perda yang juga sudah barang tentu memiliki persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta tersebut adalah rencana pemanfaatan ruang untuk fungsi ruang kota tertentu yang menetapkan jenis penggunaan tanah dan peraturan pemanfaatan ruang sesuai rencana tata ruang kota.

Tidak hanya itu, beragamnya isu dilapangan tentang zona penggolongan jenis usaha jasa cetak, yang satu pihak menyebutkan tergolong industri (industri rumah tangga, industri kreatif) yang tidak mencemari dan menggangu lingkungan, namun disisi lain ada yang mengelompokkan jenis usaha ini sebagai industri yang memiliki limbah B3 yang harus berada pada zona khusus industri.

Hal ini memang tidak bisa dipungkiri karena jenis usaha cetak dimaksud memiliki jenis dan klasifikasi yang sangat beragam, yakni : sablon, foto copy, mesin toko, offset, web, dan digital printing (dgital press, dan digital large format), hal ini ditambah lagi dengan usaha terkait seperti desain, banding, lem potong, serta supplier kertas, tinta dan sparepart mesin.

Jujur pada beragam usaha dimaksud banyak yang tidak memiliki limbah sama sekali, karena semua limbahnya berupa kertas, kaleng dan lain-lain juga masih dapat dijual atau dimanfaatkan. Demikian juga dari segi nilai investasi berkisar 65 hingga 75 % perusahaan jasa cetak di Jakarta tergolong UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang hanya memiliki aset dibawah Rp. 500.000.000,-. Serta keberadaanya semestinya berada pada zona perdagangan seperti Alfa Mart dan Indomaret untuk mendukung kebutuhan cetak akan beragam buku, tabloid, majalah, kartu nama, kop surat, serta berogam brosur-brosur lainnya, sebagai sarana pencerdasan dan promosi dalam mencapai kehidupan yang lebih baik.

Kali ini mengingat wilayah Kali Baru yang merupakan areal cetak yang diperkirakan hampir mencapai ribuan usaha jasa cetak terdapat di wilayah ini, sehingga wilayah tersebut menjadi areal cetak ternama bagi masyarakat yang tidak hanya bagi warga Jakarta, tetapi Indonesia bahkan Asia. Karenanya kali ini Print Media Indonesia mengangkat topik sebagaimana di atas Kali Baru Kecamatan Senen dalam Perda No 1 tahun 2014 tentang rencana detail tata ruang dan [peraturan zonasi. Selengkapnya sebagai berikut :

Pasal 100

Tujuan penataan ruang Kecamatan Senen untuk:

a. terwujudnya penataan pusat perkantoran, perdagangan dan jasa skala nasional yang terintegrasi dengan angkutan umum massal pada Kawasan Senen;

b. terlaksananya pembangunan prasarana transportasi yang terpadu dengan jalur pejalan kaki, angkutan umum massal, dan angkutan umum lain untuk menunjang TOD;

c. terlaksananya pembangunan dan/atau perbaikan lingkungan prasarana perdagangan dan jasa dengan menyediakan ruang bagi usaha mikro serta penataan terminal penumpang secara terpadu dengan angkutan kereta api di Stasiun Senen;

d. terwujudnya wisata perkotaan;

e. terwujudnya pengembangan kawasan permukiman melalui perbaikan dan/atau peremajaan lingkungan dilengkapi prasarana yang terintegrasi dengan angkutan umum massal; dan

f. terbangunnya rumah susun umum dilengkapi prasarana yang terintegrasi dengan angkutan umum massal.

Pasal 101

(1)

Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang Kecamatan Senen dilakukan pembagian:

a. zona dan sub zona kawasan, dan

b. blok dan sub blok kawasan.

(2) Pembagian zona dan sub zona kawasan serta pembagian blok dan sub blok kawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, digambarkan dalam Gambar-7A Peta Zonasi Kecamatan Senen skala 1 : 5.000 pada Lampiran III, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 102

(1) Rencana pola ruang pada zona fungsi budidaya Kecamatan Senen terdiri dari:

a. zona terbuka hijau lindung;

b. zona taman kota/lingkungan;

c. zona jalur hijau;

d. zona hijau rekreasi;

e. zona pemerintahan nasional;

f. zona pemerintahan daerah;

g. zona perumahan KDB sedang - tinggi;

h. zona perumahan vertikal;

i. zona perkantoran, perdagangan, dan jasa;

j. zona perkantoran, perdagangan, dan jasa KDB rendah;

k. zona campuran;

l. zona pelayanan umum dan sosial; dan

m. zona terbuka biru.

(2) Setiap orang yang akan melakukan kegiatan pemanfaatan ruang wajib memperhatikan zona fungsi budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disajikan dalam Gambar-7A Peta Zonasi Ruang Kecamatan Senen skala 1 : 5.000 pada Lampiran III-1 dan pada Tabel-7A Tabel Rencana Pola Ruang Kecamatan Senen pada Lampiran III-2, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 103

(1) Rencana prasarana pergerakan yang ada dan/atau melalui Kecamatan Senen terdiri dari:

a. rencana prasarana transportasi darat;

b. rencana prasarana transportasi perkeretaapian; dan

c. rencana prasarana transportasi udara.

(2) Rencana prasarana transportasi darat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, berfungsi untuk melancarkan arus transportasi dan mengatasi kemacetan lalu lintas dilakukan:

a. pengembangan prasarana angkutan umum massal pada jalur khusus di koridor Harmoni-Pulo Gadung, koridor Dukuh Atas-Pulo Gadung, dan koridor Kampung Melayu-Ancol;

b. peningkatan jalan arteri primer di setiap kelurahan;

c. peningkatan jalan arteri sekunder di setiap kelurahan;

d. peningkatan jalan kolektor sekunder di Kelurahan Paseban, Kenari, Kramat, Senen, dan Kelurahan Bungur;

e. pengembangan jalan lokal di setiap kelurahan;

f. penerapan pembatasan lalu lintas tahap II di Kelurahan Kramat, Senen, dan Kelurahan Paseban;

g. pengembangan prasarana parkir di setiap kelurahan; dan

h. pengembangan jalur pedestrian dan jalur sepeda pada jalan arteri, kolektor dan lokal di setiap kelurahan.

(3) Rencana prasarana transportasi perkeretaapian yang ada dan/atau melalui Kecamatan Senen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dilakukan pengembangan dan/atau peningkatan angkutan umum massal berbasiskan rel di Kelurahan Paseban, Kramat, Senen, dan Kelurahan Bungur.

(4) Rencana prasarana transportasi udara yang ada dan/atau melalui Kecamatan Senen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, pengendalian pemanfaatan ruang udara KKOP Bandar Udara Halim Perdana Kusuma.

(5) Rencana pengembangan dan penyediaan prasarana transportasi dan pengendalian pemanfaatan ruang udara sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3) dan ayat (4), menjadi tugas Kepala SKPD dan/atau instansi terkait dan dilaksanakan berdasarkan rencana induk bidang perhubungan dan pekerjaan umum yang disusun Kepala SKPD dan/atau instansi bersangkutan.

Pasal 104

(1) Rencana prasarana energi di Kecamatan Senen dilakukan pengembangan jaringan transmisi berupa kabel bawah tanah dan pengembangan pemanfaatan energi surya di setiap kelurahan.

(2) Dalam rangka peningkatan pelayanan pengisian bahan bakar gas dan minyak di Kecamatan Senen, Pemerintah Daerah menetapkan lokasi stasiun pengisian bahan bakar gas dan minyak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Rencana pengembangan dan/atau peningkatan prasarana energi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), menjadi tugas Kepala SKPD dan/atau instansi terkait dan dilaksanakan berdasarkan rencana induk sub bidang energi yang disusun Kepala SKPD dan/atau instansi bersangkutan.

Pasal 105

(1) Rencana prasarana telekomunikasi di Kecamatan Senen dilakukan pengembangan lapisan inti pada penempatan jaringan serat optik, penyediaan CCTV dan internet nirkabel pada ruang publik, serta pengembangan menara telekomunikasi di setiap kelurahan.

(2) Rencana pengembangan dan penyediaan prasarana telekomunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Rencana pengembangan dan penyediaan prasarana telekomunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menjadi tugas Kepala SKPD dan/atau instansi terkait dan dilaksanakan berdasarkan rencana induk bidang telekomunikasi yang disusun Kepala SKPD dan/atau instansi bersangkutan.

Pasal 106

(1) Rencana prasarana drainase berfungsi untuk mencegah banjir dan genangan air di Kecamatan Senen dilakukan:

a. pemeliharaan dan/atau peningkatan saluran makro pada:

1. Kali Baru yang melalui Kelurahan Bungur;

2. Sungai Ciliwung yang melalui Kelurahan Kenari, Kwitang, dan Kelurahan Senen;

3. Kali Baru Timur yang melalui Kelurahan Paseban; dan

4. Kali Sentiong yang melalui Kelurahan Bungur dan Kelurahan Paseban;

b. penerapan sistem polder:

1. nomor 31 dengan area layanan Kelurahan Kramat, Bungur, dan Kelurahan Paseban;

2. nomor 33 dengan area layanan Kelurahan Paseban; dan

3. nomor 48 dengan area layanan Kelurahan Kwitang, Kenari, dan Kelurahan Senen;

c. pemeliharaan dan/atau peningkatan saluran submakro;

d. penerapan sumur resapan dalam dan dangkal di setiap kelurahan;

e. penerapan biopori di setiap kelurahan; dan

f. pemeliharaan dan/atau peningkatan saluran mikro di ruas jalan arteri, kolektor, dan jalan lokal di setiap kelurahan.

(2) Rencana pengembangan, pemeliharaan, dan/atau peningkatan prasarana drainase sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menjadi tugas Kepala SKPD dan/atau instansi terkait dan dilaksanakan berdasarkan rencana induk sub bidang drainase yang disusun Kepala SKPD dan/atau instansi bersangkutan.

Pasal 107

(1) Rencana prasarana air minum di Kecamatan Senen dilakukan:

a. pengembangan sumber air untuk air baku dan/atau air curah berasal dari Waduk Jatiluhur;

b. pengembangan sumber air untuk air baku alternatif berasal dari Waduk Karian, Waduk Ciawi, Waduk Retensi Tanggul Laut Multifungsi, Sungai Ciliwung, Kali Pesangrahan, Kali Krukut, Kanal Banjir Barat, dan sumber air lain; dan

c. peningkatan dan pemeliharaan prasarana pipa primer air minum di Kelurahan Senen dan Kelurahan Kwitang.

(2) Rencana pengembangan dan/atau peningkatan prasarana air minum sebagaimana dimaksud pada ayat (1), secara bertahap dilaksanakan peningkatan kualitas air sehingga dapat diperuntukan sebagai air minum.

(3) Rencana pengembangan dan/atau peningkatan prasarana air minum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), menjadi tugas Kepala SKPD dan/atau instansi terkait dan dilaksanakan berdasarkan rencana induk sub bidang air minum yang disusun Kepala SKPD dan/atau instansi bersangkutan.

Pasal 108

(1) Rencana prasarana air limbah di Kecamatan Senen dilakukan:

a. pengembangan sistem pembuangan air limbah terpusat (off site) dengan area layanan nomor 5 untuk melayani Kelurahan Senen dan Kelurahan Bungur serta area layanan nomor 10 untuk melayani Kelurahan Kwitang, Kramat, Kenari, dan Kelurahan Paseban; dan

b. pemeliharaan dan/atau peningkatan kapasitas jaringan pembuangan setempat (on site) seluruh kelurahan.

(2) Rencana pengembangan, pemeliharaan, dan/atau peningkatan prasarana air limbah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menjadi tugas Kepala SKPD dan/atau instansi terkait dan dilaksanakan berdasarkan rencana induk sub bidang air limbah yang disusun Kepala SKPD dan/atau instansi bersangkutan.

Pasal 109

(1) Rencana prasarana sampah di Kecamatan Senen berupa penyediaan TPS dan/atau TPS-3R di setiap kelurahan dan/atau kecamatan dilengkapi prasarana penampungan dan/atau pemilahan sampah spesifik, ditujukan untuk tempat penampungan sementara dan/atau pengolahan sampah sebelum diangkut ke TPST dan/atau TPA.

(2) Rencana penyediaan prasarana sampah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menjadi tugas Kepala SKPD dan/atau instansi terkait dan dilaksanakan berdasarkan rencana induk sub bidang persampahan yang disusun Kepala SKPD dan/atau instansi bersangkutan.

Pasal 110

(1) Rencana prasarana jalur dan ruang evakuasi bencana di Kecamatan Senen sebagai berikut:

a. jalur evakuasi bencana pada ruas:

1. Jalan Prapatan dan Jalan Kwitang di Kelurahan Senen dan Kelurahan Kwitang;

2. Jalan Kramat Bundar di Kelurahan Senen dan Kelurahan Kramat;

3. Jalan Letjend Suprapto di Kelurahan Bungur;

4. Jalan Pejambon, Jalan Abdul Rahman Saleh, Jalan Senen Raya, dan Jalan Kwini 2 di Kelurahan Senen;

5. Jalan Matraman di Kelurahan Kenari;

6. Jalan Pramuka di Kelurahan Paseban;

7. Jalan Pasar Senen di Kelurahan Senen,

8. Jalan Kramat Raya di Kelurahan Kramat;

9. Jalan Kwitang dan Kelurahan Kenari;

10. Jalan Salemba Raya di Kelurahan Paseban; dan

b. ruang evakuasi bencana memanfaatkan pusat pemerintahan, taman pemakaman, prasarana umum, prasarana sosial, dan kawasan rekreasi lain yang ada di kelurahan.

(2) Lokasi posko logistik bencana di Kecamatan Senen berada di pusat pemerintahan.

Pasal 111

(1) Rencana kawasan yang diprioritaskan penanganannya di Kecamatan Senen dilakukan di Kawasan Senen dengan fungsi pengembangan sebagai kawasan permukiman horizontal, vertikal dan kompak, pusat perkantoran, perdagangan dan jasa yang didukung prasarana dengan konsep TOD.

(2) Rencana pengembangan kawasan yang diprioritaskan penanganannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pola penanganan dan penetapan lokasi ditetapkan oleh Gubernur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Rencana pengembangan kawasan yang diprioritaskan penanganannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menjadi tugas Kepala SKPD dan instansi terkait sesuai fungsinya.

Pasal 112

(1) Rencana prasarana pergerakan yang berada dan/atau melalui Kecamatan Senen disajikan dalam Gambar-7 Peta Rencana Jaringan Pergerakan Kecamatan Senen dan Gambar-7C Peta Rencana Prasarana Angkutan Umum Massal Kecamatan Senen skala 1 : 5.000 pada Lampiran IV, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(2) Rencana prasarana energi dan prasarana telekomunikasi di Kecamatan Senen disajikan dalam Gambar-7D Peta Rencana Prasarana Energi dan Telekomunikasi Kecamatan Senen skala 1 : 5.000 pada Lampiran IV, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(3) Rencana prasarana drainase dan prasarana air minum di Kecamatan Senen disajikan dalam Gambar-7E Peta Rencana Prasarana Drainase dan Air Minum Kecamatan Senen skala 1 : 5.000 pada Lampiran IV, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(4) Rencana prasarana air limbah dan prasarana sampah di Kecamatan Senen disajikan dalam Gambar-7F Peta Rencana Prasarana Air Limbah dan Sampah Kecamatan Senen skala 1 : 5.000 pada Lampiran IV, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(5) Rencana prasarana jalur dan ruang evakuasi bencana di Kecamatan Senen disajikan dalam Gambar-7G Peta Rencana Jalur dan Ruang Evakuasi Bencana Kecamatan Senen skala 1 : 5.000 pada Lampiran IV, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(6) Setiap orang yang akan menyediakan prasarana di Kecamatan Senen wajib berpedoman pada Gambar-7B sampai dengan Gambar-7G sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dan ayat (5).

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!