Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1152
mod_vvisit_counterKemarin575
mod_vvisit_counterMinggu ini1727
mod_vvisit_counterMinggu lalu8108
mod_vvisit_counterBulan ini30720
mod_vvisit_counterBulan lalu36598
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1251528
Kami Memiliki: 21 guests online

Home Kilas Berita Membaca, Sumber Inspirasi dan Inovasi
04
Sep
2017
Membaca, Sumber Inspirasi dan Inovasi

Membaca, Sumber Inspirasi dan Inovasi

Bung Karno adalah tokoh dunia yang dimiliki Indonesia di masa lalu. Namanya harum, hingga kini masih dikenang oleh generasi bangsa ini. Beliau sangat dihargai di mata internasional. Salah satu wujud penghargaan itu, tidak kurang dari 26 buah gelar Doctor Honoris Causa diberikan kepada Bung Karno dari berbagi universitas ternama, dalam maupun luar negeri. Dalam beberapa pidato penganugerahan gelar itu, Bung Karnoacap mengingatkan kalangan kampus akan pentingnya membaca buku dan keterkaitan ilmu dengan kehidupan nyata.

Apa kata Bung Karno tentang buku ketika menerima gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Indonesia, 2 Februari 1963? Inilah petikannya sebagaimana dimuat dalam buku Sukarno, Ilmu dan Perjuangan (1984): “Pernah saya bicarakan di dalam pidato-pidato saya, antara lain pidato saya di Senayan, bahwa oleh karena saya dulu itu mahasiswa miskin, saya tingggalkan dunia yang materiil ini, kataku – I left the material world – lantas saya masuk in the world of the mind, masuk di dalam alam khayal, alam pikiran – I went into the world of the mind, kataku. Selengkapnya klik judul link diatas

........................................................................

 

Artinya, saya masuk di dalam buku-buku, saya membaca buku banyak sekali, malahan saya berkata, “ in the world of the mind, I met the great man.” Di dalam alam khayal, di dalam alam pemikiran itu, saya berjumpa dengan orang-orang besar, kataku, saya berjumpa dengan Karl Marx, saya berjumpa dengan Friederich Engel, saya berjumpa dengan Kautsky, saya berjumpa dengan Mahatma Gandhi, saya berjumpa dengan Thomas Jefferson, saya berjumpa dengan Franklin Delano Roosevelt, saya berjumpa dengan Gladstone, saya berjumpa dengan Poincare, saya berjumpa dengan dengan Talleyrand, dan pemimpin-pemimpin dunia yang lain, orang-orang besar.”

Tatkala Bung Karno menyampaikan pidato saat penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 19 September 1951, beliau berkata: “ … Ya, benar, saya telah banyak sekali membaca buku-buku. Tetapi sebagai tadi saya katakan, pembawaanku tidak puas dengan ilmu ansich. Bagi saya, ilmu pengetahuan hanyalah berharga penuh jika ia dipergunakan untuk mengabdi kepada praktek hidup manusia, atau prakteknya bangsa, atau praktek hidupnya dunia kemanusiaan. Memang sejak muda saya ingin mengabdi kepada praktek hidup manusia, bangsa, dan dunia kemanusiaan itu. Itulah sebabnya saya selalu mencoba menghubungkan ilmu dengan amal; menghubungkan pengetahuan dengan perbuatan, sehingga pengetahuan ialah untuk perbuatan, dan perbuatan dipimpin oleh pengetahuan. Ilmu dan amal, kennisdan daad, harus ‘wahyu-mewahyui’ satu sama lain.

Pada bagian akhir pidatonya itu, Bung Karno menegaskan kepada para mahasiswa Universitas Gadjah Mada kala itu, bahwa ilmu tiada guna jika tidak digunakan untuk mengabdi kepada prakteknya hidup. “Buatlah ilmu berdwitunggal dengan amal! Malahan, angkatlah derajat kemahasiswaanmu itu kepada derajat mahasiswa patriot, yang sekarang mencari ilmu, untuk kemudian beramal terus-menerus di hadirat wajah ibu pertiwi!,”ujar Bung Karno, bapak bangsa ini.

Semoga kita yang hidup sekarang mampu memetik manfaat, menuai inspirasi, serta semangat yang masif dari pidato beliau itu. Bahwa kita tak sekadar membaca buku, tidak sekadar memperluas ilmu, bahkan seharusnya - di dalam lubuk hati - ada visi yang kuat untuk mendorong agar tercipta masyarakat yang gemar membaca karena membaca sumber inpirasi dan inovasi, yang dapat mengantarkan kita untuk memperoleh, kebahagiaan, keselamatan, ketenteraman, kedudukan, keuntungan ....... 

Sekilas tentang majalah Print Media Indonesia

Jika Anda masyarakat grafika Print Media Indonesia, yakni majalah grafika atau perinting (percetakan) yang terbit sejak 2003, dalam 2 versi yakni cetak dan digital (on line) tentu menjadi salah satu solusi bagi bagi permasaalahan usaha anda. Kini majalah versi cetaknya bisa anda temukan pada ratusan toko buku di Pulau Jawa, atau jika anda ingin versi E-Print Media (digital) nya, dapat anda unduh pada aplikasi penyedia majalah on line yakni Scoop, Majalah Indonesia, dan atau Higo. Atau jika anda ingin melihat sebagian dari isi majalah, anda dapat membuka website kami, Website tersebut kini rata-rata dikunjungi ribuan pengunjung setiap hari.

Mudah-mudahan bermanfaat .....

CV. Print Media Indonesia

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Facebook : Majalah Grafika,

Group Facebook : Print Media Indonesia

Redakksi +62251 8554501 / Pemasaran +6221 3150929

Mobile : 0812 8881 1831 / WA : 0811808282

Website : www.indonesiaprintmedia.com

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!