Visitor

 
Home Kilas Berita Saat Fotografi Menjadi Bagian Hidup Sehari-hari
14
Dec
2020
Saat Fotografi Menjadi Bagian Hidup Sehari-hari

Oleh: Yulius Widi Nugroho, S.Sn, M.Si.

Fotografi berkembang sangat pesat dibanding beberapa puluh tahun yang lalu, dan kini setiap orang dapat dengan mudah memotret hanya dengan berbekal kamera smartphone dengan hasil yang cukup baik. Khusus bagi penghobi fotografi banyak teori yang harus dipelajari untuk bisa menghasilkan foto yang unik dan berkualitas layaknya fotografer profesional. Dan banyak diketahui hasil karya penghobi seringkali bisa menghasilkan foto yang unik karena penghobilebih fun dan tanpa beban dalam meelakukan pemotretan. Bahkan berawal dari hoby tersebut banyak yang menjadikannya sebagai sarana pendukung bisnis hingga mata pencaharian utama.

Fotografi merekam banyak momen entah itu dengan kamera pocket, kamera SLR, kmera mirrorless, atau kamera smartphone. Momen-momen yang dilalui misalnya; kebersamaan keluarga, pernikahan, ulang tahun, reuni, traveling, dan sebagainya. Semakin banyak hal-hal yang dilalui, maka semakin banyak momen yang terabadikan dan mengakibatkan semakin banyak foto digital yang dihasilkan. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana jadinya apabila fotografi ini tidak ada sehingga tidak dapat mewarnai setiap momen kehidupan yang dilalui.

Selain itu fotografi juga merupakan salah satu jenis media ekspresi seni untuk ...

 manusia. Fotografi merupakan suatu bentuk karya seni visual yang bisa digunakan sebagai media penyampai gagasan, pendapat, dan persepsi terhadap suatu hal tergantung dari sisi mana fotografer dan orang lain yang melihat fotonya. Fotografi dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bidang, dan memudahkan masyarakat memperoleh gambar melalui smartphone yang telah dilengkapi dengan fitur yang berkualitas. Fotografi tidak hanya dilakukan oleh seorang fotografer, tetapi semua orang. Belakangan ini fotografi semakin popular dikalangan remaja terutama dengan adanya media sosial yang berbasis fotografi seperti Instagram. Kemudahan dalam mengupload berbagai foto di media sosial tersebut menjadikan fotografi sebagai gaya hidup masyarakat modern.

Peran Fotografi dalam Kehidupan

Selain untuk mengabadikan berbagai macam momen, fotografi juga berperan dalam berbagai bidang yang menunjang kehidupan seperti dalam bidang kedokteran. Fotografi berperan salah satunya untuk melakukan pemotretan pada tubuh manusia dalam rangka mendiagnosis penyakit, yaitu dengan menggunakan alat radiologi foto (foto thorax) atau sering disebut chest x-ray (CXR) hal tersebut merupakan proyeksi radiografi untuk mendiagnosis kondisi yang mempengaruhi thorax (bagian tubuh yang tersusun dari tulang dada, ruas tulang belakang, dan tulang rusuk). Secara umum peran fotografi dalam bidang kesehatan adalah (1) untuk melihat abnormalitas kongnital (jantung vaskuler), (2)  untuk melihat adanya trauma (pneumothorax, haemothorax), (3)  untuk melihat adanya infeksi (umumnya tuberkolosis) ke empat untuk memeriksa keadaan jantung, (4) untuk memeriksa keadaan paru-paru.

Pada kehidupan sosial, fotografi juga berperan tentang bagaimana informasi bisa disampaikan, perekam sejarah, materi akademis, hingga pencipta perubahan. Fotografi menjadi salah satu alat untuk membuktikan sebuah fakta dalam peristiwanya. Contohnya adalah foto jurnalistik.  Masyarakat biasa pun bisa membuat bahkan bisa mengirimnya ke media. Sepanjang foto memenuhi kaidah jurnalistik dan memang layak untuk dimuat sebagai foto berita. Fotografi jugs bisa membuat atau memunculkan opini publik, dan memiliki peranan dalam upaya kemajuan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. 

Fotografi ini berperan penting dalam kehidupan di masyarakat. Fotografi menjadi media yang mampu mengabadikan momen-momen yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, momen kebahagiaan yang dapat diabadikan biasanya pada pesta pernikahan, kebersamaan dengan keluarga, pesta ulang tahun, dan momen kebahagiaan lainnya. Tidak hanya momen kebahagiaan, momen kesedihan juga sering diabadikan pada peristiwa di masyarakat, seperti kematian, kecelakaan, dan momen kesedihan lainnya.

Fotografi merupakan paduan antara sains dengan teknologi tinggi yaitu membuat gambar menggunakan cahaya kemudian disimpan dan diolah untuk berbagai kebutuhan. Peran inilah fotografi di kehidupan sehari-hari adalah sebagai ilmu pengetahuan beserta penerapannya. Semua penikmat foto tanpa disadari telah memperoleh ilmu pengetahuan berupa wujud visual dengan fotografi. Ilmu pengetahuan ini dapat dipelajari dengan mencari berbagai referensi di internet tanpa harus belajar secara formal. Fotografi ini menjadi media penyampai ilmu pengetahuan dan ilmu fotografi itu sendiri, yang tanpa disadari telah memasuki kehidupan masyarakat yang mengikuti perkembangan zaman.

Fotografi Menceritakan Sejarah

Untuk urusan sejarah, media fotografi berperan sebagai media rekam yang dapat menceritakan sejarah dengan mengabadikan momen-momen yang tidak dapat diulang kembali. Sejarah mengandalkan fotografi (dan videografi) sebagai alat rekam, sehingga narasi-narasi kesejarahan akan terus terjaga keasliannya, bahkan bisa diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan narasi/kisah yang lebih baik dari sebelumnya. Fotografi juga berperan sebagai bukti syah untuk melihat fakta terhadap terhadap sebuah kejadian yang lampau dan sejarah-sejarah kehidupan.

Misalnya foto sejarah tentang Cut Nyak Dien, pahlawan nasional Indonesia. Sebelum ditemukan fotonya, sejarah tentang tampilan fisik Cut Nyak Dien divisualkan dari lukisan ilustrasi dari seorang pelukis. Dari lukisan itu banyak orang meyakini itulah sosok Cut Nyak Dien. Namun setelah ditemukan dokumentasi foto dari pihak Belanda, terungkap foto tampilan beliau saat tertangkap. Dari foto tersebut dapat menghasilkan penelitian lebih lanjut tentang apa yang terjadi waktu itu.

 

Foto Cut Nyak Dhien (duduk di tengah) tahun 1905 setelah ditangkap. (Foto koleksi KITLV)

Fotografi Sebagai Ilustrasi

Selain itu, fotografi sering dijadikan sebagai media untuk mengkampanyekan berbagai macam hal, dari kepentingan sosial, politik, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Foto bisa dibuat menyesuaikan tema ada, dan dapat berperan penting dalam perubahan sosial. Misalnya, seseorang yang mengkampanyekan Anti Aborsi, bisa menampilkan foto-foto yang berhubungan dengan isyu tersebut. Dalam hal ini foto digunakan sebagai ilustrasi untuk memberi visual literasi yang baik terhadap masyarakat tentang hal-hal yang tidak baik terkait aborsi.

Selain Iklan Layanan Masyarakat, penggunaan media foto sebagai ilustrasi sering dilakukan untuk Iklan Komersial. Jelas peran foto dalam iklan sangat besar, bahkan hampir semua iklan (printed) menggunakan visual foto untuk mempresentasikan produk-produknya. Hingga di jualan oline, semua online-shop menggunakan foto untuk mepresentasikan produk yang dijualnya. Dengan demikian media foto bisa meningkatkan kreativitas penjual dan calon pembeli, dimana foto-foto yang ditampilkan akan selalu update. Dalam proses komunikasi lanjutannya penjual dan pembeli bisa melakukan kontak langsung melalui jaringan pribadi sehingga bisa mendapatkan foto yang lebih detail untuk menghindari penipuan dalam transaksi.

Fotografi Sebagai Media Ekspresi

Selain karakter media foto yang bisa dipercaya kebenarannya ini, fotografi juga bisa sebagai media berkespresi seni dan dipamerkan kepada masyarakat melalui berbagai platform fotografi atau media sosial dengan berbagai tema tertentu. Kegiatan pameran fotografi sebagai media seni ini bertujuan untuk memperkenalkan seni fotografi kepada masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi, pameran fotografi bisa dilakukan melalui media sosial dengan berbagai caption yang menarik. Caption foto berisi penjelasan dan informasi mengenai foto-foto yang dipamerkan. Dengan demikian, fotografi seni bisa diapresiasi dengan lebih baik sehingga budaya berkesenian di masyarakat menjadi lebih baik.

Teknik fotografi merupakan salah satu cara untuk menghasilkan foto yang bagus, dan masyarakat lebih suka mengeksplorasi dirinya sendiri dalam teknik pengambilan gambar tergantung dari selera masing-masing. Dengan demikian, fotografi dapat meningkatkan kreativitas masyarakat. Teknik-teknik pengambilan foto bisa dipelajari secara otodidak dan masyarakat bisa bermain, dan berekspresi mengambil foto dengan teknik fotografi yang akhirnya isa menyemarakkan budaya seni visual.

Selain ekspresi seni, fotografi di era kekinian adalah sebagai ekspresi diri. Generasi muda suka mengabadikan momen saat kebersamaan dengan teman-teman sosialnya, bersama orang yang dicintainya, dan mengekspresikan kondisi/mood sebagai bentuk saling perhatian antara teman di media sosial. Fenomena tersebut, fotografi dijadikan media ekspresi diri yaitu masyarakat yang menggunakan smartphone lebih mudah mengambil gambar dirinya sendiri (selfie). Seseorang akan menyalurkan ekspresi dirinya di media sosial agar menarik simpati teman-temannya ataupun komunitasnya.

 

Foto Keluarga sebagai ekspresi diri. (Foto koleksi pribadi penulis)

Momen liburan dan hobi sering digunakan sebagai ekspresi diri untuk lebih bisa berinteraksi dengan alam atau lokasi-lokasi menarik untuk bahan perbincangan. Salah satu nilai yang bisa didapatkan dari fotografi adalah menjadi lebih bersyukur dari sebelumnya, mengekspresikan hobi foto, pasti akan menangkap banyak hal kehidupan sosial sehari-hari masyarakat. Dengan fotografi dan pikiran akan lebih terbuka, akan lebih “melihat” kondisi di alam dan kehidupan di sekitarnya. Pikiran akan lebih terbuka dari sebelumnya, karena dapat melihat aspek kehidupan dan perspektif seperti ketika mencoba memotret objek menjadi lebih positif.

Fotografi Untuk Administrasi

Fotografi juga bisa berperan sebagai alat bantu administrasi. Pertama, sebagai perekam evaluasi, misalnya pada proyek yang baru dimulai maupun di dalam proses pelaksanaannya. Melalui foto-foto yang dibuat dalam kurun waktu tertentu akan dapat diketahui; apakah pembangunan yang dibuat sesuai dengan rencana, atau melenceng, sehingga bisa cepat diperbaiki. Contoh lain, misalnya kasus untuk mengetahui perkembangan kualitas gizi pada seorang anak yang mengikuti program perbaikan gizi. Si anak difoto dan diukur tinggi dan berat badannya, setelah program berjalan dalam waktu yang ditentukan, anak difoto kembali kemudian foto dibandingkan sehingga terlihat perbedaan dan hasilnya. Dari contoh tersebut bisa dipahami bahwa media fotografi sangat luas dan terbuka bagi para pemotret.

Kedua, foto untuk kelengkapan administrasi yang utama adalah untuk kelengkapan dokumen kependudukan dan lainnyamisalnya  pembuatan KTP, SIM, Pasport, Surat Nikah, ijazah dan sebagainya. Untuk pengadaan foto-foto tersebut, diperlukan fotografer yang mampu memotret wajah subjek dengan baik dan jelas, dan ini tentu tidak bisa semua fotografer mampu melakukannya. Ketiga, foto-foto untuk perlengkapan presentasi seorang pimpinan kantor pemerintahan, perusahaan, lembaga masyarakat dan sebagainya. Misalnya seorang pengusaha real estate/perumahan, tentu akan sangat terbantu jika presentasi kepada pihak perbankan yang memberi modal atau calon konsumen, mampu menyajikan foto-foto proyek perumahan yang sedang dibangun, dibanding jika hanya menggunakan kata-kata saja.

Mungkin masih banyak lagi aktivitas fotografi yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, kesemuanya itu akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan akan tampilan/rekaman visual. Dan dengan perkembangan teknologi, aktivitas fotografi bisa dilakukan semakin mudah dan praktis. Sehingga kreativitas manusia akan terus terupdate  dan kebutuhan akan visual foto juga akan terus mengalami perkembangan.

 (Dari berbagai sumber) Salam Kreatif

Selengkapnya terdapat pada majalah cetak dan digital Indonesia Print Media edisi 97 Nov-Des 2020

Info WA 0811808282

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!