Visitor

 
Home Kilas Berita Membangun Portofolio Profesional Fotografi
06
Jun
2021
Membangun Portofolio Profesional Fotografi

Oleh: Yulius Widi Nugroho, S.Sn, M.Si.

Mengapa seorang fotografer membutuhkan portofolio? Pertanyaan ini sebagai pembuka sebelum membahas lebih lanjut tentang apa itu portofolio. Seorang fotografer yang membuat portofolio dapat memiliki beberapa tujuan, salah satu tujuannya adalah; fotografer membuat portofolio untuk dirinya sendiri yaitu untuk kepuasan bahwa sudah membuat karya-karya bagus yang bisa dikoleksi. Tetapi tujuan utama membuat portofolio adalah beriklan, karena iklan adalah mesin perdagangan, dan portofolio penting bagi para fotografer yang menjual layanan/jasa mereka. Orang lain yang membutuhkan jasa foto cenderung meminta fotografer menunjukkan hasl pekerjaan terbaiknya. Setiap profesi membutuhkan portofolio dengan formatnya masing-masing, dan portofolio tersebut akan berhubungan kuat terhadap karir  profesinya.

Secara pengertian umum, portofolio atau portfolio merupakan ringkasan pengalaman kerja serta berbagai pencapaian yang telah didapatkan sebelumnya dan berhubungan dengan bidang pekerjaan berikutnya yang akan dilamar. Di bidang fotografi, portofolio seharusnya ...

adalah representasi dari karya terbaik dari seorang fotografer, yang biasanya berisi foto-foto yang paling disukai dan menggambarkan jenis karya fotografi dari fotografer tersebut. Biasanya portfolio tidak perlu berisi banyak foto, apalagi tercampur dengan foto-foto yang kualitasnya biasa-biasa saja, nanti mengakibatkan calon klien, calon bos, atau sekolah yang dilamar akan menganggap karyanya tidak konsisten. Biasanya, portfolio yang baik cukup berisi kurang lebih 10 hingga 30 foto.

Foto-foto yang ditampilkan juga sebaiknya merupakan jenis foto yang menjadi konsentrasi fotografer, misalnya fotografer mendalami tentang foto model atau portrait, maka portfolio seharusnya adalah foto portrait/model, bukan foto landscape atau foto lainnya. Apabila memang memiliki minat lebih dari satu jenis fotografi dan sangat mahir di keduanya, misalnya foto wedding dan foto produk, maka lebih baik disajikan dua kategori portofolio, tidak dicampur aduk.

Portofolio Cetak

Banyak fotografer menampilkan portfolionya lewat website dan media sosial dengan berupa galeri foto atau slideshow, portfolio foto yang tercetak tetap dibuat untuk keperluan khusus.  Karena cetakan fisik sering mewakili banyak hal tetang kualitas foto yang mempunyai tekstur dan ketajaman foto yang nyata. Kualitas cetak dan kemasan portofolio seharusnya juga dicetak dengan kualitas kertas yang baik, cetaklah di lab foto berkualitas profesional yang bisa dipercaya. Kemudian kemasan foto/abum yang kreatif dan sesuai dengan ide fotografer. Dengan sajian yang baik artinya fotografer menghargai karya sendiri, sehingga diharapkan orang lain juga menghargai karyanya.

Kemasan portofolio fotografer merupakan parameter penting tentang berapa tingkat kreatifitas dan tingkat perhatian fotografer terhadap pentingya detail dari karya foto. Untuk membuat kemasan foto/album foto memang butuh keahlian khusus tentang desain grafis, tapi bisa saja menggunakan jasa desainer grafis untuk membantu layout agar tampilan bisa lebih artistik.

Contoh Portofolio Cetak (www.design.tutsplus.com)

Portofolio fotografi merupakan hal penting sebagai media untuk memamerkan hasil karya, portofolio fotografi pastinya harus terlihat profesional dan menarik. Hasil karya fotografi yang rapi terorganisir di dalam sebuah portofolio pastinya akan lebih menggugah dan menarik perhatian dibanding foto yang hanya diletakan di folder komputer. Supaya karya foto dapat tampil dengan lebih baik, ada beberapa hal yang diperhatikan untuk membuat portofolio fotografi:

1. Audiens dan Client

Pertimbangkan target pasar atau audiens yang ingin disasar, tujuan untuk menentukan komponen dan konten apa saja yang harus kamu cantumkan di dalam portofolio tersebut. Tujuan portofolio itu apakah untuk keperluan komersial, untuk syarat melanjutkan studi, atau bagian dari proses melamar kerja. Masing-masing tentunya akan membutuhkan portofolio yang berbeda pula. Itu semua perlu riset terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan dan kondisi pasar, atau kepentingan khusus yang dibutuhkan oleh pihak yang dituju.

2. Tampilkan Foto Terbaik

Memilih foto mana yang akan ditampilkan merupakan bagian penting dan menjadi tantangan tersendiri. Pilihlah karya yang dapat menggambarkan ciri khasmu sebagai seorang profesional fotografer, pertimbangkan dari teknik yang digunakan, efek khusus, dan komposisi foto yang unik, dan hindari foto-foto yang mirip atau konten yang sama. Hindari juga moment-moment emosional yang bersifat personal, karena portofolio dibuat untuk keperluan umum, jadi pilih yang sekiranya yang benar-benar pantas dan paling menarik untuk disajikan.

3. Spesifik

Portofolio yang terdiri dari banyak genre foto atau konten foto bertema berbeda-beda justru dapat membuat para calon klien menjadi meragukan spesialisasi fotografernya. Sehingga pilihlah satu atau beberapa bidang yang disukai untuk dijadikan fokus utama sebagai ciri khas bisnis fotonya. Misalnya jika fotografer khusus di bidang fashion, maka sajikan semua proyek yang pernah dikerjakan pada bidang ini sehingga bisa membangun reputasi sebagai seorang fashion photographer. Jika fotografer mempunyai keahlian di beberapa genre foto sekaligus, sebaiknya membuat portofolio secara terpisah antara satu kategori dengan kategori lainnya sehingga portofolio akan terlihat lebih terorganisir. 

5. Review

Review sangat penting untuk validitas portofolio, dengan review dari costumer atau orang yang pernah menggunakan foto/jasa foto akan menunjukkan profesionalitas. Karya fotografi yang tampil di portofolio pastinya akan terlihat lebih berbobot jika ada review dari orang lain, lebih-lebih review dari seseorang yang terkenal atau berpengaruh di masyarakat. Review karya adalah bentuk apresiasi yang nyata terhadap karya dan profesionalitas fotografer.

Contoh situs Portofolio yang bisa digunakan (www.idntimes.com)

Portofolio Digital

Portofolio di era modern ini, hampir semua orang sudah memiliki akses internet untuk masuk ke dunia digital dengan sangat mudah. Media digital merupakan pilihan terbaik yang dapat digunakan untuk menjadi tempat display karya-karya fotografi. Dengan hanya berbekal komputer atau HP, kamu sudah bisa langsung menunjukan mahakaryamu ke seluruh dunia.

Ada banyak pilihan media digital sebagai tempat pajangan portofolio fotografi, yaitu melalui website pribadi, website umum, dan media sosial. Membuat sebuah website pribadi sebagai media portofolio foto menjadi pilihan yang bisa dipertimbangkan, saat ini setiap orang bisa membuat website secara gratis menggunakan berbagai platform penyedia layanan hosting seperti Wix atau WordPress. Untuk media sosial, ada banyak pilihan; dari Instagram, Facebook, bahkan WhatsApp juga bisa sebagai alat pamer karya sekaligus untuk membangun brand dan menarik perhatian orang untuk mengintip karya terkini.

Untuk website umum yang dimaksud adalah situs-situs yang menyediakan foto online untuk dijual, pengguna/client bisa mengunduh foto untuk kepentingan mereka, dan fotografer akan mendapat semacam royalti untuk setiap foto yang diunduh. Portofolio model ini sangat efektif karena selain memajang karya sekaligus karya tersebut dijual dengan aturan-aturan yang berlaku di setiap website. Situs-situs yang terkenal untuk menjual foto ada: ShutterStock, Dreamstime.com, Adobe Stock (Sebelumnya bernama Fotolia),Freedigitalphotos.net, Alamy, iStockphoto, Big Stock Photo, dan sebagainya.

Contoh situs Portofolio Fotografi (www.themeforest.net)

Website Portofolio

Saat ini ada berbagai macam sumber penghasilan yang bisa dimanfaatkan melalui dunia digital dengan teknologi seperti internet. Salah satu cara pemasaran yang bisa membantu mendapatkan penghasilan tambahan adalah dengan memiliki website portofolio. Dengan membuat website portofolio fotografi yang bisa menjadi sebuah pekerjaan yang menghasilkan. Jika tidak punya kemampuan IT, fotografer bisa bekerjasama dengan profesional IT agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.Berikut adalah bagaimana caranya untuk membuat website portofolio fotografi yang efektif:

1. Beli hosting dan klaim nama domain

Untuk mulai membuat sebuah website portofolio hal terpenting adalah hosting dan nama domain untuk kebutuhan branding bisnis. Membeli hosting akan bisa memanfaatkan tools seperti layanan email profesional, website builder, control panel, dan lain-lain. Pengelolaan database pun akan menjadi lebih mudah dengan penggunaan hosting untuk website. Nama domain merupakan aspek yang cukup penting karena nama domain sebagai nama website portofolio. Pastikan nama domain yang dipilih bisa dengan mudah dicari oleh para klien.

2. Platform website

Ada banyak opsi platform website yang bisa digunakan untuk kebutuhan website portofolio, misalnya adalah WordPress. WordPress memiliki banyak kelebihan yang menjadi unggulannya. Beberapa di antaranya adalah installasi manual yang mudah, komunitas yang besar, dan kepraktisan penggunaan untuk para user pemula. Untuk melakukan installasi WordPress secara manual, hanya memerlukan waktu kurang lebih 5 menit. User pemula pun tidak perlu memiliki skill coding yang tinggi untuk bisa mengelola websitenya dengan menggunakan WordPress, karena pengelolaan konten bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus menggunakan coding.

3. Fitur About Me dan Contact Us

Komponen yang tidak kalah penting untuk bisnis adalah fitur About Me dan Contact Us. Fitur-fitur ini yang nantinya akan membantu Anda terkoneksi lebih jauh dengan para klien. Komponen seperti About Me, misalnya, menyuguhkan biografi singkat seputar diri fotografer secara personal maupun profesional. Agar deskripsi mengenai bisnis dan diri lebih menarik, perlu mengusahakan konten yang mudah dipahami dan berkesan untuk siapa saja yang membacanya. Sedangkan Fitur Contact Us adalah untuk memudahkan komunikasi dengan klien, fitur ini mampu membangun koneksi yang lebih baik lagi dengan para klien, sehingga usaha foto atau jasa fotografi yang dijalankan akan semakin lancar.

4. Memposting konten secara rutin

Setelah mempersiapkan website portofolio, jangan lupa untuk membuat postingan konten pada website secara rutin. Postingan tersebut diperlukan untuk menguatkan ranking website di mesin pencarian seperti Google, maksudnya jika orang mencari sesuatu dengan kata kunci tertentu website anda akan diprioritaskan muncul karena websitenya dianggap aktif. Kemudian agar calon klien bisa menemukan postingan-postingan website melalui mesin pencarian yang perlu dilakukan adalah mencari keyword yang tepat, settinglah kata kunci yang sekiranya banyak dicari oleh calon klien.

(Dari berbagai sumber) Salam Kreatif

Selengkapnya terdapat pada majalah cetak & digital INDONESIA PRINT MEDIA edisi 100 Mei-Juni 2021

Info WA 0811808282

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!