Home Kilas Berita Wakeni Sosialisasikan Drupa 2012 di Indonesia
22
Jan
2012
Wakeni Sosialisasikan Drupa 2012 di Indonesia

Drupa, pameran terbesar di dunia untuk industri percetakan, akan kembali digelar untuk yang ke-14 kalinya di Dusseldorf Jerman pada tanggal 3-16 Mei 2012. Pameran empat tahunan ini akan menghadirkan mesin-mesin dan teknologi percetakan mutakhir untuk media cetak koran, majalah hingga jenis produk lainnya. Menjelang pameran, Messe Dusseldorf, selaku penyelenggara pameran Drupa, melakukan roadshow ke 40 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Khusus untuk Indonesia, Messe Dusseldorf bekerja sama dengan PT WAKENI (Wahana Kemalaniaga Makmur), mengadakan presentasi pada pertengahan November bulan lalu di Jakarta. Acara ini dihadiri sekitar 70 orang peserta yang datang dari para pelaku industri penerbitan dan percetakan dari Pulau Jawa.

“Drupa adalah  event penting yang  tidak boleh  dilewatkan oleh para pelaku industri percetakan dunia. Jika dianalogikan dengan dunia olah raga, Drupa sama halnya dengan olimpiade di industri percetakan, di mana para pemain di industri percetakan dunia hadir memamerkan produk dan teknologi terbaru mereka. Penting bagi pelaku industri percetakan Indonesia untuk menghadiri event ini agar terus ter-update dengan perkembangan industri percetakan dunia  terkini.” Demikian diungkapkan   Werner M. Dornscheidt, President & CEO of Messe Dusseldorf Gmbh. “Beberapa isu menarik di industri percetakan seperti green printing, functional printing, hibryd, multi channel dan inkjet akan coba dihadirkan dan dijawab di pameran Drupa 2012,” tambahnya.

Produk-produk yang akan dipamerkan antara lain : produk prepress dan premedia baik software maupun hardware, mesin dan peralatan percetakan, postpress dan paper converting, kertas dan substrat, tinta, suku cadang dan infrastruktur serta jasa dan perangkat-perangkat lunak terkait industri percetakan.

Besarnya skala pameran Drupa diperlihatkan oleh data jumlah  peserta, pengunjung dan kualitas pengunjung. Dari data yang ada,  penyelenggaraan pameran ini pada tahun 2008 diikuti oleh 1.953 perusahaan dari 53 negara, dan dikunjungi oleh lebih dari 390.000 orang. Dari total pengunjung tersebut, 59% berasal dari luar Jerman. Kualitas pengunjungnya pun terbilang tinggi karena 78% dari pengunjung merupakan pengambil keputusan di perusahaan masing-masing.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Messe Dusseldorf mengharapkan terjadi  peningkatan kualitas dan kuantitas peserta maupun pengunjung dari pameran sebelumnya. Optimisme  terjadinya peningkatan ini sejalan dengan optimisme peningkatan di industri percetakan itu sendiri. Berbagai kalangan memprediksi industri percetakan dunia akan tetap tumbuh meskipun tidak besar.

Isu krisis ekonomi dan isu digitalisasi  pada beberapa tahun belakangan ini merupakan kendala industri percetakan yang berhasil dilalui dengan baik. Di Jerman, para produsen mesin percetakan merespons perubahan pasar dengan mengembangkan produk baru dan karenanya mereka berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin di pasar dunia. Bahkan saat terjadi  krisis moneter  tahun 2009, produsen mesin offset Jerman masih mampu menguasai 57% pasar global. “Industri percetakan ke depannya akan dipengaruhi oleh..

Selengkapnya baca di majalah Indonesia Print Media edisi 44 Januari - Februari 2012.

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!