Home Pameran MENEROPONG PERKEMBANGAN DESAIN TAIWAN MELALUI INTERNATIONAL DESIGN EXPO (TDE) DAN IDA CONGRESS
17
Jan
2012
MENEROPONG PERKEMBANGAN DESAIN TAIWAN MELALUI INTERNATIONAL DESIGN EXPO (TDE) DAN IDA CONGRESS

Oleh : Indah Tjahjawulan

Tahun 2011 sudah dicanangkan oleh pemerintah Taiwan sebagai “Tahun Desain”. Sejumlah kegiatan sudah  dirancang  untuk diselenggarakan di seluruh kawasan Taiwan.  Selama ini kita mengenal Taiwan melalui produk-produk industrinya, yang antara tahun 1960-1970-an turut meramaikan  pasar Indonesia dengan  produk-produk Model lampu dari bahan kertas karya desain produk dari desianer Taiwanberlabel “made in Taiwan”. Bahkan sampai saat ini pun  produk-produk elektronik  “made in Taiwan” tetap eksis dan mampu  bersaing dengan produk-produk sejenis  berlabel “made in China” dan “made in Japan”.  Produk-produk  “made in Taiwan” dikenal dengan harganya yang bersaing dan kualitas yang cukup baik. Jika kita berbicara tentang produk, maka  faktor desain tidak dapat dikesampingkan,  karena desain merupakan faktor yang  paling menentukan dari suatu produk. Dengan kata lain, desain merupakan komoditi. Pemerintah Taiwan sangat sadar akan hal ini dan sangat mendukung melalui program-program yang dirancang dengan sangat baik. Salah satunya adalah dengan penyelenggaraan pameran  yang mengusung konsep desain. Pada tahun 2008 digelar pameran internasional industri budaya dan kreatif Taiwan di Taipei World Trade Center. Pameran ini menampilkan hasil karya  terbaik dari  bidang seni, kreativitas, dan budaya Taiwan yang telah menjadi komoditi. Jika Indonesia dan negara Barat menggunakan istilah Ekonomi Kreatif, maka Taiwan lebih menjurus lagi ke ranah seni dengan menggunakan istilah Ekonomi Estetis, untuk merujuk pada kegiatan-kegiatan di bidang industri kreatif.

Kursi Knock DownSaat ini Taiwan mulai meninggalkan apa yang disebut sebagai OEM (Original Equipment Manufacturer) dan menuju OBM (Original Brand Manufacturer), serta mencoba mendefinisikan kembali konsep “Made in Taiwan”. Pemerintah Taiwan memposisikan  desain sebagai salah satu simbol kekuatan/kebangkitan Taiwan. Upaya pemerintah dan bangsa Taiwan ini berbuah manis. Dalam ajang iF Product Design Awards, suatu acara penghargaan internasional bagi desain produk terbaik, tujuh produk Taiwan masuk nominasi 50 teratas desain terbaik, jumlah nominator yang hanya kalah banyak  dari Jerman dan Jepang. Sementara di antara seratus perusahaan teratas dengan desain produk terbaik, menurut iF, 12 posisi ditempati oleh perusahaan Taiwan termasuk  Asus, Qisda, dan Mitac.

Taiwan International Design Expo (TDE) yang berlangsung pada  23 – 28 Oktober 2011 dan IDA Congress pada 24–26 Oktober 2011, di Taipei International Convention Center (TICC) merupakan klimaks dari “Tahun Desain” yang dicanangkan pemerintah Taiwan. Peristiwa ini mempertemukan orang-orang dari kalangan  dunia bisnis, perusahaan desain, sekolah desain, dan organisasi desain promosi di bawah satu atap, yang menginterpretasikan tema Design at the Edges di dalam konteks “design beneficence” (nilai-nilai positif dalam desain).  Beras dan kacang-kacanganDengan demikian,  masyarakat umum dapat merasakan detak dan kekuatan industri desain dari seluruh dunia serta  mengagumi gaya, kecerdasan, dan keterampilan desainer Taiwan.  Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan ajang pertemuan internasional bagi para desainer produk, desainer grafis dan desainer interior di seluruh dunia yang disajikan di area seluas 12.000 meter persegi.  

 

Design at the Edges

Pengertian Edges atau batas di sini adalah batas antara praktik desain dan bidang lain yang berhubungan dengan bidang desain, termasuk sains, teknologi, pemerintahan, bisnis dan organisasi humanitarian non pemerintah. Edges juga berarti batas antara disiplin-disiplin ilmu  di dalam desain itu sendiri yaitu industrial, komunikasi, dan arsitektur (interior dan eksterior) – hal apa saja yang membuatnya menjadi sama dan yang membedakannya.  Edges di sini juga dimaknai sebagai desain dan karya-karya lain yang bersifat “cutting edge”: radikal, baru, kontroversial, eksperimental, dan menerobos batas-batas disiplin bidang keilmuan.

IDA Congress

Kongres ini  adalah kongres yang dilaksanakan oleh tiga asosiasi desain dunia, yaitu ICSID (asosiasi desain produk), IFI (asosiasi desain interior), ICOGRADA (asosiasi desain grafis), dengan maksud untuk menyatukan perbedaan dari berbagai disiplin ilmu desain tersebut yang selama ini seakan terkotak-kotak. Kongres ini  juga ditujukan untuk menyatukan visi dan perspektif untuk desain yang inovatif melalui eksplorasi tema ‘Design at the Edges, dan untuk melakukan  dialog yang akan mengubah cara pandang terhadap desain dan juga dunia. Selain itu, kongres ini  juga bertujuan  untuk melihat bagaimana kekuatan desain dapat mengubah Taiwan dan mempengaruhi perkembangan desain internasional.

Dalam kongres ini juga diadakan  rangkaian seminar dan presentasi yang dilakukan oleh kalangan praktisi desain maupun akademisi. Dari presentasi yang dilakukan oleh praktisi, kita bisa melihat konsep kreatif dan cara mereka berkarya serta bagaimana mereka memecahkan persoalan-persoalan yang bersinggungan dengan lingkungan dan kehidupan perkotaan. Sedangkan kalangan akademisi mempresentasikan proses penelitian mereka, mulai dari penelitian yang memperlihatkan sebuah proses kraeatif individual, hingga penelitian dan penciptaan karya yang mempunyai dampak yang luas dan mendunia...

Selengkapnya baca di majalah Indonesia Print Media edisi 44 Januari - Februari 2012.

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!