Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini78
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini78
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31834
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327850
Kami Memiliki: 40 guests online

Home Pendapat
Pendapat
BAHAN KEMASAN YANG BAIK DAN AMAN
Monday, 28 January 2013 10:46

Oleh :
Alfred Satyahadi
Corporate Development BPPI,
WaKaBid Eksternal KOPI dan Redaksi Indonesia Print Media

Ada sebuah pertanyaan :”Apakah ada Industri yang tidak memerlukan dan membutuhkan KEMASAN..?”.

Hampir semua Sektor Industri memerlukan dan membutuhkan Kemasan. Industri Makanan & Minuman, Industri Obat-obatan, Industri Produk-produk kecantikan Wajah dan Perawatan Tubuh, Industri Pengalengan Ikan dan Buah, bahkan Industri Sparepart dan Mesin Mobil dan Motor, Rokok, Garmen, Textile, Souvenir, Bubuk Deterjen, Sabun, Shampoo, dll adalah beberapa contoh Sektor Industri yang membutuhkan dan memerlukan Kemasan terutama dalam skala volume yang besar.

Mungkin hanya “Industri Hiburan dan Industri Motivasi” yang tidak membutuhkan Kemasan walaupun Industri tersebut selalu menggunakan kata-kata “dikemas/dipackage”  semua program-program mereka supaya lebih menarik.

 
5 AKAL SEHAT YANG TIDAK SEHAT
Friday, 25 January 2013 07:00

Akal sehat  (common sense) adalah kumpulan  prasangka  yang diperoleh  pada usia 18 tahun. Bisa juga merupakan hasil kombinasi cerapan  dan kekeliruan  logika yang tertanam di pikiran  manusia dari generasi ke generasi. Beberapa pikiran tidak sehat –beberapa di antaranya kemungkinan anda punya -  bisa jadi merupakan penyebab segala yang salah di kehidupan kita sekarang. (Albert Einstein)

The Historian’s Fallacy

Ada bagian di otak kita yang menolak memposisikan diri kita sendiri dalam situasi orang lain. Kita adalah penonton yang berteriak-teriak  kesal bahkan mengejek  saat  Lionel Messi gagal menuntaskan tendangan penalti. Seolah-olah kita yakin jika diposisikan dalam situasi yang sama, kita  akan mengambil tindakan yang benar.

Begitu momen kesalahan orang lain muncul, kita mengatakan pada diri sendiri bagaimana bodohnya orang lain. Masalah sesungguhnya  adalah ketika  reaksi anda geleng-geleng kepala,tertawa, dan menyebut  orang lain tidak punya otak. Kita tidak belajar dari kesalahan  apa yang terjadi.

 
PENGELOLAAN LIMBAH KEMASAN PANGAN - sebuah solusi alternatif
Friday, 07 December 2012 07:44

Oleh : ALFRED SATYAHADI

Corporate Development BPPI / IPDB dan
Wakil Ketua Bidang Eksternal KOPI
(Komunitas Printing Indonesia)

 

 

Pertumbuhan penjualan pangan dalam kemasan tentu saja merupakan informasi yang sangat menggembirakan bagi dunia industri dan perdagangan pangan di Indonesia. Namun ada fakta lain dari pertumbuhan penjualan ini yang juga layak, bahkan harus mendapatkan perhatian penuh, yaitu meningkatnya volume limbah pengemas pangan (food packaging waste). Apalagi yang berupa plastik dan laminasi. Limbah-limbah ini diantaranya berbentuk tas, kantong, film, sachet, pouch dan botol.

 
DIBALIK MARAKNYA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI GRAFIKA
Friday, 21 September 2012 09:09

Pameran grafika ataupun promosi yang dilakukan oleh insan grafika didalam maupun diluar negeri menandakan semakin maraknya perkembangan teknologi grafika dimuka bumi ini.  Industri grafika didalam suatu negara merupakan bagian cukup penting  didalam industri kreatif sekaligus menjadi industri yang sangat strategis. Kemajuan suatu bangsa, dapat diindikasikan pula oleh adanya kemajuan industri grafika dengan ditandai semakin banyak dan beragamnya barang cetakan yang diproduksi dan dengan kualitas yang  tinggi. Semakin banyak dan beragamnya masyarakat mengkonsumsi informasi melalui barang cetakan, juga merupakan indikasi dan tolok ukur kemajuan intelektualitas masyarakat, meningkatnya sosial ekonominya, yang akhirnya tuntutan akan kuantitas dan kualitas barang cetakan juga meningkat.

 
BSE CETAK, Buku Sekolah Murah Dambaan Orangtua
Saturday, 11 August 2012 11:04

Upaya penyediaan buku sekolah, baik buku ajar maupun buku teks pelajaran yang bermutu dengan harga terjangkau bagi seluruh pelajar di tanah air yang diperkirakan mencapai angka 40 juta orang  merupakan usaha yang memerlukan energi  besar dan rumit. Terlebih lagi, penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 241 juta tersebut tersebar secara tidak merata di sekitar 6000 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Hal ini membuat upaya distribusi buku pelajaran  menemui banyak kendala.

 
GELAS, JENIS KEMASAN YANG MUDAH PECAH TAPI AMAN
Wednesday, 08 August 2012 17:23

Oleh : ALFRED SATYAHADI
Corporate Development BPPI/IPDB
(Badan Pengembangan Pengemasan Indonesia) or
(Indonesian Packaging Development Board)
Dan Wakil Ketua Bidang Eksternal KOPI
(Komunitas Printing Indonesia)


 

 

Sejarah Kemasan Gelas
Gelas merupakan salah satu bahan kemasan tertua dan terpopuler sejak jaman dahulu sampai dengan saat ini. Penggunaan bahan ini telah dimulai sejak 3000 SM oleh bangsa Mesir kuno. Penemuan  gelas sebagai bahan kemasan  terjadi  secara tidak sengaja dan tidak melalui proses penelitian di laboratorium yang memerlukan waktu lama. Pada abad permulaan, para pelaut dari Venesia menggunakan balok–balok soda untuk membuat tungku perapian di atas pasir di tepi pantai. Saat itulah  diketahui bahwa komposisi  soda dan pasir dapat melebur dan membentuk gelas. Secara fisik, gelas merupakan  suatu bentuk  cairan dengan tingkat viskositas tinggi yang kemudian  mengalami pendinginan. Secara kimia, gelas merupakan  suatu campuran oksida anorganik dari berbagai jenis komposisi bahan, dengan komposisi terbesar soda – kapur – silica.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 3 of 4

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!