Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini57
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini57
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31813
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327829
Kami Memiliki: 20 guests online

Home Pendapat PENTINGNYA PENGGUNAAN KEMASAN DI ERA GLOBALISASI
02
Apr
2013
PENTINGNYA PENGGUNAAN KEMASAN DI ERA GLOBALISASI

 

Oleh :
Alfred Satyahadi
Corporate Development BPPI,
WaKaBid Eksternal KOPI dan Redaksi Indonesia Print Media

 

 

Pengemasan memegang peranan yang besar dan penting dalam kehidupan sehari – hari manusia. Karena manusia hampir selalu menggunakan produk – produk yang dikemas, seperti makanan & minuman, kosmetik, obat-obatan ataupun produk – produk kebutuhan rumah tangga lainnya, maka pasti kita akan selalu “bertemu” kemasan. Oleh karena peranan yang penting itulah, maka kemasan harus dibuat dengan memenuhi standar yang tinggi dan memenuhi syarat – syarat yang sudah ditetapkan baik oleh BPOM ataupun oleh lembaga – lembaga Internasional, seperti ISO (GMP, HACCP), CE, dll. Sehingga, produk – produk yang dikemas tersebut bisa dikonsumsi dengan baik, sehat dan aman

Secara global ada 4 (empat) sektor indusri pengguna kemasan. Sektor industri makanan & minuman adalah sektor industri terbesar pengguna kemasan. Sektor ini menguasai sekitar 51% penggunaan kemasan, diikuti  sektor industri rumah tangga 25%, sektor industri lain 15%, dan yang terakhir sektor industri farmasi dan kecantikan 9%.

Sedangkan dari segi jenis kemasan yang digunakan, sebagian besar didominasi oleh penggunaan kaleng, gelas, keramik, logam dan aluminium sebesar 30%, kemudian diikuti oleh kotak karton gelombang 20%, plastik rigid/semi rigid 14%, flexible pack/laminating 15%, kotak karton lipat 12% dan yang terakhir adalah kertas/label sebesar 9%.

Adapun  kebutuhan akan penggunaan kemasan di dunia didominasi oleh Benua Asia 32%, Eropa 30%, Amerika 29%, Australia 5%, dan Afrika 4%. Dari data ini dapat ditarik kesimpulan betapa besarnya kebutuhan dunia akan penggunaan kemasan.

Peran dan Fungsi Kemasan

Definisi Produk Pack Concept: “Kemasan adalah satu kesatuan dalam satu produk dan bukan sampah”. GOODS = PRODUCT + PACKAGING. Di mana pengembangan produk dan kemasan harus dilakukan bersama-sama.

Sedangkan Definisi Pengemasan menurut WTO (World Trade Organization) : Pengemasan adalah suatu sistem terpadu untuk mengawetkan, melindungi, menyiapkan produk, hingga siap untuk ditransportasi dan didistribusikan ke konsumen dengan cara yang efektif, efisien, murah dan mudah.

Ada beberapa Fungsi Kemasan yang harus diketahui baik oleh pembuat maupun pengguna kemasan :

1.      Kemasan sebagai PELINDUNG.

Kemasan harus dapat melindungi produk, baik  dari pengaruh luar maupun dari dalam, seperti sinar ultra violet, kelembaban, pengaruh O2 serta harus dapat melindungi dari pengaruh Handling yang tidak benar. Penggunaan bahan baku yang berkualitas dan Handling yang benar merupakan upaya melindungi produk mulai dari saat dikemas, dikonsumsi, hingga tanggal kadaluarsa atau saat digunakan oleh konsumen.

2.      Kemasan sebagai DAYA TARIK/AKTRAKTIF.

Diperlukan keahlian dalam memadukan peran desain, proses cetak dan finishing serta proses pembuatan di mesin pengemasan. Bentuk, ukuran, warna serta jelas dan lengkapnya informasi yang dicetakkan harus dapat menimbulkan suatu daya tarik yang luar biasa kuat. Penampilan gambar atau ilustrasi ini sangat mempengaruhi 75% keputusan konsumen  untuk membeli suatu produk.  Jadi, kemasan sangat menentukan ketertarikan konsumen terhadap suatu produk. Jika kemasannya bagus dan menarik, konsumen akan mengamati lebih detail produk yang ditawarkan tersebut. Selanjutnya,  penentuan keputusan pemilihan produk yang akan dibeli hanya berlangsung  3 (tiga) detik sebelum konsumen  meninggalkan tempat tersebut. Bentuk kemasan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan harus selalu merupakan produk kreatif dan inovatif serta  mengikuti tren yang sedang berkembang, sehingga dapat tampil beda atau selangkah lebih maju dari kemasan – kemasan sejenis yang ada.

3.      Kemasan sebagai PROMOSI TERSELUBUNG.

Secara tidak langsung, perwajahan total suatu kemasan harus dapat “Menjual dirinya”, mampu berkomunikasi dengan baik dan menjadi iklan gratis atau promosi terselubung bila didisplay di etalase atau pada saat pendistribusiannya.

4.      Kemasan sebagai ALAT PENANDAAN.

Cetakan yang tertera di kemasan, harus tertulis, terbaca dan terlihat dengan jelas jenis produk, nama produsen atau pengimpor dan pengedar di Indonesia, isi/berat, ukuran, cara penggunaanya dan tanda – tanda lainnya yang diperlukan, seperti: Nutrition Fact, No Pendaftaran (PIRT/MD/ML), Label Halal, Barcode, Expire Date, dll.

5.      Kemasan sebagai ALAT PEMINDAHAN.

Kemasan merupakan wadah bagi produk dan sekaligus dapat berfungsi sebagai alat yang memudahkan produk tersebut untuk dibawa   dalam proses pemindahan produk dari produsen sampai ke konsumen atau dari suatu tempat ke tempat lain dalam jumlah berat atau jumlah isi tertentu.

6.      Kemasan sebagai BRAND IMAGE.

Brand image membuat konsumen atau siapapun  yang melihat sepintas suatu kemasan, dapat segera mengetahui produk yang dikemasnya. Hal ini dikarenakan adanya suatu ciri unik yang mudah dikenali atau ciri khusus yang  sudah melekat di kemasan produk tersebut  sejak lama. Ciri khusus/unik tersebut juga sangat memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Sebagai contoh  dengan melihat bentuk kemasan botolnya saja, siapapun  dapat dengan segera  mengetahui bahwa isinya adalah Teh Botol. Branding sangat mempengaruhi konsumen untuk memilih suatu produk secara emosional sebelum dipikir secara rasional karena otak sebelah kiri yang mengontrol emosi lebih cepat bereaksi. Aspek penggunaan warna juga sangat berperan dalam membentuk Brand Image suatu produk. Produk yang ditujukan ke segmen wanita, selalu menggunakan warna-warna muda, putih dan warna-warna segar lainnya. Sedangkan warna-warna kuat digunakan untuk produk-produk yang ditujukan  untuk pria.

7. Kemasan Harus...

8. Kemasan Baiknya...

Selengkapnya di Majalah Grafika  Indonesia Print Media Edisi 51 ( Maret - April  2013)

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!