Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini68
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini68
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31824
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327840
Kami Memiliki: 30 guests online

Home Pendapat PENTINGNYA PENGGUNAAN LABEL PADA KEMASAN
19
Jun
2013
PENTINGNYA PENGGUNAAN LABEL PADA KEMASAN

Oleh :
Alfred Satyahadi
Corporate Development BPPI,
WaKaBid Eksternal KOPI dan Redaksi Indonesia Print Media

Label… Kata ini sangat familiar sekali. Terutama di kalangan Industri yang menggunakan kemasan. Namun apa sebenarnya Label itu dan betapa pentingnya penggunaan label di suatu kemasan produk akan dibahas di bawah ini.

Sejarah Label

Berdasarkan beberapa literature, Label pertama kali digunakan sekitar 3000 tahun yang lalu di Negara China dan Mesir. Pada saat itu label hanyalah berupa selembar kertas papyrus yang ditempelkan pada Guci yang berkualitas bagus sebagai pembeda dengan yang lain. Pada awal abad ke-16, label yang dicetak mulai dipergunakan untuk pengiriman kain. Sedangkan label untuk Pharmacy (Obat-obatan) mulai dipergunakan pada tahun 1700-an. Pada waktu yang bersamaan di Italia, label juga sudah  dipergunakan untuk botol – botol minuman (Wine). Dan pada akhir 1800-an, label secara perlahan mulai dipergunakan sebagai salah satu alat untuk meningkatkan penjualan suatu produk. Sektor Kemasan secara umum baru menggunakan label pada produknya untuk memberikan nilai tambah sekitar awal tahun 1950-an.

Definisi Label

Label adalah tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya yang disertakan pada wadah atau kemasan suatu produk dengan cara dimasukkan ke dalam, ditempelkan atau dicetak dan merupakan bagian dari kemasan tersebut untuk memberikan informasi menyeluruh dan secara utuh dari isi wadah/kemasan produk tersebut. Pelabelan pada kemasan produk harus dipersyaratkan sedemikian rupa, sehingga tidak mudah lepas dari kemasannya, tidak mudah luntur atau rusak serta terletak pada bagian kemasan yang mudah untuk dilihat dan dibaca dengan jelas.

Label adalah identitas suatu produk. Tanpa label kita tidak dapat membedakan antara produk satu dengan yang lainnya. Label adalah bagian yang sangat penting dari suatu produk agar konsumen dapat memperoleh produk sesuai yang diharapkan dan sehat serta aman dikonsumsi. Beberapa Industri besar yang membutuhkan label untuk produk–produk mereka adalah : Industri Makanan & Minuman, Permen dan Cokelat, Pharmacy, Perawatan diri, Kosmetik/kecantikan, Mainan, Elektronik, Mobil dan Motor (Oli), Bahan kimia (Chemical), Rumah Tangga dan Retail.

Khusus untuk Industri Makanan & Minuman, Karena penggunaan label terbesar ada di sektor ini, label tersebut harus sesuai dengan ketentuan UU/No.23/1992 Tentang Produksi dan Peredaran Makanan. Makanan harus memenuhi standar persyaratan kesehatan dan label; dan periklanan tidak boleh memberikan informasi menyesatkan dari produk tersebut. Peraturan tersebut juga berpedoman kepada CAC (Codex Alimentarius Commission) dan FLG (Food Labelling Guide) yang memuat ketentuan mengenai persyaratan Mutu, label dan periklanan. Label harus memberikan informasi yang jelas, detail dan mudah dimengerti oleh masyarakat umumnya atau konsumen khususnya.

Pedoman Umum Label

Pedoman umum Label mencakup hal–hal sebagai berikut :

1.   Ketentuan Umum :

a.   Harap digunakan huruf Arab atau Latin dalam tulisan label.

b.   Semua persyaratan atau peringatan yang memuat ketentuan yang ditetapkan wajib menggunakan huruf Latin.

c.   Seluruh peringatan atau keterangan harus ditulis dengan lengkap dan mudah dibaca.

d.   Pada label tidak boleh dicantumkan gambar atau apapun yang dapat mengakibatkan salah penafsiran pada produk itu sendiri.

e.   Pada label dilarang mencantumkan referensi atau apapun yang bertujuan untuk dapat meningkatkan penjualan.

 

2.   Pada Label, informasi yang HARUS DAN WAJIB dicantumkan adalah sebagai berikut :

a.   Nama Produk. Di dalam Label selain nama produk, boleh dicantumkan nama dagang bila ada. Nama produk tersebut harus menggunakan bahasa Indonesia bila diperdagangkan di Indonesia. Bahasa asing dapat digunakan sepanjang tidak bertentangan dengan keterangan dalam Bahasa Indonesia. Penggunaaan Bahasa, angka, dan huruf selain bahasa Indonesia, angka Arab dan huruf Latin diperbolehkan sepanjang tidak ada padanannya, atau dalam rangka perdagangan keluar negeri. Pemberian nama produk tersebut harus memiliki deskripsi yang jelas dan cocok terhadap produknya itu sendiri dan tidak menyesatkan. Penggunaan nama harus yang mudah dimengerti oleh konsumen dan menunjukkan sifat produk tersebut. Kemudian mengacu kepada Surat Keputusan BP POM RI No. HK.00.05.52.4321 Yang bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran pelabelan produk pangan dan memudahkan pemahaman pelabelan pangan, mensyaratkan : Nama dagang tidak boleh menggunakan nama generik dan kata-kata : Alami, Natural, Murni dan Suci.

b.   Komposisi atau Daftar Ingridien. Harus dicantumkan daftar lengkap Ingridien jumlah bahan utama penyusunan makanan dan termasuk bahan tambahan yang digunakan dengan urutan mulai dari bagian yang terbanyak. Prosentase berat bahan utama produk tertentu juga harus dicantumkan. Untuk bahan tambahan makanan, Seperti pewarna, dapat dicantumkan nama golongan disertai Nomor Indeks khusus untuk pewarna tersebut.

c.   Isi Netto/Berat Bersih. Isi netto dalam berat atau volume harus dinyatakan dalam satuan Kg, gr, cc atau Lt. Untuk makanan yang dikemas dalam cairan, yang dicantumkan adalah bobot makanan tersebut.

informasi yang HARUS DAN WAJIB pada Label ...
Selengkapnya di Majalah Grafika  Indonesia Print Media Edisi 52 ( Mei - Juni 2013)

 

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!