Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini55
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini55
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31811
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327827
Kami Memiliki: 18 guests online

Home Pendapat Operator-Ilmu Geometri- Potong Kertas-Efisiensi
21
Jun
2013
Operator-Ilmu Geometri- Potong Kertas-Efisiensi

Entah berapa banyak sisa potongan kertas yang tidak terpakai di ruang percetakan, karena ukurannya dianggap kurang standar untuk digunakan dalam proses pencetakan  barang yang sedang berjalan. Pada akhirnya kertas-kertas ini pun dimanfaatkan  untuk hal-hal yang bernilai tambah rendah. Bahkan,  tidak jarang berujung ke tong sampah. Apalagi  jika perolehan  keuntungan sudah dapat  dipastikan.

Ada sesuatu, boleh jadi dianggap sepele, yang membuat hal seperti ini masih sering terjadi sampai saat ini, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemborosan kertas. Yakni, tidak membuminya pelajaran geometri terkait yang diperoleh ketika duduk di  bangku sekolah. Tepatnya, tentang tidak diterapkannya pengetahuan mengenai  pembagian suatu bidang menjadi sejumlah bidang yang lebih kecil tanpa atau  dengan seminim mungkin  meninggalkan sisa.

Sudah menjadi konsekuensi psikologis, membumi tidaknya komponen geometri akan mempengaruhi navigator otak dan keluwesan tangan yang pada  gilirannya akan  mempengaruhi efisiensi/efektivitas dalam pengolahan bahan baku proses pencetakan, khususnya kertas.

Ada baiknya  kita menerapkan  peribahasa “pikir dahulu pendapatan sesal kemudian tiada berguna”  sebagai dasar dalam teknik pemotongan kertas. Dengan menerapkan pengetahuan di bidang geometri,  mereka tahu persis bahwa pemotongan kertas yang dimulai dari suatu titik dari tepi kertas memiliki konsekuensi pemborosan tersendiri.

Bagaimanapun, teknik pemotongan  kertas akan dihadapkan dengan persoalan pengukuran. Jika hal ini  diabaikan, risiko menghasilkan kertas dengan ukuran di luar standar pun semakin besar.

Beginilah akibatnya jika geometri tidak diapresiasikan sebagai sumber pemecahan masalah atau solusi dalam menyelesaikan  pekerjaan. Bahan yang sebenarnya bisa diarahkan agar  memiliki nilai tambah tinggi, namun karena tidak disertai dengan  penerapan pengetahuan secara maksimal, maka navigator yang terbentuk pada otak pun  tidak mencukupi, sehingga berpengaruh terhadap tingkat keluwesan saat melakukan proses pembagian kertas.

Seyogyanya setiap bidang ilmu, khususnya geometri bidang, dapat dinikmati  sekaligus diaplikasikan setiap terdidik   jika materinya disampaikan dengan mengafiliasikannya  dengan berbagai kegiatan hidup, antara lain  sebagai teknik dasar dalam  pembagian kertas. Jadi, setiap ilmu pengetahuan disampaikan bukan hanya sekedar mekanisme simbol, tetapi harus  bermakna akan manfaatnya.

Di sinilah pentingnya penjelasan arah kemanfaatan dari setiap komponen geometri yang diajarkan, sebagai contoh sederhana yang dapat diaplikasikan  dalam kehidupan sehari-hari. (Nasrullah Idris/Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi)

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!