Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini80
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini80
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31836
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327852
Kami Memiliki: 42 guests online

Home Pendapat INDUSTRI PELABELAN
25
Oct
2013
INDUSTRI PELABELAN

Oleh :
Alfred Satyahadi
Corporate Development BPPI,
WaKaBid Eksternal KOPI dan Redaksi Indonesia Print Media

 

Pengertian Label secara umum

Label adalah data identifikasi dari suatu produk yang tercetak komplit dan jelas sebagai informasi kepada konsumen, khususnya tentang :

1.    spesifikasi produk yang sebenarnya,

2.    peraturan perundangan,

3.    penjelasan lain yang berkaitan dengan produk tersebut.

Label yang didesain dengan baik dan menarik, meliputi : gambar-gambar, warna, pemilihan jenis huruf, dan simbol penandaan lainnya dapat mengundang konsumen atau pembeli untuk membaca dan mengamati sehingga tertarik untuk membeli. Walaupun pada akhirnya ada konsumen yang tidak jadi membeli, minimal mereka sudah membaca dan mengamati karena tertarik dengan label di kemasan produk tersebut.

Salah satu kepuasan konsumen adalah bila dapat mengetahui informasi secara menyeluruh  isi kemasan suatu produk yang tercermin dari labelnya. Produk yang baik dan berkualitas belum tentu laku di pasaran, sebaliknya produk yang kurang baik malah bisa laku keras di pasaran. Salah satu faktor penyebabnya adalah pengaruh desain label.

Label digunakan pada berbagai kemasan produk keperluan sehari – hari, seperti :

·         Makanan : beras, sayuran, buah, sup, roti, tepung, gula,  mie, daging, garam, merica, minyak, makanan beku dll.

·         Minuman : jus, kopi, teh, bir, wine dan alkohol, minuman ringan dan minuman energi.

·         Produk susu : yoghurt, keju, mentega, ice cream, SKM (Susu Kental Manis) dll.

·         Permen dan Cokelat : kismis, biskuit, cokelat batangan, choco chip, permen karet, dll.

·         Farmasi : vitamin, obat – obatan dll.

·         Kosmetik : Berbagai keperluan make up, sampo, dll.

·         Keperluan Rumah Tangga : detergen, sikat gigi, pembersih ruangan, pengharum ruangan, dll.

 

Metode Cetak Label

Pencetakan label dilakukan dengan menggunakan beberapa metode/teknik cetak, yaitu :

·         Flexography,

·         Letterpress,

·         Offset (Lithography),

·         Rotogravure.

Perkembangan industri  dan kualitas label di Indonesia cukup baik. Pada umumnya  teknik cetak yang digunakan adalah flexography. Namun sebagian pemain label di Indonesia masih memproduksi label dengan menggunakan mesin cetak LETTERPRESS dan OFFSET.

Sekitar akhir tahun 1990 para pemain besar label mulai menggunakan mesin FLEXO. Dan dalam jangka waktu 20 tahun terakhir ini investasi mesin flexo sudah lebih dari 40 unit. Saat ini, pada umumnya  satu unit mesin cetak flexo mampu mencetak antara 6 sampai 12 warna.

Mesin flexo banyak digunakan dengan pertimbangan kecepatan produksi yang lebih tinggi serta dapat dikombinasikan dan diintegrasikan dengan berbagai unit finishing tambahan, sehingga bisa meningkatkan kualitas produk.

Pemain label papan atas di Indonesia telah mampu mengekspor produknya ke berbagai negara. Hal ini dimungkinkan karena kualitas produk label mereka telah dapat diterima bahkan mampu  bersaing di pasar Internasional.

Di tengah gencarnya penggunaan mesin flexo, sebagian produk  label di Indonesia saat ini masih dibuat dengan  menggunakan sistem atau proses  WET LABEL. Wet label adalah proses pembuatan label yang dicetak pada kertas, umumnya dengan menggunakan mesin offset lembaran, lalu diberi lem dan ditempelkan pada botol atau jenis kemasan produk lainnya. Lebih dari 65% label masih menggunakan sistem ini karena biaya produksinya lebih murah.

Sementara itu pencetakan label di beberapa negara maju mulai bergeser ke Self Adhesive Label atau biasa disebut Sticker. Saat ini penggunaan Self Adhesive Label merupakan kontributor terbesar cetak label di dunia. Pertumbuhan penggunaannya pun sangat pesat. Self Adhesive Label lebih mahal karena menggunakan kertas dasar yang akan dibuang setelah label digunakan.

Self Adhesive Label atau Sticker lebih disukai karena mudah, siap pakai, dan praktis dalam penggunaannya. Label ini sudah mempunyai perekat atau lem dan tinggal menempelkannya pada kemasan. Aplikasi self adhesive label sangat mudah, baik ke botol atau ke jenis kemasan lainnya, baik yang berbentuk datar  maupun yang bentuknya tidak beraturan. Label juga dapat dibuat tidak beraturan agar lebih menarik pembeli pada saat melihat keunikannya. Self Adhesive Label pada umumnya banyak digunakan untuk produk–produk Personal Care dan Household seperti : sampo, sabun cair, detergen, pewangi, sikat gigi, dll.

Sebaliknya,  penggunaan Wet Label pada kemasan berbentuk tidak simetris akan mengalami  kesulitan dalam penyusunan atau penempelannya,  misalnya label untuk kemasan minuman yang bentuknya tidak beraturan.

Meningkatnya jumlah permintaan produk label, membuat produsen label pengguna Letterpress beralih ke UV Flexo yang menggunakan 100 % VOC Free Ink. Penggunaan ink ini  memudahkan  proses pencetakan warna karena tidak memerlukan campuran dan warna yang dihasilkan lebih cerah. Dari segi ekonomi, penggunaan UV Flexo juga lebih menguntungkan  daripada  Letterpress karena proses produksi menjadi  lebih cepat dan kualitas lebih stabil. Tidak mengherankan, sebagian besar label produk oli telah beralih menggunakan UV Flexo.

 

Beberapa Jenis Label

Industri Label di Indonesia terus berkembang dan meningkat meskipun belum mencapai  puncaknya. Industri Label di Indonesia masih dikuasai oleh beberapa jenis label, yaitu:

·         Label jenis pertama adalah Wet Label.

Label kertas yang dicetak dengan mesin  offset lalu diberi lem dan ditempel di kemasan botol, seperti kecap, bir/wine, dll. Label jenis ini harganya tergolong paling murah karena industri kertas merupakan salah satu industri besar di Indonesia, sehingga label jenis ini dapat dibuat dengan bahan  kertas produksi dalam negeri.

Beberapa negara maju, termasuk China, telah menggunakan self adhesive dengan clear film yang berkesan tanpa label, seperti pada botol bir Heineken, Bud Light, Carlsberg, dll. Selain mampu meningkatkan image produk–produk tersebut,  penggunaan label ini yang apabila dicelupkan ke dalam air, labelnya akan rontok  dengan sendirinya, sangat bermanfaat untuk botol yang harus  dikembalikan lagi ke pabrikan. Sebagaimana diketahui,  sampai saat ini kemasan bir masih didominasi oleh botol gelas, walaupun pertumbuhannya sangat kecil dibandingkan dengan botol PET yang pertumbuhannya sekitar 42% (namun porsinya hanya sekitar 5% saja).

 

·         Label jenis kedua adalah Wrap Around Label.

Mulai berkembang di Indonesia sekitar 20 tahun yang lalu dan hingga saat ini masih digunakan. Diproduksi dengan proses Rotogravure yang menggunakan tinta solvent. Sedangkan di beberapa negara maju telah diproduksi dengan menggunakan Flexo dengan Water Based. Wrap Around Label biasanya digunakan untuk kemasan air mineral, soda, dan juice.

 

·         Label jenis ketiga adalah Pressure Sensitive Label.

Baru mulai berkembang di akhir tahun 1990-an. Karena berkaitan dengan semakin pentingnya peranan Label sebagai Marketing Tool (“eye catching” produk pada saat dipajang di etalase di supermarket), maka PS (Pressure Sensitive) Label Film berkembang lebih pesat dibandingkan dengan PS Label dari kertas.

 

Shrink Sleeve Labels

Penggunaan Shrink Sleeves Label baru berkembang pada akhir tahun 1995. Label yang sedang trend ini mempunyai beberapa keunggulan, antara lain :

1.    Full body decoration,

2.    Self impact,

3.    Innovative forms and shapes,

4.    Difficult pack combinations.

Indonesia merupakan salah satu produsen Shrink Label terbesar di Asia Tenggara dan pada umumnya masih menggunakan proses Rotogravure untuk mencetaknya. Di beberapa negara maju shrink label telah diproduksi dengan mesin Narrow Web Flexo, karena mereka menggunakan PET untuk kemasan produknya. Label untuk kemasan PET sebaiknya diproduksi dengan mesin yang tidak terlalu jauh jarak dari print unit yang satu ke print unit yang lain karena PET meiliki sifat memuai. Sedangkan di Indonesia masih banyak yang menggunakan PVC karena lebih mudah memproduksinya.

Mesin Narrow Web pada awalnya hanya digunakan untuk memproduksi  Self Adhesive Label, baik yang dari kertas maupun film (clear film). Namun dengan kemajuan teknologi beberapa tahun terakhir ini, satu unit  mesin tersebut  mampu  mencetak dengan berbagai teknik, mulai dari Letterpress, Flexo maupun Cold Foil, Screen hingga Rotogravure. Mesin Narrow Web juga mulai digunakan untuk Unsupported Label (bukan Self Adhesive Label) seperti Wrap Around Labels, Shrink Sleeve, Cut n Stack Labels maupun In Mould Labels.

Bahkan mesin Narrow Web juga sudah digunakan untuk membuat kemasan Folding Karton, seperti untuk mencetak bungkus rokok. Sistem ini berjalan dengan  sangat baik karena dalam satu kali proses kerja, box sudah jadi tanpa perlu melewati beberapa tahapan, lebih singkat, menghemat tenaga kerja dan juga mengurangi sampah.

Untuk beberapa produk, terutama minuman yang memposisikan dirinya di kelas atas, dimana mereka memerlukan kemasan yang lebih menarik dengan kualitas premium, mereka mulai mengganti kemasan labelnya dengan menggunakan Shrink Sleeve Label yang menutupi seluruh botol sehingga tampak lebih menarik dan berkelas mewah (mahal).

Namun naiknya harga minyak dunia yang menyebabkan daya beli masyarakat berkurang,  berimbas terhadap kelangsungan  industri FMCG (Fast Moving Consumer Good). Untuk tetap bertahan, industri  ini memerlukan biaya termurah untuk semua Converting mereka. Salah satunya dengan mengalihkan  penggunaan Shrink Label ke Wrap Label yang lebih murah. Dan karena dicetak dengan mesin Flexo Narrow Web, maka industry FMCG dapat memesan label dalam jumlah yang sangat kecil (minimum). Sementara jika mereka memesan/mencetak label dengan Rotogravure, jumlah minimum pesanan dinilai masih terlalu banyak.

Prospek Pasar Label di Indonesia

Dibandingkan dengan Malaysia dan beberapa negara di Asia Tenggara yang selangkah lebih awal dalam industri label dan telah mengalami kejenuhan perkembangan pasar untuk label, maka Indonesia yang baru belakangan terjun dalam industri ini memiliki potensi pasar yang cukup cerah. Persaingan pasar yang demikian ketat menyebabkan hanya produk yang benar-benar menarik yang akan memenangkan hati konsumen. Dan label merupakan pintu masuk  untuk menarik konsumen agar membeli suatu produk.

Label tidak hanya memberikan keindahan pada suatu produk,  tetapi juga berfungsi  memberikan berbagai informasi  mengenai produk yang dikemasnya. Maka sangatlah penting untuk mempergunakan label yang benar, baik, komplit, jelas dan menarik. Setiap produk berusaha untuk tampil dengan label yang lebih baik untuk menambah nilai jual.

Label juga merupakan media komunikasi sebuah Brand yang disertakan dalam kemasan suatu produk dan berfungsi membangun citra Brand tersebut. Itulah sebabnya produk–produk sejenis dengan  Label dan Brand/Merek berbeda, harga jualnya pun berbeda-beda bergantung pada keseriusan brand tersebut membangun citra, antara lain melalui  desain kemasan dan label yang menarik.

Salah satu penyebab meningkatnya produksi label, terutama  pada industry Makanan & Minuman, Pharmacy dan Rokok, adalah adanya perubahan/penambahan  dari waktu ke waktu pada Peraturan Perundangan dan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri terkait, yang mengharuskan pencantuman suatu ketentuan baru pada label/kemasan produk-produk tersebut. Sebagai contoh, peringatan mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan pada kemasan rokok,  keterangan produk generik pada obat, dll.

Dan ini merupakan suatu tantangan atau kesempatan bagi anda para pemain label di Indonesia untuk terus tumbuh dan berkembang.

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!