Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini71
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini71
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31827
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327843
Kami Memiliki: 33 guests online

Home Pendapat ALUMINIUM FOIL DAN PENGGUNAANYA
09
Dec
2013
ALUMINIUM FOIL DAN PENGGUNAANYA

Oleh : Alfred Satyahadi
Corporate Development BPPI,
WaKaBid Eksternal KOPI dan Redaksi Indonesia Print Media

 

print mediaAluminium terbuat dari bauksit (Bauxite), sejenis endapan bijih besi  yang mengandung Aluminium Oxide (alumina) dan Silikat (silicates). Bauksit kebanyakan berasal dari Amerika bagian Utara, Australia dan Eropa bagian Utara. Empat kilogram Bauksit dapat digunakan  untuk memproduksi sekitar 2 (dua) kilogram Aluminium Oxide (alumina), dengan konsumsi sekitar 8 (delapan) kilowatt listrik, dapat  menghasilkan 1 (satu) kilogram aluminium murni atau aluminium alloy. Aluminium murni (alloy) sangat lembut, bersih, berwarna putih agak keperakan (silvery white), dan perbandingannya dengan Logam ringan itu sekitar satu sampai tiga kali dari berat baja.

Aluminium adalah sejenis logam yang setelah melalui beberapa proses, disusun menjadi lembaran tipis dengan ketebalan kurang dari 0,2 mm, di Amerika 8 mils. Lembaran aluminium dengan ketebalan  kurang dari 150 micron dinamakan foil. Aluminium foil adalah lapisan dari “alloy” yang mengandung 99.4 % aluminium. Aluminium foil dibuat dalam  berbagai bentuk tergantung penggunaan atau hasil akhirnya. Aluminium foil bersifat rapuh dan kadang–kadang dijadikan laminasi plastik atau kertas untuk membuatnya lebih berguna.

print mediaBeberapa sifat istimewa aluminium foil antara lain: lentur, fleksibel, mudah dibentuk sesuai fungsi kemasan, menarik perhatian pembeli, kedap udara,  air dan lemak, bersih (hygiene), tidak beracun, tidak mempengaruhi rasa dan bau, dan bersifat membungkus objek atau produk. Aluminium foil juga merupakan  penghantar panas yang baik untuk energi listrik dan penghangat ruangan.

Adapun kekurangannya adalah dapat rusak karena pengaruh  asam, garam dapur dan logam berat. Sebenarnya aluminium foil tahan terhadap pengaruh berbagai bahan kimia,  tergantung dari campuran spesifik atau agent kimia yang terkandung di dalamnya dan  kontak langsung dengan aluminium foil tersebut.

Aluminium foil menggantikan fungsi  kertas timah sejak pertengahan abad ke-20, karena kertas timah kurang fleksibel untuk dibentuk dan cenderung memberikan sedikit rasa timah pada produk yang dikemasnya, khususnya sebagai pembungkus bahan makanan.

Meskipun demikian,  saat ini pada umumnya masyarakat  masih  menggunakan  istilah kertas timah untuk menyebut aluminium foil.

PENGGUNAAN ALUMINIUM FOIL

Aluminium foil pertama kali digunakan pada tahun 1910 sebagai pembungkus tanaman. Penggunaan aluminium foil untuk pembungkus makanan pertama kali dilakukan di Amerika Serikat tahun 1913, yaitu  untuk membungkus permen dan permen karet.

Saat ini, sekitar 75% aluminium foil digunakan untuk ...

Selengkapnya  di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 55 November- Desember 2013.

 

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!