Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini81
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini81
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31837
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327853
Kami Memiliki: 43 guests online

Home Pendapat Kiat Menghadapi MEA 2015 : TINGKATKAN EFISIENSI KERJA
07
Feb
2015
Kiat Menghadapi MEA 2015 : TINGKATKAN EFISIENSI KERJA

Print Media Indonesia, Mengingat tahun 2014 sudah berakhir, sudah sepatutnya  insan grafika membuat perencanaan yang matang dalam rangka  menyambut tahun baru  2015 dimana  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai diberlakukan. Dengan kondisi perekonomian dalam negeri   saat ini yang kurangstabil, sebagai dampak  gelombang perekonomian dunia yangkurang sehat, menerapkan  petuah lama yang tidak lapuk dimakan usia, yaitu meningkatkan efisiensi kerja,  adalah suatu keharusan bagi industri dalam negeri, khususnya industri grafika,  dalam  menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015, dimana kita akan bersaing secara terbuka memperebutkan pangsa pasar negara-negara Asean. Kemampuan industri grafika  kita bersaing dengan sesama anggota Asean sangat bergantung pada kemampuan  kita dalam menyelesaikan dan membenahi  berbagai permasalahan yang masih menjadi PR bagi industri grafika dalam negeri.

Masalah Umum Percetakan di Indonesia :

  1. Perusahaan percetakan di Indonesia diperkirakan berjumlah lebih dari 10.000 perusahaan,  umumnya terpusat di Pulau Jawa. Dari jumlah tersebut,  hanya sekitar  20% yang tergolong perusahaan berskala menengah dan besar (menggunakan peralatan mesin full color). Serta sebagian besar menggantungkan hidupnya hanya pada pesanan karena tidak memiliki jenis usaha pendukung berupa penerbit, dan insan kreatif yang bisamemberikan sumbangan dan solusi  utama dalam masa sulit sebagaimana dialamai sebagian besar perusahaan percetakan belakangan ini.
  2. Kurangnya kader-kader SDM potensial di  bidang percetakan. Generasi muda ber-IQ di atas rata-rata jarang yang berminat terjun di bidang percetakan dan lebihmemilih bidang-bidang yang dianggap lebih bergengsi dan dapat menjamin masa depannya, seperti kedokteran, perbankan, dll. Hingga akhirnyaSDM percetakan umumnyatanpa  latar belakang pendidikan grafika yang mampu menguasai masalah cetak mencetak secara utuh.
  3. Penerapan manajemen keluarga dalam menjalankan perusahaan. Suatu hal yang sangat ironi, tetapi banyak terjadi di negeri ini bahwa manajemen keluarga  diterapkan dalam manajemen perusahaan. Kondisi demikian disebabkan  sebagian besar perusahaan percetakan adalah milik swasta yangpengelolaan perusahaannyahanyadikuasai dan ditentukan keluarga/pemiliknya.

KIAT-KIAT UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI KERJA.

Efisiensi kerja adalah salah satu solusi untuk meningkatkan efektivitas perusahaan.Dengan meningkatnya efektivitas, maka perusahaan akan  mampu berkompetisi dengan perusahaan sejenis, bahkan dapat memenangkan  persaingan, sehingga   perusahaan mampu berkembang dengan sehat.

Beberapa kiat untuk solusi masalah efisiensi kerja itu meliputi: (1) perbaikan internal manajemen, (2) mengikuti perkembangan teknologi cetak, (3) meningkatkan kemampuan/ keterampilan/keahlian SDM dan ketepatan penggunaan peralatan/mesin-mesin, (4) tersedia data produksi yang lengkap dan akurat, dan (5) penguasaan informasi dan teknologi secara utuh.

I.  Perbaikan internal manajemen  dengan perencanaan atau penataan

     ulang  posisi mesin-mesin produksi.

Hal ini dilakukan antara lain dengan memperhatikan :

1.  Flow produksi searah, yaitu: peletakan mesin searah dengan arus proses produksi.

2. Memperhatikan perkembangan perusahaan, yaitu dengan menyediakan lahan kosong guna perluasan area produksi, sehingga tidak mengubah flow produksi yang sudah lebih dahulu tertata.

3. Areaproduksi sebaiknya tembus pandang dan dalam posisi sentral (di tengah), dengan demikian  memudahkan  proses  monitor dan penempatan barang produksi di bagian pinggir.  

      Perencanaan gedung percetakan yang baik berpengaruh pada :

1.      Posisi mesin mudah  diatur sesuai proses produksi;

2.      Alur/flow proses produksi dapat disusun searah;

3.      Pengaturan data produksi lebih mudah, sehingga tanggung jawab meningkat;

4.      Perluasan usaha perusahaan tidak harus mengubah posisi / susunan / lay-out awal;

5.      Pengawasan karyawan lebih mudah;

6.      Pengurangan biaya produksi;

7.      Lingkungan lebih baik dan sehat (sirkulasi udara baik);

8.      Letak ruang kantor, produksi dan direksi lebih baik;

9.      Penempatan gudang bahan baku dan  hasil produksi terencana baik;

10.  Lalu lintas karyawan baik dan tidak terkesan mondar-mandir sehingga dapat meningkatkan pengawasan;

11.  Penerangan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan produksi dan administrasi.

II. Membangun dan mengembangkan perusahaan percetakan dengan   melengkapi dan   mengikuti perkembangan teknologi alat produksi.

Tujuan utama pengembangan teknologi adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mutu produksi serta memperpendek waktu produksi, sehingga  profit perusahaan pun akan meningkat.Untuk itu, perusahaan harus cermat dalam  pemilihan teknologi yang tepat untuk menjalankan proses produksinyasehingga  menguntungkan bagi perusahaan.

Pemilihan mesin produksi harus diupayakan  yang tepat guna dan berhasil guna (efektif dan efisien) dan  disesuaikan dengan kriteria order/pesanan,  seperti: besar oplah, tingkat mutu yang diharapkan, jangka waktu produksi yang disediakan pemesan, jenis bahan baku cetak, tingkat kesulitan proses produksi, jumlah warna dan lintasan, ketersediaan bahan bakudi pasaran, dan satu hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah ketersediaan tenaga ahli (SDM)yang mampu mengoperasikan mesin dan sistemnya. Pengadaan mesin berdasarkan ketersedian dana belaka tanpa disertai data konkret mengenai  volume dan  jenis pekerjaan yang memadai, pada  akhirnya hanyaakan meningkatkan biaya produksi dan  mendatangkan kerugian bagi perusahaan.

III. Meningkatkan kemampuan/keterampilan/keahlian Sumber Daya Manusia (SDM).

Peningkatan kualitas  SDM merupakankomponen produksi yang sangat vital untuk mengimbangi investasi perusahaan berupa mesin-mesin berteknologi tinggi, agar tidak menimbulkan kerugian yang disebabkan oleh hal-hal seperti berikut :waste bertambah, mutu produksi menurun, kapasitas produksi menurun, komplain pelanggan bertambah sehingga berujung pada pembatalan  pesanan, dan yang  lebih fatal terjadi kerusakan pada mesin bernilai investasi  tinggi  akibat kekeliruan  dalam pengoperasiannya.

      SDM yang baik adalah yang mampu menunjang perusahaandan memiliki  kriteria sebagai       berikut:

  1. Memiliki motivasi kerja yang tinggi;
  2. Memiliki  kecintaan dan  rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan;
  3. Memiliki jiwa kepemimpinan sehingga dapat meningkatkan tanggung jawab;
  4. Mampu menjalin  kerja sama  yang harmonis sehingga etos kerja akan meningkat;
  5. Memiliki hubungan yang baik antar sesama karyawan dan dengan atasan, sehingga tercipta situasi kerja yang kondusif, yang akan meningkatkan produktivitas perusahaan sehingga kesejahteraan bersama jugadapat ditingkatkan;
  6. Memilikikeinginan dan kesanggupan  untuk memperdalam/mengembangkan kemampuannya (sebagai generasi pengganti dimasa depan);
  7. Menguasai teknologi produksi secara utuh.

IV. Tersedianya data produksi yang teratur, rapi, lengkap dan akurat.

Data produksi sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi pemantauan barang dengan status   belum, sedang dan akan diproduksi,sekaligus untuk mengetahui ketersediaan bahan baku dan stokbarang jadi di gudang yang harus segera  dikirim ke pemesan.

Laporan data produksi yang lengkap, berkesinambungan, cepat dan akurat juga  penting untuk memudahkan pemantauan ketersediaan barang oleh seluruh divisi perusahaan, seperti : marketing, produksi, pembelian, distribusi maupun jajaran pimpinan perusahaan. 

Data produksi dapat berfungsi optimal apabila :

  1. Manajemen internal baik, situasi kerja baik, proses produksi normal ;
  2. Laporan dari setiap unit kerja akurat, tepat dan tidak fiktif;
  3. Laporan tersusun sistematis dankronologis, artinya laporan tersusun dari awal proses produksiyaitu dari keluarnya bahan  baku dari gudang, kemudian laporan penggunaanya dari setiap unit kerja mulai dari persiapan produksi, produksi dan penyelesaian produksi (tercatat jumlah yang jadi dan yang rusak), sampai dikeluarkannya produk akhir atau hasil cetakan (finished good).
  4. Pengerjaan dan pengolahan data harus cepat, tepat waktu dan akurat.

V. Penguasaan informasi dan teknologi cetak secara utuh.

Penguasaan informasi dan teknologi cetak tidak terbatas padaproses produksi saja, tetapi juga mencakupbidang: administrasi; persiapan produksi (pre-press);penyelesaian (finishing); dan  teknologi yang berkaitan dengan bahan baku cetak,seperti : kertas, tinta, dan bahan pendukung produksi, seperti :air pembasah, pelat cetak, blanket, bahan pencampur air, alat ukur danalat pengendali mutu.

Penguasaan informasi dan teknologi cetak secara utuh akan membuka peluang dan memudahkan solusi terhadap berbagai  permasalahan yang terjadi  selama proses produksi secara cepat dan tepat. Seringkalipemecahan masalah dilakukan dengan  mencoba dan mencari kesalahan(trial and error), sehingga memunculkanmasalah baru, minimal  menambah volumewaste dan insit atau kerusakan bahan.  

Implementasi penguasaan informasi dan teknologi secara utuh ditunjukan dengan kemampuan  SDM grafika dalam memahami berbagai aspek teknis seperti : administrasi peraturan perdagangan antar negara, mutu barang cetakan termasuk kualitaskertas cetak, tinta cetak, kondisi mesin cetak dan  kemampuan/keterampilan operator. Semoga bermanfaat dalam menyambut MEA 2015…

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!