Home Pendapat Bisnis harus “berinovasi & bertransformasi’ agar menjadi kompetitif pasca Covid-19
23
Jul
2020
Bisnis harus “berinovasi & bertransformasi’ agar menjadi kompetitif pasca Covid-19

Andreas Diantoro, Managing Director, SAP Indonesia

  • Survey SAP menyatakan bahwa 40% bisnis sedang mengadopsi pendekatan “wait and see”, berharap untuk memulai kembali ke 'normalitas  sebelumnya'
  • Transisi untuk menjadi intelligententerprise’sangat penting untuk menciptakan model bisnis dan sumber pendapatan yang baru

SAP SE (NYSE) pada 14 Juli 2020 mengumumkan hasil survei kepada 4.500 pemimpin bisnis di Asia Tenggara, mengungkap sejauh mana dampak COVID-19 pada bisnis di seluruh kawasan, dan kekhawatiran tentang prospek jangka panjang.  aksesDiumumkan pada acara perdana virtual SAP Forward Together bertajuk “kenyataan bisnis yang baru”, survei mengungkapkan bahwa 40% dari bisnis yang disurvei masih mengadopsi pendekatan "wait and see" dalam menanggapi pandemi.

Dalam konteks yang lebih luas, hal ini akan membantu negara-negara di Asia Tenggara mempertahankan statusnya sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia yang mendukung konsumen dan bisnis. Era digital berkembang menjadi era ‘cerdas’ dimana bisnis menghadapi tantangan baru ditengah gangguan digital dan aturan main yang baru. Perusahaan-perusahaan yang menang adalah mereka yang bertransformasi melalui inovasi, terlebih lagi di era disrupsi digital saat ini diperparah oleh pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan ekonomi dunia mengalami periode ‘reset’ untuk ‘rebound’. Waktu untuk bersaing sudah dimulai kembali, dan negara-negara yang bergerak cepat sekarang ini akan menjadi yang terdepan, sementara yang lain tertinggal,” kata Rachel Barger, President & Managing Director, SAP South East Asia.

“Bagi negara dan perusahaan yang cepat puas dengan tindakan ‘wait and see’, mereka akan tertinggal dan bahkan menjadi tidak relevan,” katanya. “Ketika bisnis mengkalibrasi ulang strategi jangka panjang mereka, sangat penting untuk menjadi realistis dan tidak banyak berharap. Dalam realitas baru, intelligent enterprise mampu untuk ‘do more with less’, memberikan customer experience yang terbaik, membangun rantai pasok yang tangguh, sambil menciptakan model bisnis dan sumber pendapatan yang baru.

Saat ini, bisnis berada dalam masa transisi menuju the new normal, dimana perkantoran dan pabrik serta akses ke tempat-tempat publik mulai dibuka secara bertahap. Untuk dapat bertahan dan beradaptasi di masa-masa krisis seperti sekarang ini, teknologi memiliki peranan penting bagi perusahaan-perusahaan. SAP berpengalaman di lebih dari 25 sektor industri dalam membantu para perusahaan pelanggan SAP untuk menghadapi berbagai macam tantangan di industrinya masing-masing.

 "Saat ini kita memang sedang berada dalam masa transisi menuju the new normal, dimana perlahan lahan bisnis seperti perkantoran dan pabrik serta akses ke tempat tempat publik mulai dibuka secara bertahap. Namun kita juga disadarkan betapa pentingnya resiliensi bagi bisnis kita untuk bisa bertahan. Dapat kita lihat sendiri, di saat disrupsi terjadi akibat covid 19, perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan digital platform, dan resource planning yang mampu bertahan dan mampu melakukan penyesuaian pada bisnisnya dengan lebih baik," kata Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia.

“Hal ini didukung oleh beberapa kemampuan yang dimiliki oleh SAP, dimana kami dapat menyiapkan perusahaan Anda menjadi sebuah intelligent enterprise dimulai dengan S/4HANA untuk back office maupun SAP Customer Experience untuk front office. SAP juga memiliki portfolio solusi digital supply chain yang lengkap untuk berbagai macam industri, serta memiliki solusi cloud seperti Ariba dan Concur untuk procurement, dan juga solusi untuk intelligent spend management,” tambah dia.

Dampak COVID-19 Terhadap bisnis di Asia Tenggara

Mayoritas pemimpin bisnis regional (63%) yang disurvei telah melihat perubahan dalam perilaku dan motivasi pembelian pelanggan sejak awal tahun 2020, meskipun 21% bisnis tidak yakin atau tidak memiliki cukup wawasan tentang perubahan kebutuhan para pelanggannya. Di tengah-tengah perubahan ini, organisasi-organisasi masih bergerak secara konservatif terkait transformasi digital mereka, dengan mengadopsi sikap protektif dengan pandangan bahwa gangguan dari COVID-19 akan berlalu pada waktunya.

Walaupun bisnis telah mengubah operasional mereka menuju ke arah e-commerce dan penjualan secara online, bisnis yang berskala lebih kecil masih khawatir dengan biaya implementasi platform digital dan operasional untuk memenuhi permintaan yang mendadak.  Sekitar 20% bisnis memperkirakan kebutuhan untuk menyesuaikan strategi customer experience mereka untuk memenuhi harapan dan juga kebutuhan pelanggan yang berkembang di seluruh platform.

Rantai pasok dan operasi juga merupakan aspek lain yang diperhatikan oleh bisnis, dengan 22% bisnis berharap adanya perubahan signifikan di masa depan. Bersamaan dengan perubahan pola konsumsi pelanggan, rantai pasok juga telah berubah ke pola ‘stop-go’ agar sejalan dengan protokol kesehatan.

Ketika bisnis sudah memahami realitas ekonomi yang baru di era post covid-19, kekhawatiran dan ketidakpastian akan prospek pertumbuhan dan kemampuan untuk bertahan dalam jangka panjang telah menjadi perhatian utama mereka. Lebih dari 80% pemimpin bisnis regional yang disurvei berharap ada dampak signifikan / masif untuk mengubah model atau operasional bisnis mereka, dengan hanya 1% mengharapkan "business-as-usual" dalam jangka panjang.

Dengan “business-as-usual” tidak lagi menjadi opsi, pemimpin bisnis regional menyesuaikan prioritas organisasi dengan berfokus pada transformasi bisnis (21%), meningkatkan keterlibatan pelanggan (15%), membuat proses bisnis menjadi lebih efisien (14%), memastikan kelangsungan bisnis (12%), dan ketahanan dan redefinisi rantai pasok (9%).

Menurut Boston Consulting Group, perusahaan berkinerja tinggi yang sukses mengatasi krisis dan resesi ekonomi menunjukkan pola yang sama, yang menjadikan mereka sebagai pemenang pada saat dan setelah resesi. Perusahaan dengan kinerja baik yang berhasil meningkatkan posisi top-line dan bottom-line mereka mengadopsi pendekatan proaktif, memanfaatkan penurunan sebagai peluang untuk mendorong transformasi dalam skala besar seperti digitalisasi.

Mempercepat transformasi bisnis di dunia pasca COVID-19

Sebelum krisis COVID-19, faktor pendorong implementasi teknologi adalah pengurangan biaya dan produktivitas. Tujuannya agar bisnis berjalan dapat berjalan lebih baik. Saat SAP beradaptasi dengan realitas baru yang disebabkan oleh COVID-19, peran teknologi harus berkembang menjadi:

  • Mencapai ketahanan - untuk mengarahkan perusahaan Anda melewati masa-masa sulit secara fleksibel
  • Memberikan keuntungan - dengan transparansi top and bottom line, mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan produktivitas dan,
  • Bertindak secara berkelanjutan -dengan mengurangi jejak karbon, mengurangi limbah, dan beralih ke ekonomi sirkuler.

Sekarang, semua pelaku bisnis dapat memulai untuk membangun perjalanan mereka menuju Intelligent Enterprise untuk mengurangi dampak krisis ini, sambil membantu pelaku bisnis di kawasan Asia Tenggara berinovasi dan bertransformasi menjadi perusahaan pemenang. Sebagai contoh:

  • Intelligent Technologies dapat digunakan untuk memberikan visibilitas real-time ke ketersediaan bahan baku, orang dan aset.
  • Artificial Intelligence dan Machine Learningdapat digunakan untuk menilai dan merencanakan kembali kegiatan secara konstan.
  • Robotic Process Automationdapat digunakan untuk mengotomasikegiatan padat karya, dan memfokuskan pekerja kami pada kegiatan yang lebih bernilai tambah dan mendorong kemanjuran.

Salah satu Intelligent enterprise di Kawasan Asia Tenggara adalah Chandra Asri Petrochemical. Sebagai salah satu key industry player di industri manufacturing, ia sudah berdiri sejak 28 tahun lalu. Walau telah didukung fasilitas produksi serta teknologi kelas dunia, bisnis Chandra Asri tidak luput dari dampak COVID-19. Lenny Woen, General Manager HR Strategy & Management Chandra Asri Petrochemical, mengatakan bahwa dengan situasi dan kondisi sekarang ini, prioritas mereka adalah untuk terus mengembangkan kinerja karyawan.

“Hal ini juga sejalan dengan misi dari perusahaan untuk nurture dan develop human capital. Tim bekerja keras untuk memperbarui sistem pembelajaran kami yang ada di platform SAP Success Factors. Kami telah mengunduh ratusan training materials, banyak yang kami telah diberikan kepada karyawan dan kami melakukan campaign tentang e-learning kami ini. Walaupun tidak mudah khususnya bagi karyawan yang tidak terbiasa dengan teknologi, semua karyawan dituntut untuk dapat beradaptasi demi pembelajaran mereka untuk terus mengembangkan soft skill dan technical skill,” tambahnya.

Peran teknologi juga sangat dirasakan oleh Kawan Lama Sejahtera, perusahaan distribusi terkemuka di Indonesia dengan mesin dan peralatan industri terlengkap yang beroperasi di lebih dari 19 kantor cabang, 27 service centre dan 3 lokasi distribution centre di seluruh Indonesia. Dengan bantuan SAP, Kawan Lama bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang tiba-tiba ini sehingga bisa siap menghadapi normal yang baru. Agustina Iftariani, CEO Kawan Lama Sejahtera mengatakan bahwa mereka sangat beruntung sudah go live dengan C/4 Sales, C/4 Services CPQ dan ICM sejak Desember tahun 2019.

“Kami bisa sangat cepat melakukan perubahan strategi. Kami melakukan perubahan dan sosialisasi dengan seketika. Sosialisasi kami lakukan di dalam C/4 Sales dan C/4 Services. Seluruh aktivitas mengalami perubahan, seperti kunjungan yang berubah menjadi calls dan emails, namun semua terhitung didalam sistem. Kita tidak lagi melakukan manual checking karena semuanya tersedia di sistem. Dan kita mengukur proses tidak lagi hanya mengukur result, dari dalam proses dan result semuanya tertuang di dalam ICM,” katanya.

Upaya SAP untuk membantu:

Untuk mendukung keberlanjutan bisnis pada masa sulit ini, SAP telah membuka akses ke solusi teknologi yang terpilih. Maka dari itu, ... (selengkapnya terdapat pada majalah cetak dan digital Indonesia Print Media edisi 96 September-Oktober 2020)

CV. Print Media Indonesia

Addres Publishing :

Perum Bukit Waringin Blok E 5 No 18 Kedung Waringin Bojonggede Bogor,

Addres Marketing :

Jl. Kembang Raya No 19A Jakarta, 10420. Indonesia

Name Contac : Mr. Usman

Phone : +6221 3150929,

Mobile : +6281288811831

WhatsApp : +62811808282

Channel Online Printmedia

NgobrAs (Ngobrol Asik)

: +62 857145944963 (Wiwin)

Email:                                

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Facebook :

Majalah Grafika

Print Media Indonesia (Grup)

Komunitas Printing Indonesia (Community)

Instagram : instagram.com/majalahgrafika/

Website :www.indonesiaprintmedia.com

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!