Home Pendapat BISNIS GRAFIKA DITENGAH KRISIS
15
Sep
2020
BISNIS GRAFIKA DITENGAH KRISIS

Oleh : Soebardianto

PENDAHULUAN

Pengertian bisnis dalam segala aspek pada umumnya sama, yaitu mengusahakan agar bidang yang menjadi wilayah bisnis memperoleh simpati pelanggan, yang seterusnya pelanggan akan mendapatkan kepuasan dari suatu barang yang dipakai atau yang dikonsumsi. Kepuasan ini bisa berarti kepuasan secara langsung setelah mengkonsumsi atau menggunakan, namun ada juga kepuasan tidak langsung (misalnya bisnis bidang jasa).

Dalam bisnis di bidang grafika yang sebagian usahanya bersifat jasa (bahkan ada yang mengatakan sebagai “job order “ artinya bahwa industri grafika itu memproduksi berdasarkan pesanan dan si pemesan memberikan kompensasi/ membayar atas jasa perusahaan itu dalam mengolah bahan mentah berbentuk naskah atau model menjadi barang jadi yaitu media cetak/barang cetak sesuai pesanan).

Perusahaan yang memproduksi berdasarkan pesanan ini, maka berbagai aspek teknis harus disesuaikan dengan spesifikasi jenis ordernya, misalnya : jenis teknologi cetak, jenis teknik produksi, alat produksi, bahan produksi, proses produksi, bahkan jadwal produksi.

Dengan adanya kondisi demikian, maka tidak jarang perusahaan grafika di tanah air ini seberapapun besarnya, masih memerlukan perusahaan lain yang mungkin memiliki teknik produksi dan alat produksi yang berbeda.

Penyesuaian aspek-aspek produksi tersebut agar mampu menghasilkan ...

produk yang sesuai dengan kesepakatan antara produsen dan konsumen, baik dalam ketepatan waktu produksi, mutu produk dan bahkan mungkin nilai atau harga dari order tersebut.

Belakangan terlihat bahwa pengusaha grafika yang sudah tergolong besar dan mapan, cenderung untuk menyusun kekuatan dan strategi untuk menghadapi persaingan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.  Langkah yang ditempuh dengan cara melakukan transformasi dari perusahaan regional menjadi perusahaan global, sedangkan dari sisi kompetitor yang mandiri menjadi kompetitor yang agresif.

Sasaran akan berhasil apabila perusahaan memiliki kemauan dan keberanian dalam mengimplementasikan model manajemen bisnis secara total, yaitu suatu model manajemen yang mengkombinasikan dan meramu bahkan menyatukan lima unsurnya, yaitu : produktivitas, kualitas, sumber daya, biaya dan teknologi. Apabila perusahaan mampu menerapkan model manajemen itu, maka kemampuan untuk bersaing dengan perusahaan sejenis sangat tinggi, dan tidak jarang akan memenangkan persaingan.

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDUSTRI GRAFIKA

 

Industri grafika di negara maju mampu memberikan kontribusi pemasukan devisa pada negara cukup besar, karena perhatian pemerintahnya terhadap kondisi dan perkembangan grafika sangat besar.

Bagaimana kondisi industri grafika kita ??

  1. Sampai saat ini belum ada data yang akurat dan valid tentang : jumlah perusahaan grafika, kriteria perusahaan grafika, kualifikasi dan skala industri grafika, SDM yang bekerja di industri grafika, peralatan dan mesin-mesin yang dipergunakan oleh industri grafika, dan data-data lain yang dapat menunjang untuk mengembangkan industri grafika. Ketiadaan data yang akurat ini diperparah dengan ditutupnya Departemen Penerangan (yang didalamnya ada Direktorat Jendral Pembinaan Pers dan Grafika, Direktorat Pembinaan Grafika) yang kala itu bertugas dan berupaya menyusun data tentang aspek-aspek kegrafikaan.
  2. Sampai sekarang konsentrasi perusahaan grafika (sekitar 90%) termasuk industri yang berskala kecil dan menengah berada di  kota-kota besar/kota propinsi, bahkan yang ada di P. Jawa, sehingga menjadi kendala yang serius bagi warga  pelosok yang memerlukan  barang cetakan sebagai sarana komunikasi ataupun sarana pendidikan.
  3. Lembaga pendidikan pada tingkat menengah dan D.III masih terbatas, dalam hal jumlah maupun mutu lulusan, apalagi bila dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja di industri dengan peralatan/mesin yang canggih, terasa sekali kendala yang dialami perusahaan, sehingga buat perusahaan yang besar akan merekrut tenaga ahli dari luar Indonesia (misal : Jepang, Korea, China, dll)
  4. Hampir semua mesin dan peralatan grafika masih impor, sehingga berakibat pada ketergantungan dari  negara asal mesin tersebut.
  5. Berbagai jenis order kecil dan sederhana tersaingi oleh teknologi foto copy yang mau dan mampu menerima oplah yang sangat kecil, apalagi saat ini teknik penggandaan foto copy sudah mampu berkembang dengan hasil yang cukup baik.
  6. Berkembangnya kegiatan usaha spesialisasi bidang grafika, misalnya usaha disain, separasi warna, penjilidan, embos, foli, nomorator, dll, yang merupakan bagian-bagian kecil dari usaha percetakan secara keseluruhan.
  7. Semakin besar dan variasinya keperluan barang cetakan di masyarakat, baik jumlah maupun mutunya, namun kemampuan daya belinya tidak meningkat, sehingga cenderung harga barang cetakan tidak naik.
  8. Kondisi perekonomian masyarakat semakin berat, bahkan pada era reformasi yang sudah berjalan satu dasa warsa belum memperlihatkan tanda-tanda dapat meningkat kan kesejahteraan masyarakat, bahkan sebaliknya  nilai uang yang rendah dan daya beli masyarakat menurun.
  9. Harga bahan baku produksi cetak (seperti : kertas, tinta cetak, bahan pendukung, dan suku cadang) sangat fluktuatif dan bahkan cenderung meningkat terus, disisi lain konsumen ingin harga cetakan murah. Kondisi demikian menuntut perusahaan grafika mengencangkan ikat pinggang dengan cara menekan biaya produksi, menekan waste dan melakukan efisiensi disegala aspek produksi.Apabila perusahaan gagal melakukan efisiensi, maka cepat atau lambat akan segera gulung tikar karena tidak mampu membeli bahan baku produksi cetak.
  10. Pengaruh situasi global dan perekonomian global, sehingga persaingan usaha tidak hanya antar perusahaan didalam negeri tetapi juga dari luar negeri, yang nota bene mereka sudah sangat maju dan  mampu mengoperasikan teknologi dengan baik dan mampu meningkatkan produktivitasnya.
  11. Permasalahan yang muncul dan sungguh sulit beberapa bulan terakhir ini dengan adanya pandemi covid 19, mengakibatkan serta mendatangkan persoalan baru disegala bidang kehidupan masyarakat tidak terkecuali kehidupan usaha bidang grafika. Perusahaan percetakan yang semula menjamur diberbagai tempat dengan melayani berbagai kebutuhan barang cetakan masyarakat, saat ini banyak yang gulung tikar. Terlebih usaha percetakan yang mengandalkan pesanan masyarakat umum  yang jumlah pesanannya kecil, tidak menentu, dll.

 

BAGAIMANA KIAT UNTUK MEMPERTAHANKAN BISNIS GRAFIKA ?

Dalam berbagai kesempatan dikemukakan bahwa tuntutan pelanggan kepada perusahaan grafika adalah : ketepatan waktu penyerahan, jumlah yang tepat dan harga yang murah.Suatu tuntutan yang wajar memang, namun apabila salah dalam melakukan analisa teknis produksi, maka akan  berakibat fatal, karena tidak saja pekerjaan tidak akan selesai tepat waktu, terdapat banyak rusak dan jelas perusahaan akan menanggung kerugian.Belum lagi masalah persaingan dengan perusahaan sejenis, harga bahan baku yang tidak menentu, dll.

Beberapa tip yang perlu diketahui untuk menjaga kesinambungan bisnis grafika, yaitu :

1. Meningkatkan kecepatan.  

Kecepatan berproduksi hanya akan dapat dicapai apabila perusahaan itu memiliki sistem yang baik, peralatan yang memadai dan SDM yang dapat diandalkan. Diawali dengan  analisa produksi yang tepat oleh SDM yang ahli, didukung dengan peralatan dan SDM/operator yang baik, maka jadwal produksi yang disusun oleh perencanaan pengendalian produksi (PPC)  akan tepat waktunya, sesuai dengan kesepakatannya dengan pemesan. Kegiatan demikian menuntut kesepakatan/comitmen yang kuat diantara pimpinan perusahaan maupun para karyawan yang penuh tanggung jawab.

2. Meningkatkan mutu produksi.

Secara teknis, mutu  barang cetakan dapat dicapai apabila dua syarat utama dipenuhi dengan baik, yaitu :

a. Ketepatan cetak, meliputi : ketepatan mounting film, ketepatan pemasangan pelat cetak, transportasi kertas yang mampu menjamin posisi kertas yang sama selama  proses produksi, pengaturan skala tekanan cetak yang tepat, dan kondisi peralatan produksi yang terawat baik, serta pengembangan kertas yang minimal dan masih dapat diatasi selama produksi.

b. Keseragaman dan kestabilan lapisan tinta

    Tebal lapisan tinta yang sama hanya dapat dicapai apabila beberapa kriteria 

     teknis  dilakukan secara rutin dan teratur oleh perusahaan grafika, yaitu :

  • Kesempurnaan lapisan tinta. Tebal lapisan tinta dapat diperoleh apabila : kondisi rol-rol penintaan dalam kondisi yang baik, berpori-pori, kekenyalan  sesuai fungsi rol. Kemudian posisi rol yaitu tekanan masing-masing rol dan  tekanan ke permukaan pelat cukup baik, dan akhirnya perbandingan antara jumlah luas permukaan rol dengan luas bidang cetak sebagai 7 sampai 8  dibanding 1. Bila perbandingan itu tidak terpenuhi, maka kemampuan rol untuk mensupply tinta ke permukaan pelat tidak cukup, sehingga tebal lapisan tinta lama kelamaan akan menipis.
  • Sistem pengendalian lapisan tinta dapat dilaksanakan dengan baik, yaitu pengendalian secara manual maupun secara remote control. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat, komponen pengendali lapisan tinta yaitu elemen gambar yang diikutsertakan dalam model produksi (dikalangan para teknisi dikenal dengan istilah color control strip).
  • Kesesuaian penggunaan kehalusan raster dengan kondisi permukaan kertas. Hal ini penting difahami, karena ketidaksesuaian antara kehalusan raster dan kehalusan permukaan kertas akan menyebabkan terjadi dot-gain (perubahan bentuk dan ukuran besarnya titik raster yang dapat mempengaruhi warna cetakan).
  • Pemanfaatan sistem pengendali dan pemanfaatan alat pengendali, misalnya : densitometer, CPC, RCI, CCI, EPS, dll, dimana alat ini akan dapat memenuhi dan menambah kemampuan mata untuk melihat dan menilai suatu warna.

3. Meningkatkan mutu pelayanan.

      Jenis pelayanan yang terbaik buat perusahaan di bidang jasa adalah memberikan kepuasan kepada pelanggan dalam hal: penyerahan pesanan sesuai kesepakatan waktu yang disetujui (kalau mungkin lebih cepat), menyerahkan pesanan dalam jumlah yang tepat (jangan kurang) dan harga yang ditetapkan dan disetujui pemesan. Apabila ketiga hal itu tidak dipenuhi, maka lambat laun pemesan akan kecewa dan berikutnya akan mengalihkan pilihannya ke perusahaan lain, yang mungkin dianggap lebih baik.

4.  Menetapkan tingkat harga yang kompetitif .

      Harga suatu barang cetakan dihasilkan melalui penghitungan yang rumit menyangkut seluruh biaya langsung produksi maupun biaya tidak langsung, kemudian ditambah dengan profit sewajarnya, akan diperoleh nilai atau harga setiap satuannya (setiap lembar atau exemplar). Dalam suasana usaha yang penuh dengan persaingan, maka untuk dapat memberikan harga yang kompetitif kepada pelanggan, satu-satunya cara hanya menekan biaya produksi dengan memperkecil waste, bekerja lebih efisien dan menggunakan teknologi yang tepat. Biaya yang berkaitan dengan penyusutan dan biaya bahan baku tidak mungkin dikurangi.

Dalam era reformasi dan era globalisasi saat ini, maka bisnis bidang grafika menjadi sangat kompleks, sehingga para praktisi bisnis harus jeli mengamati potensi pasar dan pesaingan yang terjadi agar mampu mengantisipasi kemungkinan yang mungkin akan terjadi didalam perusahaannya.

Beberapa indikator yang perlu diperhatikan dalam bidang pemasaran  dalam beberapa tahun belakangan bahkan kemungkinan akan berlanjut, seperti :

  1. Perubahan kondisi kependudukan (demografi) akibat perubahan teknologi, akan dapat merubah gaya hidup ditengah masyarakat. Akibat  dari perkembangan teknologi dan pergaulan global ini pula akan membawa serta pengaruh yang kuat dibarengi dengan adanya perkembangan IT yang mampu menjangkau perubahan kerumah-rumah.
  2. Masih akibat pengaruh perkembangan teknologi, maka tuntutan pribadi terhadap segala sesuatu lebih cepat, termasuk didalamnya order barang cetakan. Bahkan ada pemeo terhadap pemesan barang cetakan, bahwa model cetakan baru diserahkan hari ini, hasilnya harus dikirim kemarin.
  3. Semakin menjamurnya jenis produk yang keluar dengan jasa dan merk yang beraneka ragam, sehingga akan memberi peluang kepada pemesan untuk memilih model, bentuk, ukuran barang cetakan, sehingga membuat produsen/perusahaan grafika semakin pusing, untuk meluluskan tuntutan pelanggan semakin  komplek dalam hal mutu dan bahkan harganya.
  4.  Perkembangan media elektronik memberikan warna tersendiri dalam berkomunikasi walaupun ada beberapa celah bisnis media cetak diambil alih oleh media elektronik (misal : periklanan/advertizing). Namun demikian masing-masing  media komunikasi mempunyai kelebihan dan kekurangan nya, sehingga bisnis dibidang media komunikasi ini dapat berjalan dan berkembang bersama sesuai dengan wilayah bisnisnya.
  5. Bisnis dibidang jasa semakin semarak, seiring dengan semaraknya pemasang iklan pada media elektronik dan semakin maraknya produk media cetak dengan full color pada setiap pemunculannya.
  6. Teknik pemasaran dengan memberikan kemudahan juga sangat menarik pada calon pelanggannya, misal : pembayaran bisa diangsur, tanpa bunga, bahkan ada yang menggunakan sistem cash back, memberikan kupon dan voucher belanja gratis pada jumlah transaksi tertentu.
  7. Kecenderungan menurunnya loyalitas pada satu merk tertentu memberikan peluang pada produk lain untuk muncul, sehingga kesan pemerataan pada produk lain  mulai tampak.
  8.  
  9.  
  10.  
  11. Selengkapnya terdapat pada Indonesia Print Media edisi 96 sept-okt 2020.
 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!