Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini133
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini133
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31889
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327905
Kami Memiliki: 95 guests online

Home Profile Usaha dan Produk Delimas Percetakan Generasi Kedua Tetap Eksis di Balikpapan Kaltim
18
Dec
2013
Delimas Percetakan Generasi Kedua Tetap Eksis di Balikpapan Kaltim

Balikpapanmerupakan kota perdagangan/niaga terbesar di Kalimantan Timur  dengan jumlah penduduk mencapai  656.417 jiwa  atau  sekitar 18 % dari seluruh penduduk Kaltim. Sebagai wilayah dengan peradaban tertua di Indonesia, tidak mengherankan jika   Kaltim, khususnya Balikpapan atau  Billipapan atau Balikkappan (logat Banjar), berkembang menjadi salah satu kota pusat  industri/niaga, khususnya di Kalimantan Timur.

Sebagaimana di wilayah lain di Indonesia, Balikpapan sebagai pusat perdagangan juga mengalami perkembangan yang cukup pesat di bidang industri grafika atau percetakan. Industri percetakan telah ada di kota ini sejak tahun 1970-an, dan terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan teknologi. Hal ini ditandai dengan    menjamurnya   berbagai perusahaan jasa cetak baik konvensional maupun digital printing. Saat ini,  jumlah industri jasa cetak, termasuk advertising, di Balikpapan saja diperkirakan mencapai ratusan perusahaan.

Perusahaan  percetakan dan advertising tersebut  antara lain : Delimas (offset), Sinar Grafindo (digital printing), Kaltim Pos (web), Joy Printing, Rapolo Advertising, Satu Jari, Guntur Blanko, Neo Advertising, Zig-Zag Spanduk, Sketsa Design, Virung, Nur Alif Grafika, Nila Grafika, Gondes_Senigrafis, Aden Printing, Al Jabar, Yuni Artha, Anugrah Terang, Graha Media, Percetakan Teguh, Kubuz Grafika, Sun Grafis, Suwanto, Maskot, Arsen, Maestro Stamp, Tunggal Jaya, dan Macom.

Delimas Offset

Berdiri sekitar tahun 1970- an, Delimas merupakan salah satu perusahaan percetakan tertua di Balikpapan. Saat ini, Delimas dikelola oleh generasi kedua pendiri perusahaan tersebut dan tetap eksis serta mampu mengikuti perkembangan teknologi. Dengan demikian, perusahaan ini mampu memenuhi  kebutuhan pelanggan akan  produk cetak yang kini kian beragam dan tuntutan akan kualitas produk cetak yang baik. Dalam kunjungan  ke pabrik Delimas di Jalan Mulawarman (samping Asrama Haji BPP) Malanggar, Balikpapan, Indonesia Print Media  melihat sederet (6 unit dari berbagai merek) peralatan cetak yang tergolong lengkap mulai dari pra cetak, cetak,  serta finishing: seperti mesin jahit kawat, lem, dan potong, bahkan terdapat 2 unit mesin numbering.

Delimas didirikan oleh H. Beddu Hasyim, ayah dari Dayan Hasyim, yang saat ini mengelola perusahaan tersebut. Dalam wawancara dengan Indonesia Print Media pertengahan Oktober 2013,  Bapak Dayan menjelaskan bahwa perusahaan tersebut didirikan oleh ayahnya sekitar tahun 1970-an. Perusahaan ini didirikan karena orangtua Bapak Dayan termotivasi untuk meningkatkan perekonomian keluarga dari sekedar  sebagai penjual koran ketika beliau merantau di Medan, menjadi seorang pengusaha percetakan. Motivasi itu timbul karena  orangtua Bapak Dayan seringkali  melihat orang-orang yang berusaha di bidang percetakan  membawa uang dengan menggunakan karung. Jadi, beliau memiliki keyakinan bahwa usaha di bidang percetakan cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik.

Perjalanan Roda Usaha Delimas

Berbekal motivasi tersebut, Delimas dibangun mulai dari nol dengan nawaitu (niat) yang baik untuk ikut serta membantu mencerdaskan bangsa.  Selanjutnya  usaha ini dijalankan secara  bertahap, peralatannya bertambah satu persatu hingga menjadi seperti saat ini. Demikian dijelaskan Bapak Dayan sambil menunjukkan beberapa unit mesin yang ditempatkan di  beberapa ruang di pabriknya. Tahun ini Delimas telah memasuki usia sekitar 43 tahun, usia yang cukup matang, dan dalam kurun waktu tersebut pengadaan  semua peralatan cetak  selalu  diusahakan sesuai dengan kemampuan financial yang tersedia,  tanpa menggunakan jasa layanan kredit yang sekarang tersebar  dimana-mana.

Adapun mesin-mesin yang digunakan antara lain  6 unit mesin cetak dari berbagai merek seperti Oliver dan Ryobi, dan salah satunya mesin cetak 2 warna. Mesin  finishing terdiri dari : 3 unit  mesin potong, 3 unit mesin  jahit kawat, 2 unit mesin pembuat lubang, serta 2 unit  mesin numering. Dengan mesin-mesin yang dimilikinya,  dapat dipastikan Delimas mampu mengerjakan berbagai produk cetak berupa blangko, brosur, buku, kalender, dan produk cetak lainnya  yang menjadi kebutuhan pemerintah dan masyarakat Balikpapan.

Masalah yang Dihadapi

Sebagaimana perusahaan percetakan lain, Delimas juga menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan usahanya.  Kendala yang dihadapi bersifat umum, seperti : ketersediaan bahan baku, kualitas sumber daya manusia,  dan persaingan harga yang seringkali  dibandingkan dengan harga cetak  luar daerah seperti Surabaya, yang sekarang terkenal paling murah.

Harapan di Masa Mendatang

Mengingat industri jasa cetak di Balikpapan  tegolong cukup banyak, ada sekitar 40 perusahaan jasa cetak konvensional, 15 perusahaan digital printing, serta jika dihitung dengan cetak sablon jumlahnya mencapai 100 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sekitar 500 orang, maka pemerintah hendaknya meningkatkan perhatian dalam membina serta mengayomi jenis usaha ini. Jika jenis usaha  ini dibiarkan berjalan sendiri  tanpa perhatian, bantuan serta  kemudahan dalam hal perijinan dan mendapatkan modal  dari pemerintah maupun   pengusaha daerah, maka jenis usaha ini akan sulit bersaing

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!