Pengunjung Web

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini101
mod_vvisit_counterKemarin779
mod_vvisit_counterMinggu ini101
mod_vvisit_counterMinggu lalu9322
mod_vvisit_counterBulan ini31857
mod_vvisit_counterBulan lalu39080
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung1327873
Kami Memiliki: 63 guests online

Home Profile Usaha dan Produk INDAH KIAT Dari Berkat Jadi Produsen Kertas TerbesarIndonesia
27
Oct
2014
INDAH KIAT Dari Berkat Jadi Produsen Kertas TerbesarIndonesia

Letak geografis Indonesia di garis khatulistiwa (daerah tropis) dengan penyinaran matahari dan curah hujan yang cukup tinggi menjadikan  rata-rata pertumbuhan pepohonannya tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan  di negara-negara bersuhu  dingin (sub tropis). Hal ini menjadikan Indonesia memiliki  ketersediaan  hutan yang luas sebagai sumber bahan baku industri, khususnya kertas.

Selain itu,  Indonesia berada di tengah negara-negara Asia yang sedang berkembang menjadi raksasa ekonomi baru yang menjadi pasar terbesar pulp dan kertas dunia di masa depan. Berdasarkan kedua  kondisi tersebut,  seorang pemerhati pulp & kertas Indonesia berpendapat  bahwa Indonesia berpotensi untuk menjadi tiga besar dalam industri pulp dan kertas  dunia.

Persaingan global dalam bisnis pulp dan kertas sangat keras  dengan persyaratan perlindungan terhadap  lingkungan yang semakin ketat. Bahkan, unsur hemat energi dan ramah lingkungan saat ini  telah menjadi tuntutan bisnis. Negara-negara tujuan ekspor atau para pembeli produk semakin tinggi tuntutannya terhadap produk  pulp dan kertas dari sumber legal, yang dibuktikan  dengan sertifikasi resmi mengenai legalitasnya.

Dikarenakan  harga kertas Indonesia sangat kompetitif di beberapa negara tujuan ekspor, sampai dengan tahun 2011, setiap tahunnya selalu ada negara tujuan ekspor kertas Indonesia yang melakukan tuduhan dumping. Untuk itu, industri kertas dan pemerintah Indonesia  terus melakukan berbagai upaya, antara lain melalui lembaga internasional seperti WTO, untuk menangkis tuduhan tersebut.

Data APKI (Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia) dalam  lima tahun terakhir,  menunjukkan di Indonesia tercatat sekitar 80 perusahaan pulp & kertas, yang terbagi atas 10 pabrik terpadu pulp & kertas, 67 pabrik kertas dan 3 pabrik pulp. Menurut catatan, pabrik dengan kapasitas besar  pada umumnya merupakan pabrik baru dan modern yang jumlahnya tidak banyak, sedangkan pabrik dengan kapasitas kecil adalah pabrik-pabrik lama.

Pada tahun 2009 Industri pulp nasional memiliki total kapasitas terpasang sebesar 7.902.100 ton per tahun, yang terdiri dari pabrik terpadu (pulp & kertas) sebesar 5.232.000 ton per tahun atau 81,2% dan pabrik pulp saja sebesar 1.215.000 ton per tahun atau 18.8%

Jika dilihat dari status perusahaan, maka dari 80 perusahaan pulp & kertas tersebut, perusahaan dengan status PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) merupakan yang terbanyak, disusul oleh perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Perusahaan PMDN  tercatat sebanyak 64 perusahaan, dari jumlah tersebut kapasitas industri pulp sebesar 2.797.100 ton (43,4%) dan industri kertas 4.913.380 ton (47,1%).

Meski dari jumlah unit perusahaan PMA hanya 13, lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan PMDN, namun khususnya di industri pulp total kapasitas PMA lebih besar yaitu 3.410.000 ton (52,9%) dibanding PMDN yang 2.797.100 ton. Untuk industri kertas kapasitasnya tercatat 4.800.300 ton (49,4%). 

Sedangkan perusahaan BUMN hanya ada 3 perusahaan saja,  yaitu PT. Kertas Leces, PT. Kertas Padalarang dan PT. Kertas Kraft Aceh. Kapasitas ke tiga BUMN ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan PMDN maupun PMA, yaitu masing-masing pulp 240.000 ton (3,7%) dan kertas 337.900 ton (3,5%).

Dari segi penyebaran lokasi industri, saat ini sektor industri kertas  terkonsentrasi di wilayah Jawa. Hal ini dapat dipahami karena Jawa merupakan pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia. Di Jawa,  terutama Jawa Barat dan Jawa Timur tedapat 64 perusahaan, yang terdiri dari industri pulp dengan total kapasitas 340.000 ton (5,3%) dan industri kertas dengan total kapasitas 8.550.440 ton (85,2%). Di Jawa, kapasitas industri kertas lebih besar dibanding pulp, karena pabrik-pabrik kertas besar berlokasi di Jawa seperti PT. Indah Kiat (Serang dan Banten) dan  PT. Tjiwi Kimia (Sidoarjo).  

Sebaliknya, Sumatera adalah pusat industri pulp. Dari 14 perusahaan yang ada, total kapasitas industri pulpnya mencapai 5.552.000 ton,  sedangkan total kapasitas industri kertasnya hanya 1.491.140 ton. Salah satu perusahaan pulp besar yaitu PT. Riau Andalan Pulp & Paper yang berlokasi di Riau.

Dengan adanya peraturan pemerintah mengenai larangan pembangunan  industri pulp di Jawa dengan pertimbangan jumlah penduduk yang  sangat padat, maka wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua yang memiliki lahan cukup luas berpotensi besar untuk pengembangan  industri pulp & kertas di masa mendatang. Hal ini mengingat pabrik pulp adalah ...

Selengkapnya di Majalah Grafika Indonesia Print Media Edisi 60 September - Oktober 2014

 

 

Bila merasa tahu, itu pertanda tidak tahu, Setiap usaha yang dijalankan dengan tidak tahu tinggal menunggu layu.

Mari cari tahu dengan langganan Print Media yang bisa ; 1 eks, 5 atau 10 eks setiap dua bulan dengan harga yang ekonomis dan terjangkau.

Silahkan Download Formulir Langganan !!!